Adik Kakak Tewas Tenggelam di Bekas Galian Tambang Maros, Ditemukan Saling Berpelukan di Dasar Kolam

SulawesiPos.com – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, setelah dua bocah bersaudara ditemukan meninggal dunia di dasar kolam bekas galian tambang dalam kondisi saling berpelukan.

Peristiwa tragis itu terjadi di Kecamatan Mandai, Sabtu (16/5/2026), di tengah rentetan kasus tenggelam yang menewaskan empat anak dalam sehari di wilayah Maros.

Kedua korban diketahui berinisial HF (4) dan AB (8). Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya diduga tenggelam saat bermain dan mencari kerang di sekitar kubangan bekas tambang.

Warga sekitar awalnya mencari kedua bocah tersebut setelah tak kunjung pulang.

Saat dilakukan pencarian di kolam bekas galian tambang, korban ditemukan berada di dasar air dalam kondisi tidak bernyawa.

Momen penemuan keduanya membuat warga histeris. Pasalnya, saat dievakuasi, kedua bocah itu ditemukan dalam posisi saling berpelukan di dasar kolam.

Diduga, sang kakak berusaha menolong adiknya ketika mulai tenggelam. Namun keduanya justru ikut terseret ke bagian kolam yang lebih dalam.

BACA JUGA: 
Ribuan Peserta MTQ XXXIV Sulsel Gerakkan Ekonomi Maros, Target Rp50 Miliar

Warga setempat bersama tim evakuasi langsung membawa korban ke rumah duka.

Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian secara beruntun pada hari itu.

“Total ada empat anak yang menjadi korban di dua kecamatan berbeda dalam sehari. Semuanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” bebernya dikutip Senin (18/5/2026).

Tragedi ini kembali menyoroti keberadaan bekas galian tambang dan empang yang dibiarkan terbuka tanpa pengamanan memadai.

Banyak lokasi bekas galian berubah menjadi kolam dalam yang rawan menelan korban, terutama anak-anak.

BPBD Maros pun mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak saat bermain di luar rumah.

“Kami mengimbau orang tua agar tidak membiarkan anak-anak bermain di sekitar bekas galian tambang atau kubangan yang berpotensi membahayakan keselamatan,” pungkas Towadeng.

SulawesiPos.com – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, setelah dua bocah bersaudara ditemukan meninggal dunia di dasar kolam bekas galian tambang dalam kondisi saling berpelukan.

Peristiwa tragis itu terjadi di Kecamatan Mandai, Sabtu (16/5/2026), di tengah rentetan kasus tenggelam yang menewaskan empat anak dalam sehari di wilayah Maros.

Kedua korban diketahui berinisial HF (4) dan AB (8). Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya diduga tenggelam saat bermain dan mencari kerang di sekitar kubangan bekas tambang.

Warga sekitar awalnya mencari kedua bocah tersebut setelah tak kunjung pulang.

Saat dilakukan pencarian di kolam bekas galian tambang, korban ditemukan berada di dasar air dalam kondisi tidak bernyawa.

Momen penemuan keduanya membuat warga histeris. Pasalnya, saat dievakuasi, kedua bocah itu ditemukan dalam posisi saling berpelukan di dasar kolam.

Diduga, sang kakak berusaha menolong adiknya ketika mulai tenggelam. Namun keduanya justru ikut terseret ke bagian kolam yang lebih dalam.

BACA JUGA: 
ART di Maros Diduga Gasak Harta Majikan, Tim Jatanras Tangkap Pelaku di Makassar

Warga setempat bersama tim evakuasi langsung membawa korban ke rumah duka.

Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian secara beruntun pada hari itu.

“Total ada empat anak yang menjadi korban di dua kecamatan berbeda dalam sehari. Semuanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” bebernya dikutip Senin (18/5/2026).

Tragedi ini kembali menyoroti keberadaan bekas galian tambang dan empang yang dibiarkan terbuka tanpa pengamanan memadai.

Banyak lokasi bekas galian berubah menjadi kolam dalam yang rawan menelan korban, terutama anak-anak.

BPBD Maros pun mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak saat bermain di luar rumah.

“Kami mengimbau orang tua agar tidak membiarkan anak-anak bermain di sekitar bekas galian tambang atau kubangan yang berpotensi membahayakan keselamatan,” pungkas Towadeng.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru