Trump Lobi Presiden FIFA, Minta Sanksi Kartu Merah Striker AS Folarin Balogun Dibatalkan

SulawesiPos.com – Pembatalan skors satu pertandingan untuk striker Amerika Serikat Folarin Balogun jelang laga 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia memicu polemik internasional setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump ikut menghubungi FIFA untuk meminta peninjauan ulang. Keputusan itu membuat Balogun tetap bisa tampil saat tim tuan rumah menghadapi Belgia, sementara lawan mereka mempertanyakan dasar pembalikan sanksi tersebut.

Balogun sebelumnya menerima kartu merah saat Amerika Serikat menang 2-0 atas Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar, Rabu, 1 Juli 2026. Kartu merah itu semula memicu hukuman larangan bermain satu pertandingan, tetapi FIFA pada Minggu, 5 Juli 2026, mengumumkan sanksi tersebut ditangguhkan sehingga striker yang sudah mencetak tiga gol di turnamen itu tetap tersedia untuk pertandingan berikutnya.

Laporan sejumlah media internasional menyebut Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino setelah laga kontra Bosnia-Herzegovina. Intervensi itu disebut dilakukan ketika Balogun dipastikan terancam absen pada fase gugur yang krusial bagi Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Video AI Haaland dan Vinicius Jr Ala White Chicks Viral Jelang Brasil vs Norwegia, Terry Crews Ikut Bereaksi

Trump kemudian merespons keputusan FIFA lewat media sosial dengan memuji pembatalan sanksi tersebut. Di saat yang sama, keputusan itu langsung memancing reaksi keras dari Belgia yang akan menjadi lawan Amerika Serikat di babak 16 besar.

Belgia Soroti Dasar Keputusan FIFA

Federasi Sepak Bola Belgia dilaporkan menyatakan keheranan atas keputusan FIFA yang membatalkan efek larangan bermain dari kartu merah Balogun. Polemik membesar karena hukuman akibat kartu merah langsung dalam laga Piala Dunia umumnya berjalan otomatis, sehingga pembalikan sanksi dinilai sebagai langkah yang sangat tidak biasa.

Sejumlah laporan media menyebut FIFA menggunakan kewenangan dalam kode disiplin untuk menangguhkan efek sanksi, meski kartu merah itu sendiri tetap tercatat. Keputusan tersebut membuat perdebatan bergeser dari sekadar insiden di lapangan menjadi isu tata kelola, konsistensi aturan, dan dugaan pengaruh politik terhadap badan sepak bola dunia.

Bagi Amerika Serikat, kehadiran Balogun jelas menjadi keuntungan besar karena ia merupakan salah satu tumpuan utama lini depan sepanjang turnamen. Namun bagi pihak lawan dan pengamat, kasus ini memunculkan pertanyaan serius tentang transparansi proses pengambilan keputusan FIFA di tengah sorotan global Piala Dunia 2026.

BACA JUGA:  Messi dan Salah Akan Bertemu, Argentina Vs Mesir Panaskan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Hubungan dekat Trump dan Infantino juga ikut diseret ke dalam perdebatan. Keduanya beberapa kali tampil bersama dalam agenda terkait Piala Dunia 2026, sehingga kabar adanya panggilan langsung dari Gedung Putih ke pucuk pimpinan FIFA membuat kontroversi ini tidak lagi dipandang semata sebagai persoalan teknis disiplin pertandingan.

SulawesiPos.com – Pembatalan skors satu pertandingan untuk striker Amerika Serikat Folarin Balogun jelang laga 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia memicu polemik internasional setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump ikut menghubungi FIFA untuk meminta peninjauan ulang. Keputusan itu membuat Balogun tetap bisa tampil saat tim tuan rumah menghadapi Belgia, sementara lawan mereka mempertanyakan dasar pembalikan sanksi tersebut.

Balogun sebelumnya menerima kartu merah saat Amerika Serikat menang 2-0 atas Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar, Rabu, 1 Juli 2026. Kartu merah itu semula memicu hukuman larangan bermain satu pertandingan, tetapi FIFA pada Minggu, 5 Juli 2026, mengumumkan sanksi tersebut ditangguhkan sehingga striker yang sudah mencetak tiga gol di turnamen itu tetap tersedia untuk pertandingan berikutnya.

Laporan sejumlah media internasional menyebut Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino setelah laga kontra Bosnia-Herzegovina. Intervensi itu disebut dilakukan ketika Balogun dipastikan terancam absen pada fase gugur yang krusial bagi Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Trump Klaim Iran Beri “Hadiah” Minyak dan Gas, Terkait Negosiasi untuk Akhiri Konflik

Trump kemudian merespons keputusan FIFA lewat media sosial dengan memuji pembatalan sanksi tersebut. Di saat yang sama, keputusan itu langsung memancing reaksi keras dari Belgia yang akan menjadi lawan Amerika Serikat di babak 16 besar.

Belgia Soroti Dasar Keputusan FIFA

Federasi Sepak Bola Belgia dilaporkan menyatakan keheranan atas keputusan FIFA yang membatalkan efek larangan bermain dari kartu merah Balogun. Polemik membesar karena hukuman akibat kartu merah langsung dalam laga Piala Dunia umumnya berjalan otomatis, sehingga pembalikan sanksi dinilai sebagai langkah yang sangat tidak biasa.

Sejumlah laporan media menyebut FIFA menggunakan kewenangan dalam kode disiplin untuk menangguhkan efek sanksi, meski kartu merah itu sendiri tetap tercatat. Keputusan tersebut membuat perdebatan bergeser dari sekadar insiden di lapangan menjadi isu tata kelola, konsistensi aturan, dan dugaan pengaruh politik terhadap badan sepak bola dunia.

Bagi Amerika Serikat, kehadiran Balogun jelas menjadi keuntungan besar karena ia merupakan salah satu tumpuan utama lini depan sepanjang turnamen. Namun bagi pihak lawan dan pengamat, kasus ini memunculkan pertanyaan serius tentang transparansi proses pengambilan keputusan FIFA di tengah sorotan global Piala Dunia 2026.

BACA JUGA:  Brasil vs Jepang: Menunggu Aksi Neymar, Ujian Serius Selecao di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Hubungan dekat Trump dan Infantino juga ikut diseret ke dalam perdebatan. Keduanya beberapa kali tampil bersama dalam agenda terkait Piala Dunia 2026, sehingga kabar adanya panggilan langsung dari Gedung Putih ke pucuk pimpinan FIFA membuat kontroversi ini tidak lagi dipandang semata sebagai persoalan teknis disiplin pertandingan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru