Bulog Sulselbar Siapkan 11 Gudang Baru, Perkuat Cadangan Pangan Nasional

SulawesiPos.com, Makassar – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus memperkuat infrastruktur logistik pangan dengan merancang pembangunan 11 gudang baru di berbagai daerah strategis.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan di kawasan timur Indonesia.

Kepala Kanwil Bulog Sulselbar, Fahrurozi, mengungkapkan bahwa saat ini rencana pembangunan tersebut masih berada pada tahap awal.

“Proses masih berada pada tahap feasibility study dan uji kelayakan tanah (soil test), termasuk mengukur daya dukung lahan untuk pembangunan gudang berkapasitas sekitar 1.000 ton,” ujarnya, Sabtu (25/4).

Tahap Awal: Studi Kelayakan dan Uji Tanah

Menurut Fahrurozi, tahapan studi kelayakan menjadi kunci untuk memastikan pembangunan gudang berjalan optimal dan sesuai standar teknis.

Uji tanah dilakukan untuk mengetahui:

  • Kekuatan struktur lahan
  • Stabilitas tanah terhadap beban
  • Kelayakan konstruksi jangka panjang

Setiap gudang dirancang memiliki kapasitas sekitar ±1.000 ton, sehingga mampu meningkatkan daya tampung beras secara signifikan di wilayah Sulselbar.

BACA JUGA: 
Bulog Guyur 4.100 Ton Beras ke Papua, 838 Ribu Keluarga Jadi Sasaran Bantuan Pangan

Sebanyak 11 titik gudang baru direncanakan tersebar di sejumlah daerah sentra produksi dan distribusi pangan, di antaranya:

  • Pinrang
  • Bone
  • Wajo
  • Parepare
  • Palopo
  • Bulukumba
  • Mamasa
  • Selayar

Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena memiliki peran penting dalam rantai pasok beras, baik sebagai daerah produksi maupun jalur distribusi.

Perkuat Cadangan dan Distribusi Beras

Pembangunan gudang ini tidak hanya bertujuan menambah kapasitas penyimpanan, tetapi juga meningkatkan efisiensi distribusi.

Dengan adanya gudang yang lebih dekat ke sumber produksi dan pasar, Bulog dapat:

  • Mempercepat penyaluran beras ke masyarakat
  • Mengurangi biaya logistik
  • Menjaga kualitas beras selama penyimpanan
  • Mengantisipasi lonjakan permintaan

Langkah ini dinilai strategis dalam menjaga stabilitas harga beras, terutama saat terjadi fluktuasi pasokan di pasar.

Dukung Program Nasional 100 Gudang

Rencana pembangunan gudang di Sulselbar merupakan bagian dari program nasional Perum Bulog yang menargetkan pembangunan 100 gudang baru di seluruh Indonesia.

Program ini bertujuan untuk:

  • Memperkuat cadangan beras pemerintah
  • Mendukung program swasembada pangan
  • Mengantisipasi krisis pangan global
BACA JUGA: 
Wamentan Sudaryono Ingatkan Pentingnya Menjaga Sapi Betina Produktif, Ahmad Muzani Dorong Kontes Jadi Simpul Pasar Ternak

Dengan tambahan gudang baru, kapasitas penyimpanan nasional diharapkan meningkat secara signifikan.

Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Tingginya produksi beras di wilayah ini menjadikannya penopang penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Karena itu, penguatan infrastruktur seperti gudang penyimpanan menjadi langkah krusial untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara maksimal dan didistribusikan dengan baik.

Rencana pembangunan 11 gudang baru oleh Bulog Sulselbar menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik pangan di Indonesia.

Dengan masih berlangsungnya tahap studi kelayakan dan uji tanah, proyek ini diharapkan dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi stabilitas pasokan serta harga beras di masa mendatang.

SulawesiPos.com, Makassar – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus memperkuat infrastruktur logistik pangan dengan merancang pembangunan 11 gudang baru di berbagai daerah strategis.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan di kawasan timur Indonesia.

Kepala Kanwil Bulog Sulselbar, Fahrurozi, mengungkapkan bahwa saat ini rencana pembangunan tersebut masih berada pada tahap awal.

“Proses masih berada pada tahap feasibility study dan uji kelayakan tanah (soil test), termasuk mengukur daya dukung lahan untuk pembangunan gudang berkapasitas sekitar 1.000 ton,” ujarnya, Sabtu (25/4).

Tahap Awal: Studi Kelayakan dan Uji Tanah

Menurut Fahrurozi, tahapan studi kelayakan menjadi kunci untuk memastikan pembangunan gudang berjalan optimal dan sesuai standar teknis.

Uji tanah dilakukan untuk mengetahui:

  • Kekuatan struktur lahan
  • Stabilitas tanah terhadap beban
  • Kelayakan konstruksi jangka panjang

Setiap gudang dirancang memiliki kapasitas sekitar ±1.000 ton, sehingga mampu meningkatkan daya tampung beras secara signifikan di wilayah Sulselbar.

BACA JUGA: 
Waspadai Potensi Banjir Musim Hujan 2026, Kementan Perkuat Antisipasi dan Pendampingan Petani

Sebanyak 11 titik gudang baru direncanakan tersebar di sejumlah daerah sentra produksi dan distribusi pangan, di antaranya:

  • Pinrang
  • Bone
  • Wajo
  • Parepare
  • Palopo
  • Bulukumba
  • Mamasa
  • Selayar

Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena memiliki peran penting dalam rantai pasok beras, baik sebagai daerah produksi maupun jalur distribusi.

Perkuat Cadangan dan Distribusi Beras

Pembangunan gudang ini tidak hanya bertujuan menambah kapasitas penyimpanan, tetapi juga meningkatkan efisiensi distribusi.

Dengan adanya gudang yang lebih dekat ke sumber produksi dan pasar, Bulog dapat:

  • Mempercepat penyaluran beras ke masyarakat
  • Mengurangi biaya logistik
  • Menjaga kualitas beras selama penyimpanan
  • Mengantisipasi lonjakan permintaan

Langkah ini dinilai strategis dalam menjaga stabilitas harga beras, terutama saat terjadi fluktuasi pasokan di pasar.

Dukung Program Nasional 100 Gudang

Rencana pembangunan gudang di Sulselbar merupakan bagian dari program nasional Perum Bulog yang menargetkan pembangunan 100 gudang baru di seluruh Indonesia.

Program ini bertujuan untuk:

  • Memperkuat cadangan beras pemerintah
  • Mendukung program swasembada pangan
  • Mengantisipasi krisis pangan global
BACA JUGA: 
Stok Pupuk Tak Terganggu Konflik Selat Hormuz, Bukti Arahan Presiden dan Mentan Amran Sangat Tepat

Dengan tambahan gudang baru, kapasitas penyimpanan nasional diharapkan meningkat secara signifikan.

Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Tingginya produksi beras di wilayah ini menjadikannya penopang penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Karena itu, penguatan infrastruktur seperti gudang penyimpanan menjadi langkah krusial untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara maksimal dan didistribusikan dengan baik.

Rencana pembangunan 11 gudang baru oleh Bulog Sulselbar menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik pangan di Indonesia.

Dengan masih berlangsungnya tahap studi kelayakan dan uji tanah, proyek ini diharapkan dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi stabilitas pasokan serta harga beras di masa mendatang.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru