SulawesiPos.com – Upaya menekan dampak perubahan iklim mulai diperkuat di Sulawesi Selatan.
Pemerintah Provinsi Sulsel menyiapkan sebanyak 200 ribu bibit tanaman yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah sebagai bagian dari gerakan penghijauan sekaligus penguatan ketahanan pangan.
Program ini dirancang sebagai langkah jangka panjang untuk meningkatkan tutupan hijau dan menjaga keseimbangan lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman, menegaskan bahwa penyediaan bibit tersebut merupakan strategi terpadu yang menggabungkan aspek ekologi dan ekonomi masyarakat.
“Program ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat,” katanya dikutip Sabtu (2/5/2026).
Bibit yang disiapkan terdiri dari berbagai jenis, mulai dari tanaman produktif hingga tanaman penghijauan yang memiliki nilai ekonomi.
Nantinya, proses penanaman akan melibatkan pemerintah kabupaten/kota, komunitas, serta masyarakat umum agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.
Selain memperluas ruang hijau, program ini juga diarahkan untuk mengurangi risiko bencana lingkungan seperti banjir dan kekeringan yang kerap terjadi akibat perubahan iklim.
Tak hanya itu, tanaman produktif yang ditanam diharapkan bisa menjadi sumber pangan alternatif sekaligus menambah pendapatan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Gubernur menilai, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
Dengan langkah ini, Sulawesi Selatan menargetkan terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan tahan terhadap perubahan iklim di masa depan.

