HUT ke-111 PSM Makassar, HM Aksa Mahmud Minta PSM Pertahankan Kehormatan

SulawesiPos.com – Founder Bosowa Corporindo, HM Aksa Mahmud, meminta seluruh elemen PSM Makassar berjuang mempertahankan kehormatan klub agar tetap bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Pesan itu disampaikan dalam syukuran HUT ke-111 PSM Makassar bertema “Rise Together” di Top Room Lantai 19 Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (1/11/2026).

Aksa mengingatkan, usia 111 tahun menjadikan PSM sebagai klub tertua di Indonesia. Lebih dari itu, Juku Eja memiliki catatan sejarah yang membanggakan karena menjadi satu-satunya dari lima klub perserikatan tertua yang belum pernah mengalami degradasi.

Lima klub yang dimaksud Aksa adalah PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSMS Medan. Kelimanya merupakan perserikatan yang telah populer sejak masa awal kemerdekaan Indonesia.

“Ini lima perserikatan di masa lalu yang bubuyutan sejak seluruh awal kemerdekaan ini lima perserikatan yang sangat populer,” kata Aksa Mahmud.

Ia kemudian menegaskan keistimewaan PSM dibandingkan empat klub lainnya yang memiliki sejarah panjang tersebut.

BACA JUGA:  PSM Makassar Siapkan Empat Jersey Musim 2026/2027, Dua Edisi Spesial Sambut HUT Klub dan Kota

“Perlu saudara-saudara tahu bahwa dari lima perserikatan ini, satu-satunya yang belum pernah degradasi adalah PSM,” ujarnya.

Menurut Aksa, catatan sejarah tersebut harus menjadi motivasi bagi pemain, pelatih, ofisial, dan seluruh elemen tim untuk menjaga eksistensi PSM di kompetisi tertinggi.

Ia meminta seluruh anggota tim mengerahkan kemampuan terbaik demi mempertahankan kehormatan klub.

“Kita akan tetap bertahan di divisi satu. Oleh karena itu, di periode ini saya harapkan kepada saudara-saudara semuanya agar berjuang mati-matian, berjuang mati-matian untuk mempertahankan kehormatan PSM,” tegasnya.

Aksa juga mengingatkan pentingnya menjadikan filosofi Siri’ na Pacce sebagai landasan perjuangan. Baginya, nilai tersebut mencerminkan semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Pegang itu siri’ na pacce. Artinya, suatu semangat yang tidak boleh pernah putus asa. Artinya, patah-patahmu, patah kau punya tangan, tetap melawan. Kalau kakimu tidak bisa melawan, jiwamu yang harus melawan. Nah, itu yang saya harapkan semangat saudara-saudara harus ditanamkan di PSM,” tuturnya.

BACA JUGA:  Aksa Mahmud Soroti Masa Depan Pangan Dunia: Bill Gates Jadi Contoh, Revolusi Pertanian Tak Terelakkan

Jersey Klasik Simbol Kebangkitan PSM

Syukuran HUT ke-111 PSM Makassar juga dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang klub berjuluk Juku Eja tersebut.

Selain itu, manajemen meluncurkan jersey terbaru dengan nuansa klasik yang kembali menampilkan logo PSM Makassar tempo dulu.

Penggunaan identitas bersejarah tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang klub sekaligus pengingat akan kebesaran PSM.

Aksa berharap peluncuran jersey baru itu dapat membangkitkan motivasi seluruh awak tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya dengan semangat dan performa yang lebih maksimal.

“Mudah-mudahan dengan peluncuran baju baru ini dapat menambah motivasi tersendiri bagi seluruh awak PSM Makassar, sehingga semakin bergairah, penuh semangat, dan tampil lebih maksimal dalam pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

Perayaan tersebut digelar sehari lebih awal dari hari kelahiran PSM Makassar yang genap berusia 111 tahun pada Senin (2/11/2026).

SulawesiPos.com – Founder Bosowa Corporindo, HM Aksa Mahmud, meminta seluruh elemen PSM Makassar berjuang mempertahankan kehormatan klub agar tetap bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Pesan itu disampaikan dalam syukuran HUT ke-111 PSM Makassar bertema “Rise Together” di Top Room Lantai 19 Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (1/11/2026).

Aksa mengingatkan, usia 111 tahun menjadikan PSM sebagai klub tertua di Indonesia. Lebih dari itu, Juku Eja memiliki catatan sejarah yang membanggakan karena menjadi satu-satunya dari lima klub perserikatan tertua yang belum pernah mengalami degradasi.

Lima klub yang dimaksud Aksa adalah PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSMS Medan. Kelimanya merupakan perserikatan yang telah populer sejak masa awal kemerdekaan Indonesia.

“Ini lima perserikatan di masa lalu yang bubuyutan sejak seluruh awal kemerdekaan ini lima perserikatan yang sangat populer,” kata Aksa Mahmud.

Ia kemudian menegaskan keistimewaan PSM dibandingkan empat klub lainnya yang memiliki sejarah panjang tersebut.

BACA JUGA:  Siapa Appi? Jejak Munafri Arifuddin dari Dunia Usaha, Menantu Aksa Mahmud, Bos PSM, hingga Jadi Walikota Makassar

“Perlu saudara-saudara tahu bahwa dari lima perserikatan ini, satu-satunya yang belum pernah degradasi adalah PSM,” ujarnya.

Menurut Aksa, catatan sejarah tersebut harus menjadi motivasi bagi pemain, pelatih, ofisial, dan seluruh elemen tim untuk menjaga eksistensi PSM di kompetisi tertinggi.

Ia meminta seluruh anggota tim mengerahkan kemampuan terbaik demi mempertahankan kehormatan klub.

“Kita akan tetap bertahan di divisi satu. Oleh karena itu, di periode ini saya harapkan kepada saudara-saudara semuanya agar berjuang mati-matian, berjuang mati-matian untuk mempertahankan kehormatan PSM,” tegasnya.

Aksa juga mengingatkan pentingnya menjadikan filosofi Siri’ na Pacce sebagai landasan perjuangan. Baginya, nilai tersebut mencerminkan semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Pegang itu siri’ na pacce. Artinya, suatu semangat yang tidak boleh pernah putus asa. Artinya, patah-patahmu, patah kau punya tangan, tetap melawan. Kalau kakimu tidak bisa melawan, jiwamu yang harus melawan. Nah, itu yang saya harapkan semangat saudara-saudara harus ditanamkan di PSM,” tuturnya.

BACA JUGA:  PSM Fest 2026 Meriah, Ini Skuad Lengkap PSM Makassar Musim 2026/2027

Jersey Klasik Simbol Kebangkitan PSM

Syukuran HUT ke-111 PSM Makassar juga dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang klub berjuluk Juku Eja tersebut.

Selain itu, manajemen meluncurkan jersey terbaru dengan nuansa klasik yang kembali menampilkan logo PSM Makassar tempo dulu.

Penggunaan identitas bersejarah tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang klub sekaligus pengingat akan kebesaran PSM.

Aksa berharap peluncuran jersey baru itu dapat membangkitkan motivasi seluruh awak tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya dengan semangat dan performa yang lebih maksimal.

“Mudah-mudahan dengan peluncuran baju baru ini dapat menambah motivasi tersendiri bagi seluruh awak PSM Makassar, sehingga semakin bergairah, penuh semangat, dan tampil lebih maksimal dalam pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

Perayaan tersebut digelar sehari lebih awal dari hari kelahiran PSM Makassar yang genap berusia 111 tahun pada Senin (2/11/2026).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru