SulawesiPos.com – Seorang pelajar berusia 16 tahun di Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara, harus menjalani perawatan setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan sekelompok pemuda.
Peristiwa tersebut menimpa MF (16), warga Desa Bayuurip, Kecamatan Bone-Bone. Korban mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan tubuh akibat serangan yang terjadi pada akhir Mei lalu.
Menindaklanjuti laporan yang diterima, Satuan Reserse Kriminal Polres Luwu Utara melalui Unit Resmob melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Hasilnya, pada Kamis (4/6/2026) malam, polisi bergerak ke Desa Bantimurung setelah memperoleh informasi mengenai keberadaan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan itu.
Dalam operasi tersebut, tujuh orang berhasil diamankan. Mereka masing-masing berinisial YS (22), R (18), A (27), PS (21), AS (25), SH (22), dan N (17).
Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, Iptu Kadek Andi Pradnyadana, mengatakan seluruh terduga pelaku diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolres untuk diperiksa lebih lanjut.
“Tim kemudian bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan para pelaku tanpa perlawanan,” ujar Iptu Kadek.
Menurut penyelidikan polisi, insiden pengeroyokan terjadi pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 23.00 Wita di kawasan Pasar Sentral Bone-Bone, Jalan Trans Sulawesi, Desa Patoloan.
Saat itu korban bersama beberapa rekannya sedang berada di lokasi. Tak lama kemudian, rombongan pemuda yang datang menggunakan sejumlah sepeda motor menghampiri mereka.
Situasi yang awalnya biasa berubah menjadi keributan. Salah seorang dari kelompok tersebut diduga memukul teman korban, sebelum akhirnya aksi kekerasan meluas dan melibatkan beberapa orang lainnya.
Korban bersama teman-temannya disebut menjadi sasaran pemukulan secara bersama-sama.
Bahkan ketika berusaha meninggalkan lokasi, korban diduga masih dikejar dan dilempari batu.
Akibat kejadian itu, MF mengalami lebam di sekitar wajah dan mata. Ia juga menderita luka robek pada bagian lutut, siku, dan pergelangan tangan.
Dari pemeriksaan awal, para terduga pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam peristiwa tersebut.
Polisi kini masih mendalami motif kejadian serta kemungkinan adanya pelaku lain yang belum diamankan.

