SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026). Salah satu perubahan posisi terjadi pada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Perombakan tersebut kemudian mendapat sorotan dari Guru Besar bidang Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Armin Arsyad, M.Si.
Armin menilai pergantian sejumlah pejabat dalam kabinet dapat dilihat sebagai upaya Presiden Prabowo melakukan penyesuaian terhadap jajaran pemerintahannya.
Ia menyebut persoalannya bukan semata-mata mengenai kinerja pejabat, tetapi juga kesesuaian hubungan kerja dengan presiden.
“Pemberhentian beberapa kabinet diganti dengan orang baru itu adalah upaya Pak Prabowo membersihkan kabinet yang kurang konek, bukan kurang berkinerja, kurang konek dengan beliau,” kata Armin kepada SulawesiPos.com, Jumat (2/10/2026).
Menurut Armin, sejumlah pejabat yang digeser merupakan bagian dari langkah untuk meningkatkan kinerja pemerintahan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
“Ada beberapa yang digeser, tetapi itu dalam rangka Pak Prabowo ini harus meningkatkan kinerja dan pelayanannya kepada masyarakat
agar masyarakat percaya bahwa dia adalah presiden yang layak dipilih lagi untuk periode 2029-2034,” ujarnya.
Armin juga menilai penataan kabinet perlu dilakukan secara bertahap. Ia menyampaikan pandangannya bahwa Prabowo perlu secara perlahan menyesuaikan komposisi pemerintahannya.
“Dia harus sabar secara perlahan keluar dari jeratannya orang-orang yang tidak suka dia, tetapi dia ada di dalam. Karena itu dia secara perlahan menggeser sedikit-sedikit kemudian secara perlahan memasukkan orang-orang yang loyal dengan Prabowo,” katanya.
Ia kemudian mengaitkan komposisi pemerintahan dengan dukungan terhadap pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan ke depan.
“Supaya nanti kalau pada saat pemilu kalau semua sudah orangnya Prabowo yang loyal dengan Prabowo eh semua di situ, maka dia akan memberikan bantuan kepada eh Prabowo dan pasangannya nanti untuk eh mempersembahkan pemerintahan pembangunan dan layanan yang terbaik untuk rakyat,” ujarnya.
Minta Prabowo Perkuat Tim Pemikir
Selain menyoroti penataan kabinet, Armin menyarankan agar pemerintah memiliki tim yang mampu membaca kebutuhan masyarakat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan.
“Saya ingin menyarankan juga Pak Prabowo bahwa dia harus memiliki tangki pemikir yang handal yang bisa memprediksi apa yang menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat, kemudian Pak Prabowo dan timnya ini mempersembahkan kepada seluruh rakyat,” katanya.
Menurut Armin, kebijakan pemerintah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan berpengaruh terhadap penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan.
“Sehingga dia berhasil mempersembahkan layanan pemerintahan pembangunan yang terbaik untuk rakyat, sehingga rakyat dengan senang hati memilihnya nanti pada Pemilu 2029 yang beberapa tahun lagi akan digelar,” ujarnya.
Armin juga menyampaikan pandangannya mengenai kondisi internal pemerintahan Prabowo pada periode pertama.
“Karena bagaimanapun juga periode pertamanya Prabowo ini masih banyak dikelilingi oleh orang-orang yang belum tentu tenang pada Prabowo.
Mungkin ada titipan orang lain yang berusaha mengambil alih kekuasaan dari Prabowo secara perlahan tapi pasti,” katanya.
Sementara itu, dalam reshuffle 1 Oktober 2026, Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Dudung Abdurachman. Pada saat yang sama, Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri dan Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.


