Karena itu, ia mendorong agar evaluasi kinerja Polri juga diarahkan pada pembinaan sikap, etika, dan empati anggota.
Komisi III DPR RI, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar reformasi Polri tidak berhenti pada tataran kebijakan, melainkan benar-benar tercermin dalam tindakan aparat di lapangan.
“Kepercayaan publik tidak dibangun dari pidato atau laporan, tetapi dari tindakan nyata. Ini yang harus menjadi fokus bersama,” pungkas Rikwanto.

