Warga Bukit Harapan Tolak Rencana Pembangunan Batalyon TNI di Hutan Anrang Bulukumba

SulawesiPos.com – Sejumlah warga Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, menggelar aksi penolakan terhadap rencana pembangunan batalyon TNI di wilayah mereka, Rabu (13/5/2026).

Aksi dilakukan di jalur tani yang mengarah ke kawasan Hutan Anrang. Dalam aksi tersebut, sejumlah warga tampak membawa parang dan membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap rencana pembangunan tersebut.

Mayoritas peserta aksi merupakan warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil pertanian dan kawasan hutan di sekitar desa.

Salah satu warga, Mustamin, mengatakan masyarakat mulai mengetahui rencana pembangunan itu setelah adanya surat dari Kementerian Kehutanan yang diterima warga.

Namun, menurut dia, terdapat perbedaan antara lokasi yang tertulis dalam dokumen dengan titik area yang tercantum pada peta lampiran.

Ia menjelaskan, dalam surat disebutkan pembangunan batalyon berada di wilayah Bontomanai II, Kecamatan Rilau Ale. Akan tetapi, peta yang dilampirkan justru menunjukkan area yang masuk dalam kawasan Hutan Anrang di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gantarang.

BACA JUGA: 
Video Perundungan Viral di Bulukumba, Libatkan Siswa SD dan SMP

“Warga mempertanyakan karena lokasi di surat dan titik pada peta berbeda. Di surat tertulis di Bontomanai II Kecamatan Rilau Ale, tapi di peta gambarnya masuk di Hutan Anrang yang masih wilayah Bukit Harapan,”kata Mustamin dikutip JawaPos Group, Kamis (14/5/2026).

Warga menilai kawasan tersebut memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat setempat.

Selain menjadi area pertanian, sebagian besar warga juga menggantungkan mata pencaharian dari hasil hutan di wilayah itu.

Oleh karena itu, masyarakat khawatir pembangunan batalyon akan berdampak pada akses lahan yang selama ini digunakan secara turun-temurun oleh warga desa.

Dalam aksi tersebut, warga juga meminta adanya penjelasan resmi terkait titik lokasi pembangunan serta status lahan yang disebut masuk dalam rencana proyek tersebut.

Hingga aksi berlangsung, warga menyatakan tetap menolak pembangunan apabila lokasi yang digunakan berada di kawasan Hutan Anrang yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.

SulawesiPos.com – Sejumlah warga Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, menggelar aksi penolakan terhadap rencana pembangunan batalyon TNI di wilayah mereka, Rabu (13/5/2026).

Aksi dilakukan di jalur tani yang mengarah ke kawasan Hutan Anrang. Dalam aksi tersebut, sejumlah warga tampak membawa parang dan membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap rencana pembangunan tersebut.

Mayoritas peserta aksi merupakan warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil pertanian dan kawasan hutan di sekitar desa.

Salah satu warga, Mustamin, mengatakan masyarakat mulai mengetahui rencana pembangunan itu setelah adanya surat dari Kementerian Kehutanan yang diterima warga.

Namun, menurut dia, terdapat perbedaan antara lokasi yang tertulis dalam dokumen dengan titik area yang tercantum pada peta lampiran.

Ia menjelaskan, dalam surat disebutkan pembangunan batalyon berada di wilayah Bontomanai II, Kecamatan Rilau Ale. Akan tetapi, peta yang dilampirkan justru menunjukkan area yang masuk dalam kawasan Hutan Anrang di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gantarang.

BACA JUGA: 
Jelang Iduladha, Enam Sapi Hilang dalam Semalam, Polisi Selidiki Aksi Pencurian di Bulukumba

“Warga mempertanyakan karena lokasi di surat dan titik pada peta berbeda. Di surat tertulis di Bontomanai II Kecamatan Rilau Ale, tapi di peta gambarnya masuk di Hutan Anrang yang masih wilayah Bukit Harapan,”kata Mustamin dikutip JawaPos Group, Kamis (14/5/2026).

Warga menilai kawasan tersebut memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat setempat.

Selain menjadi area pertanian, sebagian besar warga juga menggantungkan mata pencaharian dari hasil hutan di wilayah itu.

Oleh karena itu, masyarakat khawatir pembangunan batalyon akan berdampak pada akses lahan yang selama ini digunakan secara turun-temurun oleh warga desa.

Dalam aksi tersebut, warga juga meminta adanya penjelasan resmi terkait titik lokasi pembangunan serta status lahan yang disebut masuk dalam rencana proyek tersebut.

Hingga aksi berlangsung, warga menyatakan tetap menolak pembangunan apabila lokasi yang digunakan berada di kawasan Hutan Anrang yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru