SulawesiPos.com – Investor pasar modal di Sulawesi Selatan menembus 693.135 single investor identification (SID) hingga Juni 2026, melonjak 67,34 persen secara tahunan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mencatat pertumbuhan itu ditopang dominasi investor muda yang makin agresif masuk ke berbagai instrumen investasi.
Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin mengatakan lonjakan jumlah investor ini menunjukkan pasar modal kian diterima masyarakat sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Menurut dia, instrumen pasar modal sekarang semakin dikenal, semakin mudah diakses, dan mulai dipilih oleh lebih banyak warga di Sulsel.
“Investor pasar modal di Sulsel melonjak 67 persen dengan anak muda yang mendominasi minat investasi emas dan instrumen keuangan,” kata Moch Muchlasin dalam keterangan pers di Makassar, Minggu (5/7/2026).
OJK Sulselbar menilai pertumbuhan itu tidak lepas dari peningkatan literasi keuangan, edukasi pasar modal, dan perluasan akses layanan investasi yang lebih dekat ke masyarakat.
Kalangan muda disebut menjadi kelompok yang paling aktif, terutama pada instrumen yang dinilai mudah dipahami dan bisa dijangkau dari nominal kecil.
“Pertumbuhan jumlah investor menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang,” ujarnya.
Selain saham dan reksa dana, minat investasi emas juga disebut tetap kuat di kalangan investor pemula. OJK Sulselbar menyatakan akan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar pertumbuhan jumlah investor di Sulsel yang besar secara angka, dan juga diikuti pemahaman yang memadai dalam memilih instrumen legal sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing.


