Saat Gianni Infantino Bidik Masa Jabatan Ketiga, UEFA Mulai Cari Penantang Presiden FIFA

SulawesiPos.com – Gianni Infantino sudah menyatakan akan maju lagi dalam pemilihan presiden FIFA 2027, tetapi dukungan untuk melawannya mulai bergerak di Eropa.

Pada Selasa, 14 Juli 2026, Sports Business Journal melaporkan federasi-federasi UEFA mulai mencari kandidat yang bisa menghadang Infantino, setelah bos FIFA itu lebih dulu mengumumkan pencalonan periode ketiganya pada Kongres FIFA di Vancouver, 1 Mei 2026.

Angle terkuat dari perkembangan ini bukan pada siapa nama yang sedang dibahas, melainkan pada fakta bahwa pemilihan yang semula diperkirakan berjalan mulus kini mulai memunculkan oposisi.

Dalam laporan itu, Presiden UEFA Aleksander Ceferin disebut sebagai nama paling kuat, tetapi ia disebut lebih memilih bertahan di UEFA dan tidak ingin berhadapan langsung dengan Infantino.

Situasi itu membuat sejumlah federasi Eropa mulai melihat opsi lain. Nama Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi ikut disebut mendapat dukungan dari beberapa anggota UEFA, termasuk Belgia dan Polandia, meski ia dilaporkan tidak memiliki ambisi untuk maju.

BACA JUGA:  Sebelum Jadi Presiden Turki, Erdogan Sempat Berkarier sebagai Pemain Bola Profesional

Di saat yang sama, pejabat sepak bola dari Bosnia, Norwegia, Swedia, Jerman, dan Spanyol juga disebut telah membahas dukungan bagi kandidat Eropa lainnya.

Infantino Sudah Lebih Dulu Deklarasi

Infantino sendiri sudah mengumumkan niatnya untuk maju lagi sejak Kongres FIFA pada 1 Mei 2026.

Dalam pidatonya, ia berkata, “Infantino menegaskan kepada 211 asosiasi anggota FIFA bahwa ia akan kembali menjadi kandidat pada pemilihan presiden tahun depan.”

Pernyataan resmi itu penting karena menunjukkan bahwa kubu petahana bergerak lebih dulu dan berharap pemilihan berlangsung tanpa gangguan berarti.

Namun laporan terbaru dari Eropa memperlihatkan situasinya tidak sepenuhnya tenang, terutama setelah sejumlah isu kebijakan FIFA dan relasi politik Infantino memicu ketidaknyamanan di sebagian kalangan UEFA.

Di luar Eropa, posisi Infantino dinilai tetap kuat. Sports Business Journal menulis dukungan dari konfederasi lain masih menjadi modal penting bagi petahana, sehingga dorongan UEFA belum otomatis mengubah peta kekuasaan.

Karena itu, cerita ini bukan soal penantang yang sudah resmi muncul, melainkan tentang pertarungan pengaruh yang mulai terbuka menjelang pemilihan presiden FIFA 2027.

BACA JUGA:  Ronaldo Diduga Ucap “Bismillah” Sebelum Penalti, Portugal Singkirkan Kroasia 2-1 di Piala Dunia 2026

SulawesiPos.com – Gianni Infantino sudah menyatakan akan maju lagi dalam pemilihan presiden FIFA 2027, tetapi dukungan untuk melawannya mulai bergerak di Eropa.

Pada Selasa, 14 Juli 2026, Sports Business Journal melaporkan federasi-federasi UEFA mulai mencari kandidat yang bisa menghadang Infantino, setelah bos FIFA itu lebih dulu mengumumkan pencalonan periode ketiganya pada Kongres FIFA di Vancouver, 1 Mei 2026.

Angle terkuat dari perkembangan ini bukan pada siapa nama yang sedang dibahas, melainkan pada fakta bahwa pemilihan yang semula diperkirakan berjalan mulus kini mulai memunculkan oposisi.

Dalam laporan itu, Presiden UEFA Aleksander Ceferin disebut sebagai nama paling kuat, tetapi ia disebut lebih memilih bertahan di UEFA dan tidak ingin berhadapan langsung dengan Infantino.

Situasi itu membuat sejumlah federasi Eropa mulai melihat opsi lain. Nama Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi ikut disebut mendapat dukungan dari beberapa anggota UEFA, termasuk Belgia dan Polandia, meski ia dilaporkan tidak memiliki ambisi untuk maju.

BACA JUGA:  Sebelum Jadi Presiden Turki, Erdogan Sempat Berkarier sebagai Pemain Bola Profesional

Di saat yang sama, pejabat sepak bola dari Bosnia, Norwegia, Swedia, Jerman, dan Spanyol juga disebut telah membahas dukungan bagi kandidat Eropa lainnya.

Infantino Sudah Lebih Dulu Deklarasi

Infantino sendiri sudah mengumumkan niatnya untuk maju lagi sejak Kongres FIFA pada 1 Mei 2026.

Dalam pidatonya, ia berkata, “Infantino menegaskan kepada 211 asosiasi anggota FIFA bahwa ia akan kembali menjadi kandidat pada pemilihan presiden tahun depan.”

Pernyataan resmi itu penting karena menunjukkan bahwa kubu petahana bergerak lebih dulu dan berharap pemilihan berlangsung tanpa gangguan berarti.

Namun laporan terbaru dari Eropa memperlihatkan situasinya tidak sepenuhnya tenang, terutama setelah sejumlah isu kebijakan FIFA dan relasi politik Infantino memicu ketidaknyamanan di sebagian kalangan UEFA.

Di luar Eropa, posisi Infantino dinilai tetap kuat. Sports Business Journal menulis dukungan dari konfederasi lain masih menjadi modal penting bagi petahana, sehingga dorongan UEFA belum otomatis mengubah peta kekuasaan.

Karena itu, cerita ini bukan soal penantang yang sudah resmi muncul, melainkan tentang pertarungan pengaruh yang mulai terbuka menjelang pemilihan presiden FIFA 2027.

BACA JUGA:  Zinedine Zidane Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru