Antisipasi Risiko Kebakaran, Damkar Bone Periksa APAR hingga Jalur Evakuasi di BPJS Watampone

SulawesiPos.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bone terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran melalui inspeksi rutin sistem proteksi di berbagai bangunan.

Kali ini, giliran Kantor BPJS Kesehatan Cabang Watampone yang menjadi lokasi pemeriksaan.

Tim inspeksi Damkar Bone melakukan pengecekan menyeluruh di kantor yang berlokasi di Jalan Majang, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Kegiatan ini dilakukan atas permintaan pihak BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh sistem proteksi kebakaran berfungsi optimal.

Plt. Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Bone, Andi Supriadi, S.H., menjelaskan bahwa inspeksi mencakup pemeriksaan proteksi aktif dan pasif.

Langkah ini penting untuk memastikan kesiapan gedung dalam menghadapi potensi kebakaran.

“Inspeksi ini merupakan agenda wajib bagi setiap gedung. Tujuannya memastikan seluruh sistem dapat bekerja dengan baik, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal saat terjadi kebakaran,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).

Dalam pemeriksaan tersebut, tim mengecek berbagai perangkat proteksi aktif seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sprinkler, hidran gedung dan halaman, sistem alarm kebakaran, hingga detektor asap.

Sementara untuk proteksi pasif, tim memastikan kelayakan jalur evakuasi, pencahayaan darurat, tanda exit, titik kumpul, serta tangga darurat.

Kabid Pencegahan Disdamkarmat, Ir. Akbar, didampingi Kabid Sarana Pamiluddin, menambahkan bahwa manajemen keselamatan kebakaran gedung (MKKG) juga menjadi bagian penting dalam inspeksi.

“Semua aspek diperiksa secara detail agar tidak ada celah risiko. Ini bagian dari upaya pencegahan dini,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh bangunan, baik milik pemerintah maupun swasta, wajib melakukan inspeksi secara berkala. Hal ini untuk memastikan alat proteksi kebakaran tetap dalam kondisi siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

“Kami tentu berharap kesadaran akan pentingnya keselamatan kebakaran semakin meningkat, sehingga potensi risiko dapat ditekan sejak dini,” tutupnya. (kar)

SulawesiPos.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bone terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran melalui inspeksi rutin sistem proteksi di berbagai bangunan.

Kali ini, giliran Kantor BPJS Kesehatan Cabang Watampone yang menjadi lokasi pemeriksaan.

Tim inspeksi Damkar Bone melakukan pengecekan menyeluruh di kantor yang berlokasi di Jalan Majang, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Kegiatan ini dilakukan atas permintaan pihak BPJS Kesehatan untuk memastikan seluruh sistem proteksi kebakaran berfungsi optimal.

Plt. Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Bone, Andi Supriadi, S.H., menjelaskan bahwa inspeksi mencakup pemeriksaan proteksi aktif dan pasif.

Langkah ini penting untuk memastikan kesiapan gedung dalam menghadapi potensi kebakaran.

“Inspeksi ini merupakan agenda wajib bagi setiap gedung. Tujuannya memastikan seluruh sistem dapat bekerja dengan baik, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal saat terjadi kebakaran,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).

Dalam pemeriksaan tersebut, tim mengecek berbagai perangkat proteksi aktif seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sprinkler, hidran gedung dan halaman, sistem alarm kebakaran, hingga detektor asap.

Sementara untuk proteksi pasif, tim memastikan kelayakan jalur evakuasi, pencahayaan darurat, tanda exit, titik kumpul, serta tangga darurat.

Kabid Pencegahan Disdamkarmat, Ir. Akbar, didampingi Kabid Sarana Pamiluddin, menambahkan bahwa manajemen keselamatan kebakaran gedung (MKKG) juga menjadi bagian penting dalam inspeksi.

“Semua aspek diperiksa secara detail agar tidak ada celah risiko. Ini bagian dari upaya pencegahan dini,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh bangunan, baik milik pemerintah maupun swasta, wajib melakukan inspeksi secara berkala. Hal ini untuk memastikan alat proteksi kebakaran tetap dalam kondisi siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

“Kami tentu berharap kesadaran akan pentingnya keselamatan kebakaran semakin meningkat, sehingga potensi risiko dapat ditekan sejak dini,” tutupnya. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru