Calon Jemaah Haji Asal Mamuju Meninggal Dunia Jelang Pemberangkatan

SulawesiPos.com – Seorang jemaah calon haji asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Syamsudin P. Laoneng (56), meninggal dunia menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci melalui Embarkasi Makassar.

Jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang 19 ini mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo sekitar pukul 22.00 Wita, Selasa malam (5/5).

Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa saat tiba di Asrama Haji Sudiang, almarhum sebenarnya sempat dinyatakan laik terbang oleh tim kesehatan.

“Tidak lama setelah tiba di Asrama Haji, kondisi fisiknya tiba-tiba menurun saat sedang beristirahat sehingga harus segera dirujuk ke rumah sakit Wahidin,” ujar Ismail.

Ismail menyebutkan, erdasarkan keterangan tim medis, almarhum mengalami sesak napas dan sempat menjalani perawatan intensif selama tujuh jam sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Ikbal memastikan bahwa pihak keluarga mendampingi almarhum sejak proses perawatan hingga jenazah dipulangkan untuk dikebumikan di kampung halamannya di Mamuju.

Hingga hari ke-15 pemberangkatan melalui Embarkasi Makassar, tercatat sudah dua jemaah calon haji yang meninggal dunia.

BACA JUGA: 
Gagal Berangkat Dua Kali karena Sakit, Jemaah Haji Asal Sinjai Akhirnya Terbang ke Tanah Suci dengan Kursi Roda

Sebelumnya, seorang jemaah asal Kabupaten Gowa dari Kloter 5 bernama Nursaidah Sinrang Sijarra dilaporkan wafat akibat sakit saat sudah berada di Madinah pada Minggu, 26 April 2026.

Atas peristiwa ini, PPIH Embarkasi Makassar menyampaikan duka cita mendalam.

Pihak otoritas terus mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama masa tunggu pemberangkatan di asrama haji.(mn abdurrahman)

SulawesiPos.com – Seorang jemaah calon haji asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Syamsudin P. Laoneng (56), meninggal dunia menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci melalui Embarkasi Makassar.

Jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang 19 ini mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo sekitar pukul 22.00 Wita, Selasa malam (5/5).

Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa saat tiba di Asrama Haji Sudiang, almarhum sebenarnya sempat dinyatakan laik terbang oleh tim kesehatan.

“Tidak lama setelah tiba di Asrama Haji, kondisi fisiknya tiba-tiba menurun saat sedang beristirahat sehingga harus segera dirujuk ke rumah sakit Wahidin,” ujar Ismail.

Ismail menyebutkan, erdasarkan keterangan tim medis, almarhum mengalami sesak napas dan sempat menjalani perawatan intensif selama tujuh jam sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Ikbal memastikan bahwa pihak keluarga mendampingi almarhum sejak proses perawatan hingga jenazah dipulangkan untuk dikebumikan di kampung halamannya di Mamuju.

Hingga hari ke-15 pemberangkatan melalui Embarkasi Makassar, tercatat sudah dua jemaah calon haji yang meninggal dunia.

BACA JUGA: 
Temui Calon Jemaah Haji di Makassar, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Pastikan Layanan Optimal

Sebelumnya, seorang jemaah asal Kabupaten Gowa dari Kloter 5 bernama Nursaidah Sinrang Sijarra dilaporkan wafat akibat sakit saat sudah berada di Madinah pada Minggu, 26 April 2026.

Atas peristiwa ini, PPIH Embarkasi Makassar menyampaikan duka cita mendalam.

Pihak otoritas terus mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama masa tunggu pemberangkatan di asrama haji.(mn abdurrahman)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru