Siswa Belajar di Lantai dan Berlumpur, Komisi X DPR Soroti Hak Siswa dan Guru di Daerah Bencana

Overview: 

  • Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan menyoroti kondisi sekolah di Aceh Utara yang masih belajar dalam situasi yang tidak layak.
  • Ia mendesak pemerintah untuk menyiapkan semua perlengkapan dari perlengkapan kelas hingga alat tulis.
  • Sofyan juga menuntut dipenuhinya hak guru di lokasi terdampak bencana

SulawesiPos.com – Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan mengungkapkan kondisi memprihatinkan proses belajar-mengajar di Aceh Utara pascabencana yang melanda wilayah tersebut.

Dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) di Senayan, Rabu (21/1/2026), Sofyan melaporkan bahwa ribuan siswa terpaksa belajar dalam situasi yang jauh dari layak.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti masih banyaknya sekolah yang tertutup lumpur pekat, sehingga menghambat aktivitas pendidikan.

Minimnya sarana dasar seperti meja, kursi, hingga papan tulis membuat siswa harus berbagi satu ruangan sempit dan duduk di lantai.

Sofyan menjelaskan bahwa infrastruktur pendidikan di Aceh Utara mengalami kerusakan struktural dan fungsional yang serius.

BACA JUGA:  Titiek Soeharto Sebut Diskon Pupuk Bersubsidi 20 Persen Tambah Gairah Petani

Perabotan sekolah banyak yang hancur atau tidak dapat digunakan kembali akibat terendam banjir lumpur dalam waktu lama.

“Faktanya di lapangan masih banyak lumpur yang berakibat pada terhambatnya proses belajar-mengajar. Siswa harus duduk di lantai karena meja dan kursi rusak. Perlengkapan wajib seperti buku dan alat tulis juga harus segera disiapkan,” tegas Sofyan Tan.

Ia mendesak pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi dukungan berkelanjutan agar sekolah dapat kembali berfungsi secara layak dan bermartabat.

Selain fasilitas bagi siswa, Komisi X juga menyoroti nasib para tenaga pendidik.

Sofyan meminta kementerian segera mencairkan tunjangan darurat bagi guru yang terdampak bencana.

Ia juga mengkritisi penggunaan tenda darurat yang dinilai sudah tidak representatif karena suhu udara yang terlalu panas saat siang hari.

“Hak-hak guru harus segera terpenuhi. Kondisi tenda darurat juga sudah terlalu panas, ini tidak kondusif bagi anak-anak. Hari demi hari perkembangan di lapangan harus dipantau terus karena banyaknya siswa yang terdampak,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Dasco Minta Pemerintah Tunda Impor 105 Ribu Pick Up dari India

DPR meminta Mendikdasmen untuk menerapkan kebijakan pembelajaran yang tidak hanya fleksibel, tetapi juga adaptif terhadap kondisi darurat.

Hal ini penting agar anak-anak di Aceh Utara tidak kehilangan hak pendidikan mereka terlalu lama akibat situasi pascabencana yang belum pulih sepenuhnya.

Overview: 

  • Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan menyoroti kondisi sekolah di Aceh Utara yang masih belajar dalam situasi yang tidak layak.
  • Ia mendesak pemerintah untuk menyiapkan semua perlengkapan dari perlengkapan kelas hingga alat tulis.
  • Sofyan juga menuntut dipenuhinya hak guru di lokasi terdampak bencana

SulawesiPos.com – Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan mengungkapkan kondisi memprihatinkan proses belajar-mengajar di Aceh Utara pascabencana yang melanda wilayah tersebut.

Dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) di Senayan, Rabu (21/1/2026), Sofyan melaporkan bahwa ribuan siswa terpaksa belajar dalam situasi yang jauh dari layak.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menyoroti masih banyaknya sekolah yang tertutup lumpur pekat, sehingga menghambat aktivitas pendidikan.

Minimnya sarana dasar seperti meja, kursi, hingga papan tulis membuat siswa harus berbagi satu ruangan sempit dan duduk di lantai.

Sofyan menjelaskan bahwa infrastruktur pendidikan di Aceh Utara mengalami kerusakan struktural dan fungsional yang serius.

BACA JUGA:  DPR Desak Jaringan Narkoba di Lapas Diusut Tuntas, Jangan Hanya Tangkap Kurir

Perabotan sekolah banyak yang hancur atau tidak dapat digunakan kembali akibat terendam banjir lumpur dalam waktu lama.

“Faktanya di lapangan masih banyak lumpur yang berakibat pada terhambatnya proses belajar-mengajar. Siswa harus duduk di lantai karena meja dan kursi rusak. Perlengkapan wajib seperti buku dan alat tulis juga harus segera disiapkan,” tegas Sofyan Tan.

Ia mendesak pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi dukungan berkelanjutan agar sekolah dapat kembali berfungsi secara layak dan bermartabat.

Selain fasilitas bagi siswa, Komisi X juga menyoroti nasib para tenaga pendidik.

Sofyan meminta kementerian segera mencairkan tunjangan darurat bagi guru yang terdampak bencana.

Ia juga mengkritisi penggunaan tenda darurat yang dinilai sudah tidak representatif karena suhu udara yang terlalu panas saat siang hari.

“Hak-hak guru harus segera terpenuhi. Kondisi tenda darurat juga sudah terlalu panas, ini tidak kondusif bagi anak-anak. Hari demi hari perkembangan di lapangan harus dipantau terus karena banyaknya siswa yang terdampak,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Targetkan Semua Kelas Punya Layar Pintar, Bisa Dipantau Langsung dari Jakarta

DPR meminta Mendikdasmen untuk menerapkan kebijakan pembelajaran yang tidak hanya fleksibel, tetapi juga adaptif terhadap kondisi darurat.

Hal ini penting agar anak-anak di Aceh Utara tidak kehilangan hak pendidikan mereka terlalu lama akibat situasi pascabencana yang belum pulih sepenuhnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru