SulawesiPos.com – Tim bulu tangkis putra Indonesia mendapat kesempatan berbicara melalui video call dengan Presiden Prabowo Subianto setelah mengalahkan China 3-2 pada final Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Momen itu menjadi penutup emosional bagi skuad Merah Putih yang merebut emas setelah bangkit dari ketertinggalan 0-2.
Momen video call tersebut dibagikan melalui akun Instagram Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat.
Dalam foto dan video yang diunggah, para pemain serta ofisial tampak menerima perhatian dan dukungan Presiden setelah memastikan emas beregu putra.
“Terima kasih Bapak Presiden @prabowo atas perhatian, doa, dan dukungan yang terus diberikan untuk perjuangan para atlet Indonesia,” tulis Taufik dalam keterangan unggahannya pada Jumat dinihari (25/09/2026).
Ia menilai dukungan tersebut menjadi tambahan semangat bagi atlet Indonesia untuk menjaga perjuangan di ajang internasional.
“Dukungan seperti ini tentu menjadi tambahan semangat bagi para atlet untuk terus memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Merah Putih,” lanjutnya.
Dari Tertinggal 0-2 ke Panggilan Presiden
Indonesia berada di ujung tanduk setelah Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kehilangan dua partai pertama final.
China hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci emas. Alwi Farhan kemudian menjaga peluang Indonesia melalui partai ketiga.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyamakan skor menjadi 2-2 sebelum Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed tampil sebagai penentu pada partai kelima.
Ubed mengalahkan Weng Hongyang 23-21, 21-13.
Kemenangan itu memastikan Indonesia meraih emas pertama di Asian Games 2026 sekaligus mengakhiri penantian emas beregu putra sejak Bangkok 1998.
“Ya pastinya perasaannya campur aduk dan alhamdulillah senang juga bisa ngambil poin ini. Pastinya sangat banggalah bisa menyumbang poin untuk tim, karena tadi sempat tertinggal ya, sempat 0-2,” ujar Ubed seusai pertandingan.
Ubed mengatakan dirinya berusaha tidak larut dalam tekanan ketika tampil sebagai penentu.
“Ya mungkin tadi saya sedikit tidak terlalu memikirkan itu sih, pasti masih yakin kalau masih bisa. Tadi juga sempat tegang di awal-awal,” katanya.

Kesempatan video call dengan Presiden kemudian menjadi salah satu momen setelah perjuangan panjang tersebut.
Dukungan itu datang ketika tim Indonesia baru saja membalikkan final dari situasi kritis menjadi kemenangan bersejarah.


