Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah benar-benar dirasakan rakyat. Ia menyoroti pemerataan ekonomi, kekayaan SDA, dan swasembada pangan.
Anggota DPR Firman Soebagyo meminta pemerintah memberi ruang lebih besar bagi sektor swasta untuk berkembang. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 8 persen sulit tercapai jika dunia usaha terus menghadapi kebijakan yang dinilai menghambat investasi
Komisi XI DPR RI meminta kebijakan menjaga stabilitas rupiah dilakukan secara hati-hati agar tidak menghambat kredit UMKM dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh 6,88 persen pada triwulan I 2026 dan masuk enam besar nasional. PDRB capai Rp191,28 triliun, serapan tenaga kerja ikut meningkat.
Menteri Keuangan Purbaya menilai proyeksi Bank Dunia yang menyebut ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,7% pada 2026 keliru, dan optimistis pertumbuhan tetap di atas 5%.
Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui program padat karya seperti MBG, koperasi desa, dan pembangunan satu juta rumah yang diproyeksikan menyerap jutaan tenaga kerja.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas pada 2026 melalui percepatan belanja negara, perbaikan iklim investasi, serta penguatan koordinasi fiskal dan moneter.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari pertama di 2026 ditutup dengan poin 8.748,13, yang berarti menguat 101,1 poin atau 1,17 persen dibandingkan dengan penutupan bursa hari terakhir perdagangan tahun 2025.