Presiden Prabowo Sebut SWF Kelola Aset Negara Senilai USD 1 Triliun
Overview
-
Pemerintah membentuk SWF terbaru bernama DANANTARA untuk mengonsolidasikan dan mengelola aset negara secara terpadu senilai USD 1 triliun.
-
Presiden Prabowo menegaskan setiap pimpinan BUMN wajib bertanggung jawab atas pengelolaan aset negara dan memastikan transparansi serta akuntabilitas.
-
Rakornas 2026 menekankan sinergi pusat dan daerah dalam implementasi program prioritas Presiden demi mendorong pertumbuhan ekonomi.
SulawesiPos.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya persatuan sebagai fondasi untuk mewujudkan bangsa yang aman, sejahtera, dan berdaya saing.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti pengelolaan kekayaan negara yang terfragmentasi di sejumlah BUMN.
Menurut Prabowo, sebelumnya aset-aset negara tersebar di lebih dari 1.000 perusahaan, sehingga sulit dikelola secara optimal.
“Bayangkan, siapa yang bisa mengelola 1.000 perusahaan sekaligus? Ini akal-akalan,” tegasnya.
Sebagai solusi, pemerintah telah membentuk Sovereign Wealth Fund (SWF), yang menghimpun seluruh aset negara menjadi satu pengelolaan terpadu.
Saat ini, nilai dana yang dikelola mencapai USD 1 triliun, dengan tujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan daya saing investasi negara.
Prabowo menegaskan, setiap pimpinan BUMN harus bertanggung jawab atas pengelolaan aset negara.
“Jangan enak-enak kau. Siap-siap kau dipanggil kejaksaan,” ujarnya, memberi peringatan tegas agar tata kelola perusahaan negara lebih profesional dan akuntabel.
Rakornas 2026 yang mengangkat tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” ini diikuti oleh gubernur, bupati, wali kota, ketua DPRD provinsi dan kabupaten/kota, serta unsur Forkopimda dari seluruh Indonesia.

