SulawesiPos.com – Persija Jakarta menjaga peluang lolos ke semifinal Piala Presiden 2026 setelah menundukkan PSMS Medan 4-1 pada laga Grup B di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu, 1 Agustus 2026, lewat lonjakan tiga gol dalam 10 menit akhir sesudah pertandingan sempat kembali imbang pada babak kedua.
Macan Kemayoran membuka keunggulan lebih dulu melalui Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-23.
PSMS lalu membalas lewat Ikhsan Chan pada menit ke-60 dan sempat membuat pertandingan kembali terbuka, sebelum Persija mengakhiri laga dengan gol Victor Dethan pada menit ke-80, Agi Firmansyah menit ke-84, dan Gustavo Almeida pada menit ke-88.
Kemenangan itu menjadi hasil penting bagi Persija yang masih memburu tiket ke empat besar, sekaligus kemenangan perdana tim asuhan Shin Tae-yong di fase grup setelah sebelumnya kalah dari Persebaya Surabaya dan bermain imbang melawan Port FC.
Sejak awal laga, Persija tampil menekan dengan permainan umpan pendek dan pressing tinggi.
Witan Sulaeman, Rio Fahmi, dan Fajar Fathurrahman beberapa kali memaksa PSMS kehilangan bola saat mencoba membangun serangan dari bawah.
Gol pembuka Persija lahir saat Rio Fahmi mengalirkan bola ke Arlyansyah.
Pemain muda itu kemudian mengecoh bek lawan sebelum menaklukkan kiper Rudi N. Rajak untuk membawa Persija unggul 1-0.
PSMS sebenarnya memberi tanda perlawanan sebelum turun minum.
Tim asal Medan itu sempat mengancam lewat tendangan bebas Phillerson yang membentur mistar pada menit ke-44, sementara Persija juga nyaris menambah gol melalui sepakan jarak jauh Rio Fahmi yang masih bisa diamankan Rudi.
PSMS Sempat Menghidupkan Laga
Memasuki babak kedua, PSMS tampil lebih berani dan langsung memperoleh peluang emas pada menit ke-46.
Tekanan itu akhirnya berbuah pada menit ke-60 ketika Ikhsan Chan mencetak gol balasan dan membuat skor berubah menjadi 1-1.
Momentum itu sempat membuat laga bergerak ke arah yang lebih seimbang.
PSMS berusaha menjaga intensitas, tetapi Persija tetap lebih rapi dalam menguasai tempo dan terus mencari ruang dari sisi sayap maupun bola-bola servis.
Pelatih PSMS Eko Purdjianto menilai masalah antisipasi bola mati menjadi salah satu sumber keruntuhan timnya pada fase akhir pertandingan.
“Selamat buat Persija yang menang 4-1. Ke depan kami akan memperbaiki kelemahan, terutama dari bola-bola servis yang beberapa kali membuat kami kebobolan,” kata Eko usai laga.
Persija Menutup Laga dengan Gelombang Akhir
Setelah laga sempat buntu cukup lama, Persija menemukan momentum pada 10 menit terakhir.
Victor Dethan membawa Persija unggul lagi pada menit ke-80, lalu Agi Firmansyah memperlebar jarak empat menit berselang.
PSMS yang sebelumnya mampu menjaga pertandingan tetap hidup akhirnya kehilangan kendali menjelang bubaran.
Gustavo Almeida kemudian melengkapi kemenangan Persija lewat gol pada menit ke-88 sekaligus menutup laga dengan skor telak 4-1.
Usai pertandingan, Shin Tae-yong memuji semangat juang para pemainnya, terutama kelompok muda yang kembali mendapat panggung dalam kemenangan tersebut.
Di sisi lain, hasil ini membuat PSMS menutup fase grup tanpa kemenangan, sementara Persija tetap menunggu kepastian nasibnya dalam perebutan tiket semifinal.

