Plt Bupati: Pertumbuhan Ekonomi Gowa Minus, Serapan Anggaran 19 Persen

SulawesiPos.com — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menaruh perhatian serius terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan rendahnya tingkat penyerapan anggaran di Kabupaten Gowa yang kini menjadi sorotan nasional.

Darmawangsyah mengungkapkan bahwa saat ini pertumbuhan di Kabupaten Gowa mencatatkan angka minus, dengan realisasi penyerapan anggaran yang baru mencapai 19,5 persen, dari kepemimpinan Bupati sebelumnya yang baru saja dimakzulkan, Husniah Talenrang.

“Program yang sudah kami rencanakan ini akan kami segera percepat, karena memang pada proses sekarang juga, Gowa menjadi salah satu bagian yang disorot oleh nasional, kita berada di pertumbuhan yang minus. Kita penyerapan masih 19,5%,” ujar Darmawangsyah pada wartawan, Jumat malam (16/10/2026).

Ia menjelaskan, kendala tersebut dipicu oleh dinamika teknis yang sempat terjadi sebelumnya. Meski demikian, pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mempercepat realisasi program kerja.

Darmawangsyah optimistis sinergi dan kolaborasi antarinstansi di Pemkab Gowa dapat mengembalikan tren pertumbuhan ekonomi ke zona positif sebelum penutupan tahun anggaran.

BACA JUGA:  Bupati Gowa Husniah Talenrang Diperiksa 8 Jam dalam Kasus Dugaan Korupsi Seragam Sekolah Gratis Rp16 Miliar

Menjawab kekhawatiran terkait kelanjutan program prioritas pasca-kampanye, Darmawangsyah menegaskan tidak ada perubahan arah kebijakan. Seluruh program tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disepakati sejak awal.

“Itu tidak ada perubahan lagi karena itu sudah bagian dari RPJMD kami. Tidak ada perubahan sama sekali, yang ada adalah kami tuntaskan dan selesaikan, karena bukti daripada visi-misi kami itu masyarakat menerima, dan itulah kenapa kami terpilih waktu itu,” tegasnya.

Selain percepatan program, Pemkab Gowa juga berencana memulihkan posisi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sebelumnya sempat dinonaktifkan. Langkah pengaktifan kembali pejabat OPD ini dinilai sebagai krusial untuk menormalisasi tata kelola kepegawaian dan penyerapan anggaran daerah.

“Insyaallah, segera. Karena dengan pengaktifan itu, itulah kunci untuk kemudian menormalisasi semua kegiatan kepegawaian dan anggaran di Kabupaten Gowa,” pungkas Sekretaris Gerindra Sulsel ini.

SulawesiPos.com — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menaruh perhatian serius terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan rendahnya tingkat penyerapan anggaran di Kabupaten Gowa yang kini menjadi sorotan nasional.

Darmawangsyah mengungkapkan bahwa saat ini pertumbuhan di Kabupaten Gowa mencatatkan angka minus, dengan realisasi penyerapan anggaran yang baru mencapai 19,5 persen, dari kepemimpinan Bupati sebelumnya yang baru saja dimakzulkan, Husniah Talenrang.

“Program yang sudah kami rencanakan ini akan kami segera percepat, karena memang pada proses sekarang juga, Gowa menjadi salah satu bagian yang disorot oleh nasional, kita berada di pertumbuhan yang minus. Kita penyerapan masih 19,5%,” ujar Darmawangsyah pada wartawan, Jumat malam (16/10/2026).

Ia menjelaskan, kendala tersebut dipicu oleh dinamika teknis yang sempat terjadi sebelumnya. Meski demikian, pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mempercepat realisasi program kerja.

Darmawangsyah optimistis sinergi dan kolaborasi antarinstansi di Pemkab Gowa dapat mengembalikan tren pertumbuhan ekonomi ke zona positif sebelum penutupan tahun anggaran.

BACA JUGA:  Nakhoda MT Honour 25 Asal Gowa Selamat dari Penyanderaan, Ungkap Detik-detik Mencekam di Laut

Menjawab kekhawatiran terkait kelanjutan program prioritas pasca-kampanye, Darmawangsyah menegaskan tidak ada perubahan arah kebijakan. Seluruh program tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disepakati sejak awal.

“Itu tidak ada perubahan lagi karena itu sudah bagian dari RPJMD kami. Tidak ada perubahan sama sekali, yang ada adalah kami tuntaskan dan selesaikan, karena bukti daripada visi-misi kami itu masyarakat menerima, dan itulah kenapa kami terpilih waktu itu,” tegasnya.

Selain percepatan program, Pemkab Gowa juga berencana memulihkan posisi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sebelumnya sempat dinonaktifkan. Langkah pengaktifan kembali pejabat OPD ini dinilai sebagai krusial untuk menormalisasi tata kelola kepegawaian dan penyerapan anggaran daerah.

“Insyaallah, segera. Karena dengan pengaktifan itu, itulah kunci untuk kemudian menormalisasi semua kegiatan kepegawaian dan anggaran di Kabupaten Gowa,” pungkas Sekretaris Gerindra Sulsel ini.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru