Polisi Ungkap Pelajar yang Ditemukan Tewas di Wajo Alami Retak Tengkorak dan Patah Kaki

SulawesiPos.com – Polisi mengungkap adanya luka serius pada tubuh pelajar yang ditemukan meninggal dunia di area kebun warga di Desa Batu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (14/5/2026).

Korban diketahui bernama Muh Algi Aprisal (18), seorang pelajar asal Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu.

Jasad korban ditemukan warga dalam kondisi sudah tidak bernyawa di kawasan Jalan Sepakat sekitar pukul 15.30 WITA.

Kapolsek Urban Pitumpanua, AKP Andi Suhidin, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya cedera cukup parah pada tubuh korban.

“Korban mengalami retak pada bagian tengkorak kepala dan patah tulang pada kaki sebelah kanan,” ujarnya kepada awak media.

Temuan luka tersebut kini menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Sebelumnya, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Syarifuddin (50) saat hendak menuju kebun milik keluarganya di Desa Batu.

Saat berada di lokasi, saksi mencium bau menyengat dari sekitar area kebun.

BACA JUGA: 
Pelajar di Makassar Ditikam Usai Melawan saat Ditegur Bubar, Pelaku Masih Dikejar

Karena penasaran, ia kemudian menelusuri sumber bau tersebut hingga akhirnya menemukan sesosok laki-laki sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Penemuan itu langsung dilaporkan kepada aparat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Petugas yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi korban.

Polisi juga menemukan sepasang sandal di sekitar lokasi yang kini diamankan sebagai barang bukti.

Jenazah Muh Algi Aprisal kemudian dievakuasi ke RSUD Siwa untuk menjalani visum et repertum (VER).

“Hingga saat ini, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban,” pungkas AKP Andi Suhidin.

SulawesiPos.com – Polisi mengungkap adanya luka serius pada tubuh pelajar yang ditemukan meninggal dunia di area kebun warga di Desa Batu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (14/5/2026).

Korban diketahui bernama Muh Algi Aprisal (18), seorang pelajar asal Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu.

Jasad korban ditemukan warga dalam kondisi sudah tidak bernyawa di kawasan Jalan Sepakat sekitar pukul 15.30 WITA.

Kapolsek Urban Pitumpanua, AKP Andi Suhidin, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya cedera cukup parah pada tubuh korban.

“Korban mengalami retak pada bagian tengkorak kepala dan patah tulang pada kaki sebelah kanan,” ujarnya kepada awak media.

Temuan luka tersebut kini menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Sebelumnya, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Syarifuddin (50) saat hendak menuju kebun milik keluarganya di Desa Batu.

Saat berada di lokasi, saksi mencium bau menyengat dari sekitar area kebun.

BACA JUGA: 
Pria Lansia di Bone Ditemukan Meninggal di Kebun Saat Cek Ternak

Karena penasaran, ia kemudian menelusuri sumber bau tersebut hingga akhirnya menemukan sesosok laki-laki sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Penemuan itu langsung dilaporkan kepada aparat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Petugas yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi korban.

Polisi juga menemukan sepasang sandal di sekitar lokasi yang kini diamankan sebagai barang bukti.

Jenazah Muh Algi Aprisal kemudian dievakuasi ke RSUD Siwa untuk menjalani visum et repertum (VER).

“Hingga saat ini, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban,” pungkas AKP Andi Suhidin.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru