SulawesiPos.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di sejumlah daerah menuai berbagai kendala teknis, mulai dari gangguan komputer hingga server yang tidak stabil.
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai persoalan ini tidak hanya terjadi di Lampung, tetapi kemungkinan juga dialami di banyak provinsi lain.
“Mungkin di provinsi lain juga mengalami hal yang sama. Jadi pada saat TKA ini berlangsung, ada kendala komputer, server down, dan sebagainya,” ujarnya saat kunjungan kerja di Bandar Lampung.
Fikri menjelaskan, gangguan teknis tersebut berpotensi memengaruhi performa peserta, termasuk siswa berprestasi yang tidak dapat menunjukkan kemampuan optimalnya.
“Kemudian ada yang merasa dirugikan karena pintar, tapi kemudian karena problematikanya, maka hasilnya mungkin tidak menggembirakan,” katanya.
Hal ini dinilai menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada akurasi penilaian kemampuan akademik siswa.
Apresiasi Sikap Terbuka Pemprov Lampung
Dalam kesempatan tersebut, Fikri juga mengapresiasi sikap Pemerintah Provinsi Lampung yang menerima hasil TKA secara terbuka.
Meski tingkat partisipasi berada di peringkat ke-25 dari 38 provinsi dan tingkat kelulusan baru sekitar 10–14 persen, para pemangku kepentingan pendidikan tetap menjadikan hasil tersebut sebagai bahan refleksi.
“Ini bagus, semuanya diterima dengan baik,” ujarnya.
Fikri menegaskan bahwa hasil TKA seharusnya tidak hanya dilihat sebagai capaian angka semata, melainkan sebagai instrumen penting untuk perencanaan pendidikan ke depan.
Ia mendorong seluruh daerah menjadikan pelaksanaan TKA sebagai momentum evaluasi guna meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
“Ini jadi alat untuk perencanaan pendidikan ke depan. Mudah-mudahan provinsi lain juga seperti itu, tidak usah berkecil hati,” pungkasnya.

