Sulawesipos.com – Aldila Sutjiadi mencatat pencapaian penting dalam kariernya setelah menjuarai nomor ganda Bad Homburg Open 2026 bersama pasangan asal Rusia, Vera Zvonareva, di Bad Homburg, Jerman, Sabtu (27/6/2026).
Petenis Indonesia itu meraih gelar WTA 500 pertamanya usai mengalahkan unggulan ketiga Demi Schuurs dan Ellen Perez dengan skor 6-1, 4-6, 10-5.
Gelar tersebut menjadi kabar besar bagi tenis Indonesia karena diraih di level WTA 500, salah satu jenjang elite dalam tur putri dunia.
Berdasarkan laman resmi WTA, Bad Homburg Open merupakan turnamen lapangan rumput kategori WTA 500 yang digelar pada 21-27 Juni 2026 dan menjadi salah satu agenda penting sebelum Wimbledon.
Bagi Aldila, trofi di Jerman itu bukan sekadar tambahan gelar, tetapi juga penanda berakhirnya penantian panjang di turnamen level atas.
Antara melaporkan kemenangan tersebut menjadi gelar WTA 500 pertama dalam karier Aldila setelah beberapa musim belum kembali naik podium juara pada ajang WTA 250 maupun WTA 500.
“Pastinya aku sangat senang sekali bisa meraih gelar WTA 500 pertama kali. Setelah sudah lama tidak menjuarai turnamen WTA 250 atau WTA 500, pastinya ini gelar yang sangat berharga buat aku,” kata Aldila dikutip dari Antara melalui pesan instan, Minggu.
Menang di final ketat setelah unggul cepat
Laga final berjalan dengan perubahan momentum yang tajam. Aldila dan Zvonareva tampil dominan pada set pertama dengan merebut kemenangan 6-1, tetapi lawan bangkit pada set kedua dan memaksakan super tie-break setelah menang 6-4.
Dalam situasi penentuan yang menegangkan, Aldila dan Zvonareva mampu menjaga ketenangan untuk menutup pertandingan dengan kemenangan 10-5.
Statistik resmi WTA menunjukkan pasangan ini tampil efektif, termasuk dengan memenangi 75 persen poin dari servis pertama mereka sepanjang pertandingan.
Keberhasilan menutup final lewat super tie-break terasa semakin penting karena pasangan Aldila sebelumnya beberapa kali gagal di momen serupa.
Menurut laporan ANTARA, hasil di Bad Homburg menjadi jawaban atas rangkaian kegagalan yang sempat membuat mereka tertahan di fase-fase akhir turnamen.
Jadi modal besar menuju musim lapangan rumput
Aldila mengakui musim 2026 belum sepenuhnya berjalan mulus, tetapi ia memilih tetap menjaga keyakinan bahwa kerja kerasnya akan berbuah hasil.
“Memang tahun ini hasilnya belum cukup bagus, tapi aku tetap percaya kalau kerja keras aku akan terbalas. Puji Tuhan akhirnya bisa mendapatkan gelar di Bad Homburg,” ujar petenis berusia 31 tahun itu.
Pelatih Aldila, Christopher Rungkat, menilai gelar tersebut punya arti emosional karena menjadi salah satu penanda awal yang manis dalam perjalanannya mendampingi Aldila sebagai pelatih.
Kepada ANTARA, Christopher menyebut timnya sempat beberapa kali kalah dalam super tie-break di turnamen lain sebelum akhirnya berhasil menuntaskan laga besar di Bad Homburg.
Menurut Christopher, gelar ini juga menunjukkan Aldila mulai kembali menemukan performa terbaiknya untuk bersaing di level atas.
Ia menilai musim masih panjang, tetapi keberhasilan di Bad Homburg bisa menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan diri pada rangkaian turnamen berikutnya.
Kemenangan di Bad Homburg memberi nilai lebih karena datang pada turnamen lapangan rumput level 500 terakhir sebelum Wimbledon.
Dengan gelar WTA 500 perdana yang kini sudah diraih, Aldila bukan hanya mengangkat nama Indonesia di panggung tenis dunia, tetapi juga membuka momentum baru untuk melanjutkan musim 2026 dengan kepercayaan diri lebih tinggi.


