Jual Tiga Sapi, Petani Soppeng Ini Akhirnya Berangkat Haji Setelah Menanti 16 Tahun

SulawesiPos.com – Kisah haru datang dari seorang petani lanjut usia asal Soppeng.

Setelah menanti selama 16 tahun, Lamakka Lamaulu (73) akhirnya mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada musim haji 2026.

Perjalanan panjang itu bukan tanpa pengorbanan. Demi melunasi biaya keberangkatan, warga Desa Salotoraja, Kecamatan Lalabata ini rela menjual tiga ekor sapi miliknya, aset utama yang selama ini menjadi penopang hidupnya sebagai petani.

“Alhamdulillah setelah mendapatkan nomor porsi pada 2010 lalu, akhirnya dapat panggilan ke Tanah Suci,” ujarnya dengan suara lirih di sela proses pemberangkatan jamaah di Asrama Haji Sudiang, dikutip Rabu (22/4/2026).

Didampingi anaknya, Lamakka tampak tenang mengenakan seragam jamaah.

Meski usianya sudah tidak muda, ia tetap mampu berjalan tanpa bantuan kursi roda. Raut wajahnya memancarkan rasa syukur setelah penantian panjang yang penuh doa.

Selama belasan tahun menunggu antrean, semangatnya tidak pernah surut. Ia terus menabung dan menjaga niat, meski harus menghadapi keterbatasan sebagai petani di kampung.

BACA JUGA: 
Alex Indra Lukman Dorong Pemerintah Susun Peta Jalan Ekspor Beras di Tengah Stok Melimpah

Bagi Lamakka, keberangkatan ini merupakan perjalanan ibadah sekaligus puncak dari perjuangan hidup yang panjang.

Dukungan keluarga, khususnya dua anak perempuannya, menjadi kekuatan besar hingga impian tersebut akhirnya terwujud.

Ia menjadi bagian dari rombongan jamaah calon haji kloter pertama Embarkasi Makassar yang diberangkatkan menuju Mekkah.

Langkahnya kini semakin dekat menuju Tanah Suci, membawa harapan untuk menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali sebagai haji mabrur.

SulawesiPos.com – Kisah haru datang dari seorang petani lanjut usia asal Soppeng.

Setelah menanti selama 16 tahun, Lamakka Lamaulu (73) akhirnya mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada musim haji 2026.

Perjalanan panjang itu bukan tanpa pengorbanan. Demi melunasi biaya keberangkatan, warga Desa Salotoraja, Kecamatan Lalabata ini rela menjual tiga ekor sapi miliknya, aset utama yang selama ini menjadi penopang hidupnya sebagai petani.

“Alhamdulillah setelah mendapatkan nomor porsi pada 2010 lalu, akhirnya dapat panggilan ke Tanah Suci,” ujarnya dengan suara lirih di sela proses pemberangkatan jamaah di Asrama Haji Sudiang, dikutip Rabu (22/4/2026).

Didampingi anaknya, Lamakka tampak tenang mengenakan seragam jamaah.

Meski usianya sudah tidak muda, ia tetap mampu berjalan tanpa bantuan kursi roda. Raut wajahnya memancarkan rasa syukur setelah penantian panjang yang penuh doa.

Selama belasan tahun menunggu antrean, semangatnya tidak pernah surut. Ia terus menabung dan menjaga niat, meski harus menghadapi keterbatasan sebagai petani di kampung.

BACA JUGA: 
Dunia Waswas Krisis Pangan, Indonesia Justru Catat Rekor CBP 4,7 Juta Ton

Bagi Lamakka, keberangkatan ini merupakan perjalanan ibadah sekaligus puncak dari perjuangan hidup yang panjang.

Dukungan keluarga, khususnya dua anak perempuannya, menjadi kekuatan besar hingga impian tersebut akhirnya terwujud.

Ia menjadi bagian dari rombongan jamaah calon haji kloter pertama Embarkasi Makassar yang diberangkatkan menuju Mekkah.

Langkahnya kini semakin dekat menuju Tanah Suci, membawa harapan untuk menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali sebagai haji mabrur.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru