Tuchel Sebut Kemenangan Inggris atas Meksiko di Azteca sebagai Laga Ikonik, Harry Kane: Kami Gali Energi Terakhir

SulawesiPos.com – Thomas Tuchel menyebut kemenangan dramatis Inggris atas Meksiko di Stadion Azteca sebagai laga ikonik setelah The Three Lions lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 lewat kemenangan 3-2, Minggu, 5 Juli 2026. Dalam laga yang berjalan keras dan emosional itu, Harry Kane mengatakan Inggris harus menggali seluruh tenaga dan keyakinan mereka untuk bertahan hingga peluit akhir.

Inggris merebut tiket delapan besar setelah Jude Bellingham mencetak dua gol cepat di babak pertama, lalu Kane menambah satu gol lewat titik penalti. Kemenangan itu terasa semakin besar karena Inggris harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54 setelah Jarell Quansah menerima kartu merah, sementara Meksiko terus menekan di depan publik sendiri.

Tuchel menilai kemenangan di markas salah satu tuan rumah Piala Dunia itu menjadi bukti mentalitas timnya ketika menghadapi tekanan berat. Ia mengatakan Inggris berkali-kali kehilangan momentum dalam pertandingan, tetapi tetap mampu menjaga kepercayaan diri dan tidak menyerah.

BACA JUGA:  Jadwal Piala Dunia 2026 Selasa 16 Juni: Spanyol vs Tanjung Verde, Belgia vs Mesir hingga Iran vs Selandia Baru

“”Saya sangat bangga. Kita membutuhkan segalanya. Itu sangat sulit,” kata Tuchel seperti dikutip dari laman resmi England Football.

Ia menambahkan bahwa pertandingan di Azteca melawan Meksiko menjadi ujian besar yang menuntut pengorbanan penuh dari seluruh pemain.

“Ini Azteca, ini Meksiko, pertandingan yang gila. Kami telah mengerahkan segalanya di luar sana, setiap orang dari kami.” ujar Tuchel.

Tuchel Sebut Inggris Masih Bisa Lebih Baik

Meski puas dengan hasilnya, Tuchel menegaskan performa Inggris belum mencapai versi terbaik yang ia bayangkan. Menurut dia, timnya masih memiliki banyak ruang untuk membaik, terutama dalam penguasaan bola dan menemukan ruang permainan yang lebih efektif.

“Kami bisa bermain lebih bagus lagi,” katanya.

Namun, ia menilai tidak ada celah dalam komitmen pemain untuk melewati situasi tersulit di lapangan. Bagi Tuchel, kekuatan utama Inggris dalam laga itu justru terletak pada daya tahan mental dan kesediaan seluruh pemain untuk terus berjuang meski keadaan berkali-kali berbalik merugikan mereka.

BACA JUGA:  Haaland hingga Muller Beri Hormat, Hattrick Messi Lawan Aljazair Picu Reaksi Tokoh Dunia

Di sisi lain, Kane menyoroti bagaimana Inggris dipaksa mencari kekuatan tambahan setelah tekanan Meksiko terus meningkat, terutama usai timnya kehilangan satu pemain. Menurut dia, kemenangan itu lahir dari usaha kolektif dan keberanian untuk tetap bertahan di tengah atmosfer stadion yang sangat menekan.

Pernyataan Kane sejalan dengan sorotan FIFA yang menyebut Inggris harus menemukan sesuatu yang sangat dalam dari diri mereka untuk bisa melewati pertandingan tersebut. Kemenangan 3-2 ini sekaligus mengantar Inggris menghadapi Norwegia di perempat final.

SulawesiPos.com – Thomas Tuchel menyebut kemenangan dramatis Inggris atas Meksiko di Stadion Azteca sebagai laga ikonik setelah The Three Lions lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 lewat kemenangan 3-2, Minggu, 5 Juli 2026. Dalam laga yang berjalan keras dan emosional itu, Harry Kane mengatakan Inggris harus menggali seluruh tenaga dan keyakinan mereka untuk bertahan hingga peluit akhir.

Inggris merebut tiket delapan besar setelah Jude Bellingham mencetak dua gol cepat di babak pertama, lalu Kane menambah satu gol lewat titik penalti. Kemenangan itu terasa semakin besar karena Inggris harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54 setelah Jarell Quansah menerima kartu merah, sementara Meksiko terus menekan di depan publik sendiri.

Tuchel menilai kemenangan di markas salah satu tuan rumah Piala Dunia itu menjadi bukti mentalitas timnya ketika menghadapi tekanan berat. Ia mengatakan Inggris berkali-kali kehilangan momentum dalam pertandingan, tetapi tetap mampu menjaga kepercayaan diri dan tidak menyerah.

BACA JUGA:  Lionel Messi Akui Menangis Usai Cetak Gol, Ternyata Bukan Karena Sepak Bola

“”Saya sangat bangga. Kita membutuhkan segalanya. Itu sangat sulit,” kata Tuchel seperti dikutip dari laman resmi England Football.

Ia menambahkan bahwa pertandingan di Azteca melawan Meksiko menjadi ujian besar yang menuntut pengorbanan penuh dari seluruh pemain.

“Ini Azteca, ini Meksiko, pertandingan yang gila. Kami telah mengerahkan segalanya di luar sana, setiap orang dari kami.” ujar Tuchel.

Tuchel Sebut Inggris Masih Bisa Lebih Baik

Meski puas dengan hasilnya, Tuchel menegaskan performa Inggris belum mencapai versi terbaik yang ia bayangkan. Menurut dia, timnya masih memiliki banyak ruang untuk membaik, terutama dalam penguasaan bola dan menemukan ruang permainan yang lebih efektif.

“Kami bisa bermain lebih bagus lagi,” katanya.

Namun, ia menilai tidak ada celah dalam komitmen pemain untuk melewati situasi tersulit di lapangan. Bagi Tuchel, kekuatan utama Inggris dalam laga itu justru terletak pada daya tahan mental dan kesediaan seluruh pemain untuk terus berjuang meski keadaan berkali-kali berbalik merugikan mereka.

BACA JUGA:  Mbappe Merangsek ke Jalur Top Skor usai Brace Bawa Prancis Singkirkan Swedia

Di sisi lain, Kane menyoroti bagaimana Inggris dipaksa mencari kekuatan tambahan setelah tekanan Meksiko terus meningkat, terutama usai timnya kehilangan satu pemain. Menurut dia, kemenangan itu lahir dari usaha kolektif dan keberanian untuk tetap bertahan di tengah atmosfer stadion yang sangat menekan.

Pernyataan Kane sejalan dengan sorotan FIFA yang menyebut Inggris harus menemukan sesuatu yang sangat dalam dari diri mereka untuk bisa melewati pertandingan tersebut. Kemenangan 3-2 ini sekaligus mengantar Inggris menghadapi Norwegia di perempat final.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru