Tur Pulang Kampung Veda Pratama: Dari Meet and Greet di Jakarta, Sowan ke Sri Sultan di Yogya, Pelesir ke Bali, hingga 90 Lap di Mandalika

Bagi Veda, pulang ke Yogyakarta membawa bobot emosional yang berbeda dibanding kota lain dalam tur ini.

“Selalu ada rasa bangga setiap kali kembali ke Yogyakarta, apalagi saya berasal dari Gunungkidul. Dukungan dari masyarakat di kampung halaman tentu menjadi motivasi yang sangat besar bagi saya,” ujar Veda.

Rangkaian di Yogyakarta kemudian ditutup dengan sowan kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Dalam pertemuan itu, Sri Sultan menyampaikan dukungan dan doa restu agar Veda dan Mario terus menjaga semangat juang saat membawa nama Indonesia di panggung balap dunia.

Menutup Tur dengan 90 Lap di Mandalika

Usai menuntaskan homecoming tour di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta, Veda langsung mengalihkan fokus ke lintasan.

Ia menjalani latihan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, pada 21-22 Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju paruh kedua musim Moto3 dan balapan kandang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9-11 Oktober mendatang.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Genjot 90 Lap di Mandalika, Jaga Momentum Jelang Paruh Kedua Moto3 2026

Hari pertama latihan tidak berjalan ideal. Veda hanya mencatatkan dua lap karena kendala teknis pada motor yang digunakannya.

“Ya sebenarnya kurang puas, baru dua lap tadi karena motornya ada masalah. Tapi saya senang bisa kembali ke Sirkuit Mandalika,” katanya.

Namun pada hari kedua, ritmenya langsung berubah. Veda menempuh 90 lap dari pagi hingga sore, jauh lebih intens dibanding sesi sebelumnya.

Ia menyebut target utamanya memang memanfaatkan sebanyak mungkin putaran untuk mengembalikan feeling di lintasan kebanggaan Indonesia itu.

“Target saya sebanyak-banyaknya berputar. Sudah lama juga tidak riding di Mandalika, jadi rasanya senang sekali bisa kembali latihan di sini. Saya benar-benar menikmati sesi latihan hari ini,” kata Veda.

Bagi Veda, pulang ke Yogyakarta membawa bobot emosional yang berbeda dibanding kota lain dalam tur ini.

“Selalu ada rasa bangga setiap kali kembali ke Yogyakarta, apalagi saya berasal dari Gunungkidul. Dukungan dari masyarakat di kampung halaman tentu menjadi motivasi yang sangat besar bagi saya,” ujar Veda.

Rangkaian di Yogyakarta kemudian ditutup dengan sowan kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Dalam pertemuan itu, Sri Sultan menyampaikan dukungan dan doa restu agar Veda dan Mario terus menjaga semangat juang saat membawa nama Indonesia di panggung balap dunia.

Menutup Tur dengan 90 Lap di Mandalika

Usai menuntaskan homecoming tour di Jakarta, Bali, dan Yogyakarta, Veda langsung mengalihkan fokus ke lintasan.

Ia menjalani latihan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, pada 21-22 Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju paruh kedua musim Moto3 dan balapan kandang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9-11 Oktober mendatang.

BACA JUGA:  Veda Ega Pratama Bikin Bangga Indonesia, Bonus dan Hadiahnya Bukan Lagi Main-Main: Uang Ratusan Juta hingga Mobil

Hari pertama latihan tidak berjalan ideal. Veda hanya mencatatkan dua lap karena kendala teknis pada motor yang digunakannya.

“Ya sebenarnya kurang puas, baru dua lap tadi karena motornya ada masalah. Tapi saya senang bisa kembali ke Sirkuit Mandalika,” katanya.

Namun pada hari kedua, ritmenya langsung berubah. Veda menempuh 90 lap dari pagi hingga sore, jauh lebih intens dibanding sesi sebelumnya.

Ia menyebut target utamanya memang memanfaatkan sebanyak mungkin putaran untuk mengembalikan feeling di lintasan kebanggaan Indonesia itu.

“Target saya sebanyak-banyaknya berputar. Sudah lama juga tidak riding di Mandalika, jadi rasanya senang sekali bisa kembali latihan di sini. Saya benar-benar menikmati sesi latihan hari ini,” kata Veda.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru