SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Jumat, 10 Juli 2026, untuk meresmikan lima bendungan yang diproyeksikan memperkuat ketahanan air nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan. Lawatan kerja itu dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, NTB, dengan peresmian empat bendungan lain dilakukan secara bersamaan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden dijadwalkan meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, serta empat bendungan lain yang berada di sejumlah provinsi. Empat bendungan itu masing-masing Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
“Bapak Presiden Prabowo bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk melakukan kunjungan kerja. Di NTB, Bapak Presiden akan meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat dan secara bersamaan juga meresmikan empat bendungan lain, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan air nasional,” ujar Seskab.
Menurut Teddy, peresmian lima bendungan itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air yang memiliki fungsi strategis di berbagai sektor. Bukan hanya untuk irigasi pertanian, bendungan-bendungan tersebut juga diarahkan menopang penyediaan air baku, pengendalian banjir, dan pengembangan energi bersih.
Dengan fungsi ganda itu, pemerintah menempatkan proyek bendungan sebagai fondasi penting untuk menopang produktivitas pertanian dan pembangunan jangka panjang. Agenda ini juga berkaitan dengan dorongan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional lewat ketersediaan air yang lebih terjamin.
“Keberadaan bendungan-bendungan ini diharapkan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” lanjut Seskab.
Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden beserta rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 10.45 WIB. Dalam penerbangan menuju NTB, Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Peresmian lima bendungan di empat provinsi ini menegaskan bahwa agenda ketahanan air kini ditempatkan pemerintah sebagai bagian langsung dari strategi besar memperkuat pangan nasional. Dengan infrastruktur air yang lebih siap, pemerintah berharap produktivitas pertanian dan kebutuhan dasar masyarakat bisa lebih terjaga di tengah tantangan cuaca dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.


