SulawesiPos.com – Aktivitas lalu lintas di Jalan Agus Salim, Kabupaten Bone, terganggu setelah tumpahan solar menghampar di badan jalan, Kamis (16/7/2026).
Lokasinya dekat dari SPBU Agus Salim, tepatnya di depan toko emas mulia.
Permukaan aspal yang berubah licin menjadi “jebakan” bagi pengendara hingga mengakibatkan seorang pengguna sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal.
Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Beberapa pengendara bahkan memilih memperlambat laju kendaraannya karena khawatir mengalami nasib serupa.
Menerima laporan dari masyarakat, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bone langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Plt Kepala Damkar Bone, Supriadi melalui Kepala Bidang Sarana Damkar Bone, Pamiluddin, mengatakan laporan diterima dari warga yang meminta bantuan karena tumpahan solar dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Begitu menerima telepon dari warga, petugas langsung menuju lokasi. Kami melakukan penyemprotan menggunakan campuran air dan deterjen agar lapisan solar di atas aspal cepat hilang dan jalan kembali aman dilalui kendaraan,” ujar Pamiluddin.
Selama proses pembersihan berlangsung, petugas juga mengimbau para pengendara agar mengurangi kecepatan saat melintasi lokasi. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan susulan.
Sementara itu, salah seorang warga, Rusmin mengaku, tumpahan solar berasal dari truk pengangkut BBM.
Ia juga mengapresiasi respons cepat Damkar Bone. Menurut mereka, jika tumpahan solar tidak segera dibersihkan, bukan tidak mungkin akan ada lebih banyak korban yang terjatuh.
“Untung cepat ditangani Damkar. Jalannya sangat licin, motor saja langsung oleng. Kalau dibiarkan, bisa banyak korban,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Santi, pengguna jalan yang melintas sesaat setelah proses pembersihan dilakukan.
“Saya tadi sempat kaget melihat ada pengendara jatuh. Setelah Damkar datang dan menyemprot jalan, kami merasa jauh lebih aman untuk melintas,” katanya. (kar)


