Dalam operasi ini, tim gabungan mengerahkan tiga unit perahu karet serta 11 perahu nelayan untuk menyisir area perairan.
Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan karakteristik perairan setempat yang saat ini masih berada dalam musim penghujan.
“Meskipun cuaca di lokasi terpantau berawan, operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” ujar Arif Anwar.
“Meskipun kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan, kami berharap korban dapat segera ditemukan,” paparnya menekankan dikutip dari Antara Senin (2/2/2026).
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, antara lain Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud Sinjai, BPBD Sinjai, Tagana, personel Brimob, serta masyarakat dan potensi SAR lainnya.

