Pemerintah merencanakan pembangunan 20 Sekolah Garuda Baru hingga 2029.
Pada tahap awal tahun 2025, empat sekolah ditargetkan dibangun dan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Selain soal anggaran, Sofyan juga menyoroti target Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi yang dinilai cukup menantang.
Ia menyebut APK pendidikan tinggi pada 2025 baru mencapai 32,89 persen, masih di bawah target 33,94 persen, sementara target 2026 ditetapkan naik menjadi 34,92 persen.
“Ini angka yang tidak kecil. Tak usah jauh-jauh Korea Selatan, APK kuliah mereka itu sudah lebih tinggi daripada kita,” ujarnya.
Menurut Sofyan, peningkatan APK sangat bergantung pada ketersediaan akses beasiswa, khususnya bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu.
Karena itu, ia menilai dukungan anggaran untuk KIP Kuliah masih belum memadai.
Bahkan, ia mengaku menerima informasi adanya potensi penurunan kuota penerima beasiswa KIP Kuliah dari 200 ribu menjadi 170 ribu mahasiswa baru.
“Mudah-mudahan nggak jadi, Pak Menteri,” ucapnya.
Sofyan pun mendorong Mendiktisaintek agar memperjuangkan tambahan anggaran beasiswa langsung kepada Presiden.

