24 C
Makassar
3 February 2026, 1:38 AM WITA

IHSG Anjlok, Bamsoet Ingatkan Sensitivitas Investor Terhadap Kondisi Politik-EkonomiĀ 

Overview:Ā 

  • Bamsoet menilai faktor politik dan arah kebijakan ekonomi semakin memengaruhi keputusan investor, terutama asing.
  • Pemerintah didorong memperkuat komunikasi publik untuk menegaskan stabilitas sistem keuangan nasional.
  • BEI dijadwalkan bertemu MSCI untuk membahas isu regulasi dan transparansi, dengan pemerintah menjaga independensi bursa.

SulawesiPos.com – Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyoroti kondisi tersebut seiring dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat anjlok berturut-turut hingga 16 persen.

Bamsoet menilai bahwa kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan negara dan kondisi otoritas keuangan disebut menjadi variabel utama dalam pengambilan keputusan investasi.

ā€œDalam pengambilan keputusan investasi, investor asing tidak lagi memisahkan ekonomi dari politik. Ketika salah satu ditanyakan, pasar bereaksi keras,ā€ kata Bamsoet dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Menurut anggota Komisi III DPR RI itu, pemerintah perlu memperkuat strategi komunikasi publik yang terkoordinasi untuk meredam kekhawatiran pasar.

Narasi yang disampaikan, kata dia, harus menegaskan bahwa sistem keuangan nasional tetap berada dalam kondisi terkendali.

Baca Juga: 
Menkum: KUHP dan KUHAP Produk Politik, Tak Bisa Puaskan Semua Pihak

“Pengawasan berjalan, dan negara memiliki kapasitas penuh untuk menjaga stabilitas. Komunikasi yang lambat atau saling bertentangan justru akan memperdalam ketidaknyamanan,” ucap Bamsoet.

Ia menambahkan, tekanan yang terjadi di pasar modal juga seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempercepat reformasi tata kelola.

Sejumlah langkah yang dinilai perlu dipercepat antara lain peningkatan transparansi, perbaikan struktur kepemilikan saham dan kebijakan free float, serta penguatan basis investor domestik.

ā€œSebagai sinyal keseriusan Indonesia memperkuat fondasi pasar keuangan, negara harus bergerak cepat, terkoordinasi, dan tegas. Kalau momentum ini dikelola dengan tepat, krisis kepercayaan bisa diubah menjadi titik balik penguatan tata kelola,ā€ ujar Bamsoet.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera bertemu dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Overview:Ā 

  • Bamsoet menilai faktor politik dan arah kebijakan ekonomi semakin memengaruhi keputusan investor, terutama asing.
  • Pemerintah didorong memperkuat komunikasi publik untuk menegaskan stabilitas sistem keuangan nasional.
  • BEI dijadwalkan bertemu MSCI untuk membahas isu regulasi dan transparansi, dengan pemerintah menjaga independensi bursa.

SulawesiPos.com – Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyoroti kondisi tersebut seiring dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat anjlok berturut-turut hingga 16 persen.

Bamsoet menilai bahwa kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan negara dan kondisi otoritas keuangan disebut menjadi variabel utama dalam pengambilan keputusan investasi.

ā€œDalam pengambilan keputusan investasi, investor asing tidak lagi memisahkan ekonomi dari politik. Ketika salah satu ditanyakan, pasar bereaksi keras,ā€ kata Bamsoet dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Menurut anggota Komisi III DPR RI itu, pemerintah perlu memperkuat strategi komunikasi publik yang terkoordinasi untuk meredam kekhawatiran pasar.

Narasi yang disampaikan, kata dia, harus menegaskan bahwa sistem keuangan nasional tetap berada dalam kondisi terkendali.

Baca Juga: 
Berikut Ini Prediksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Kamis 29 januari 2026

“Pengawasan berjalan, dan negara memiliki kapasitas penuh untuk menjaga stabilitas. Komunikasi yang lambat atau saling bertentangan justru akan memperdalam ketidaknyamanan,” ucap Bamsoet.

Ia menambahkan, tekanan yang terjadi di pasar modal juga seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempercepat reformasi tata kelola.

Sejumlah langkah yang dinilai perlu dipercepat antara lain peningkatan transparansi, perbaikan struktur kepemilikan saham dan kebijakan free float, serta penguatan basis investor domestik.

ā€œSebagai sinyal keseriusan Indonesia memperkuat fondasi pasar keuangan, negara harus bergerak cepat, terkoordinasi, dan tegas. Kalau momentum ini dikelola dengan tepat, krisis kepercayaan bisa diubah menjadi titik balik penguatan tata kelola,ā€ ujar Bamsoet.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera bertemu dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/