Overview:
- DPP PKB menetapkan Azhar Arsyad sebagai Ketua DPW PKB Sulsel periode 2026–2031 setelah lolos Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
- Berdasarkan data LHKPN, total harta kekayaan Azhar Arsyad mencapai Rp12,08 miliar tanpa tercatat memiliki utang.
- Aset terbesar Azhar berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Makassar, Soppeng, dan Pinrang.
SulawesiPos.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menunjuk Azhar Arsyad sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Selatan untuk masa bakti 2026–2031.
Penetapan ini sekaligus menempatkan kembali mantan calon Wakil Gubernur Sulsel tersebut sebagai figur sentral PKB di Sulsel lima tahun ke depan.
Di tengah penunjukan itu, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2023 mencatat total kekayaan Azhar Arsyad mencapai Rp12.083.223.821.
Dalam laporan tersebut, tidak tercatat adanya utang, sehingga seluruh nilai tersebut merupakan kekayaan bersih.
Aset terbesar Azhar berasal dari tanah dan bangunan dengan total nilai Rp9,97 miliar.
Properti tersebut tersebar di sejumlah daerah, termasuk Kota Makassar, Kabupaten Soppeng, dan Kabupaten Pinrang.
Beberapa di antaranya merupakan tanah dan bangunan bernilai miliaran rupiah di wilayah Makassar.
Selain properti, Azhar juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp1,54 miliar.
Koleksi kendaraan itu antara lain Toyota Alphard tahun 2017, Mitsubishi Jeep, Mitsubishi Xpander, serta beberapa kendaraan lainnya.
Azhar juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp265 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp308,22 juta.
Tidak terdapat laporan kepemilikan surat berharga maupun harta lainnya.
Penetapan Azhar sebagai Ketua DPW PKB Sulsel dilakukan setelah ia dinyatakan lolos seluruh tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang digelar DPP PKB di Jakarta.
Proses tersebut menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan (SK) kepengurusan wilayah.
“Penyerahan SK dan Pakta Integritas oleh DPP, Insya Allah akan dilaksanakan pada 1 Februari di Jakarta,” ujar Azhar Arsyad usai mengikuti sosialisasi kepengurusan DPW PKB Sulsel secara daring dari Kantor DPW PKB Sulsel di Makassar, Sabtu (24/1/2026).
Azhar menilai UKK kali ini menunjukkan keseriusan DPP PKB dalam menata organisasi dan menyiapkan kader pemimpin daerah.
“Tesnya lebih berat. Mulai dari tes psikologi hingga berbagai tahapan penilaian lainnya. Intinya, seleksi kali ini sangat ketat,” ungkapnya.
Menurut Azhar, mekanisme UKK tidak hanya diberlakukan bagi calon ketua DPW, tetapi juga diikuti sejumlah pengurus pusat.
Ia menyebut salah satu tokoh penting DPP PKB, Gus Abdul Halim, turut menjalani proses tersebut.
“Saat UKK di pusat, hanya saya yang melanjutkan ke tahap berikutnya. Karena itu Sulsel akhirnya memiliki calon tunggal,” jelasnya.
Azhar dijadwalkan dilantik bersama para Ketua DPW PKB se-Indonesia dalam agenda pelantikan serentak di Jakarta pada 1–3 Februari 2026, yang juga akan dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas.

