SulawesiPos.com – Legenda pemain dan mantan pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Umar merasa bersyukur klub kebanggaannya akhirnya lolos dari jurang degradasi di perhelatan Indonesia Super League 2025-2026. PSM dipastikan lolos, usai laga Persis Solo-Persebaya Surabaya berakhir dengan skor 0-0, Sabtu lalu (9/5/2026).
Menurut Syamsuddin, meskipun PSM konsisten di zona papan bawah, di peringkat 14 dari 18 tim, dengan poin 34, dengan sisa 2 pertandingan, PSM dapat dipastikan lolos dengan keunggulan head to head dengan klub Persis Solo, yang saat ini memiliki 28 poin, dengan asumsi matematis PSM tidak berhasil memenangkan 2 pertandingan terakhirnya, melawan Persib Bandung (17/5) dan Madura United (23/5), sedangkan Persis jika mampu memenangkan dua laga terakhirnya melawan Dewa United (16/5) dan Persita Tangerang (23/5), akan mengejar poin yang sama dengan PSM saat ini.
“Sekarang dengan posisinya sudah dinyatakan lolos dari jurang degradasi, PSM sudah berhak untuk liga yang akan datang, secara poin hampir sama, tapi secara head to head PSM unggul dari Persis, yang harus dikonsentrasikan PSM saat ini bagaimana mempersiapkan tim lebih bagus untuk berkiprah di kompetisi yang akan datang,” ujar Syamsuddin saat ditemui SulawesiPos.com, di Warkop Dg Anas, Makassar, Selasa (12/5/2026).
Di musim kompetisi Super League 2025-2026, Pasukan Ramang lebih unggul dari tim berjuluk Laskar Sambernyawa, dengan kemenangan PSM di laga pertama (29/11/2025), Persis-PSM, 3-4, di kandang Persis, Stadion Manahan Solo, dan hasil imbang, 1-1 di kandang PSM, Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare (4/4).
Menurut Syamsuddin, dengan nama besar sebagai klub sepakbola tertua di Indonesia, PSM hanya sekali berada di papan tengah, di posisi ranking 8.
Selebihnya berada di papan bawah klasemen. Hal ini tidak lepas dari beberapa persoalan, seperti pergantian pelatih di tengah jalan kompetisi, dari Bernardo Tavares ke Tomas Trucha, lalu tidak lama setelahnya dilanjutkan caretaker pelatih, Ahmad Amiruddin.
“Saat ini harus fokus memperbaiki tim yang lebih bagus ke depannya, jangan lagi materi dan kondisi PSM saat ini, dipakai untuk berjuang pada kompetisi yang akan datang,” tutup pelatih yang pernah mempersembahkan dua kampiun juara bagi PSM: trofi Perserikatan 1991-1992 dan Liga Indonesia 1999-2000. (mn abdurrahman)

