Presiden Prabowo: Beruntung Kita Punya Menteri Pertanian yang Hebat

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas kinerjanya dalam memperkuat sektor pertanian nasional.

Presiden Prabowo menilai Indonesia beruntung memiliki sosok Mentan Amran yang bekerja tanpa mengenal waktu dan memahami persoalan pertanian secara langsung karena tumbuh dari keluarga petani serta memiliki pengalaman panjang di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

“Beruntung kita punya Menteri Pertanian yang hebat. Karena dia memang anaknya petani. Tiap saya telepon ada di sini, ada di situ. Ini menteri yang hebat. Terima kasih,” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Pertanian, termasuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang dinilainya turut berkontribusi memperkuat sektor pertanian nasional.

“Timnya juga hebat. Wakil menterinya juga hebat. Anak petani jadi mengerti, tidak bisa dibohongi,” ujar Presiden Prabowo.

BACA JUGA: 
Prabowo Optimis Swasembada Pangan Jadi Agenda Strategis 3 Tahun ke Depan

Presiden Prabowo menilai capaian tersebut lahir dari kerja cepat tim pertanian dalam memperkuat produksi dan ketahanan pangan nasional. Dalam setahun terakhir, Indonesia mencatat peningkatan pada sejumlah komoditas strategis, memperkuat stok pangan nasional, serta mempercepat langkah menuju swasembada pangan.

Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian nasional mencatat berbagai capaian positif. Produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton tanpa impor beras medium, sementara stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus level tertinggi hingga lebih dari 5,3 juta ton pada Mei 2026.

Berbagai langkah strategis seperti optimalisasi lahan, percepatan tanam, modernisasi pertanian, penguatan benih unggul, hingga penyederhanaan distribusi pupuk juga terus diperkuat guna menjaga ketahanan pangan nasional.

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan ancaman krisis pangan, Indonesia justru berada pada posisi yang lebih kuat.

“Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada di pihak yang bisa memberi bantuan,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Kementan Percepat Tanam di Grobogan, Alsintan Disalurkan Antisipasi Kemarau

Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara telah meminta pasokan pupuk dari Indonesia, mulai dari Australia, Filipina, India, Bangladesh hingga Brasil.

“Australia minta tolong kita. Kita jual pupuk ke Australia 500 ribu ton urea. Filipina juga minta ke kita, kemudian India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya bantu semua,” katanya.

Presiden Prabowo juga menyebut banyak negara mulai melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan beras. Menurutnya, kondisi tersebut tidak akan terjadi tanpa penguatan sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir.

“Bayangkan kalau kita tidak swasembada. Kalau kita tidak buru-buru bereskan masalah pertanian,” ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia mencatat tonggak penting melalui kerja sama ekspor pupuk urea ke Australia dengan komitmen awal 250.000 ton yang ditargetkan meningkat menjadi 500.000 ton dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun. Langkah tersebut menandai semakin kuatnya posisi Indonesia dalam rantai pasok pangan dan pupuk global.

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas kinerjanya dalam memperkuat sektor pertanian nasional.

Presiden Prabowo menilai Indonesia beruntung memiliki sosok Mentan Amran yang bekerja tanpa mengenal waktu dan memahami persoalan pertanian secara langsung karena tumbuh dari keluarga petani serta memiliki pengalaman panjang di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

“Beruntung kita punya Menteri Pertanian yang hebat. Karena dia memang anaknya petani. Tiap saya telepon ada di sini, ada di situ. Ini menteri yang hebat. Terima kasih,” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Pertanian, termasuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang dinilainya turut berkontribusi memperkuat sektor pertanian nasional.

“Timnya juga hebat. Wakil menterinya juga hebat. Anak petani jadi mengerti, tidak bisa dibohongi,” ujar Presiden Prabowo.

BACA JUGA: 
Kepemimpinan Tegas Mentan Amran Sulaiman, Jenderal Perang yang Tak Gentar Hadapi Mafia Pangan

Presiden Prabowo menilai capaian tersebut lahir dari kerja cepat tim pertanian dalam memperkuat produksi dan ketahanan pangan nasional. Dalam setahun terakhir, Indonesia mencatat peningkatan pada sejumlah komoditas strategis, memperkuat stok pangan nasional, serta mempercepat langkah menuju swasembada pangan.

Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian nasional mencatat berbagai capaian positif. Produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton tanpa impor beras medium, sementara stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus level tertinggi hingga lebih dari 5,3 juta ton pada Mei 2026.

Berbagai langkah strategis seperti optimalisasi lahan, percepatan tanam, modernisasi pertanian, penguatan benih unggul, hingga penyederhanaan distribusi pupuk juga terus diperkuat guna menjaga ketahanan pangan nasional.

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan ancaman krisis pangan, Indonesia justru berada pada posisi yang lebih kuat.

“Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada di pihak yang bisa memberi bantuan,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Lapor Pak Amran: Mentan Amran Tindak Tegas Pelanggaran, Petani Makin Terlindungi

Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara telah meminta pasokan pupuk dari Indonesia, mulai dari Australia, Filipina, India, Bangladesh hingga Brasil.

“Australia minta tolong kita. Kita jual pupuk ke Australia 500 ribu ton urea. Filipina juga minta ke kita, kemudian India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya bantu semua,” katanya.

Presiden Prabowo juga menyebut banyak negara mulai melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan beras. Menurutnya, kondisi tersebut tidak akan terjadi tanpa penguatan sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir.

“Bayangkan kalau kita tidak swasembada. Kalau kita tidak buru-buru bereskan masalah pertanian,” ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia mencatat tonggak penting melalui kerja sama ekspor pupuk urea ke Australia dengan komitmen awal 250.000 ton yang ditargetkan meningkat menjadi 500.000 ton dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun. Langkah tersebut menandai semakin kuatnya posisi Indonesia dalam rantai pasok pangan dan pupuk global.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru