SulawesiPos.com – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk menetapkan harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp170 per saham. Dengan harga tersebut, perseroan membidik dana segar sekitar Rp429,25 miliar dari pelepasan 2.525.000.000 saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Penetapan harga itu menempatkan nilai penawaran di batas atas kisaran bookbuilding sebelumnya, yakni Rp135 hingga Rp170 per saham.
Masa penawaran umum berlangsung pada 2 Juli 2026 sampai 8 Juli 2026, sedangkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 10 Juli 2026.
Dalam dokumen penawaran, seluruh saham yang dilepas merupakan saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham.
Perseroan juga menegaskan seluruh saham hasil IPO memiliki hak yang sama dengan saham biasa lainnya, termasuk hak dividen dan hak suara dalam rapat umum pemegang saham.
Dana yang dihimpun dari IPO akan dipakai untuk sejumlah agenda ekspansi dan penguatan usaha. Sekitar Rp29,95 miliar dialokasikan untuk pelunasan dipercepat seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Lalu sekitar Rp80 miliar disiapkan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif bernama Cipungland.
Selain itu, sekitar Rp161,45 miliar akan digunakan untuk belanja operasional penyelenggaraan konser di berbagai kota di Indonesia yang menghadirkan artis lokal maupun internasional.
Perseroan juga menyiapkan sekitar Rp35 miliar untuk membentuk entitas usaha baru bersama mitra usaha dalam pengembangan bisnis teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Rencana penggunaan dana lainnya adalah sekitar Rp85 miliar untuk ekspansi lewat akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia atau Slavina.
Sisanya akan digunakan sebagai setoran modal ke entitas anak, RNS, guna pengembangan usaha utama, termasuk peluncuran produk baru dan pengembangan lini produk berbasis rumput laut yang sudah ada.
Dari sisi valuasi, harga IPO Rp170 per saham membuat perseroan memiliki rasio price to earnings ratio (PER) 28,33 kali dan price to book value (PBV) 5,03 kali berdasarkan data 31 Desember 2025.
Dalam dokumen penawaran juga tercantum laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp61,04 miliar.
Perseroan menyatakan seluruh pemegang saham yang ada saat prospektus diterbitkan tunduk pada larangan pengalihan saham selama delapan bulan setelah pernyataan pendaftaran efektif.
Di luar itu, pengendali perseroan juga menyatakan tidak akan mengalihkan pengendalian atas perseroan dalam jangka waktu tiga tahun setelah pencatatan perdana, kecuali untuk memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.
Dengan harga yang dipasang di level tertinggi bookbuilding dan rencana penggunaan dana yang tersebar ke pelunasan utang, ekspansi wahana, konser, AI, kosmetik, serta pengembangan produk anak usaha, IPO RANS menjadi salah satu penawaran saham perdana yang paling menyita perhatian pasar pada awal Juli 2026.


