Inggris Bangkit Dramatis, Harry Kane Selamatkan The Three Lions dari Kejutan Kongo di Piala Dunia 2026

SulawesiPos.com – Tim nasional Inggris memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah membalikkan keadaan dan menundukkan Republik Demokratik Kongo 2-1 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026), berkat dua gol kapten Harry Kane pada menit ke-75 dan ke-86, setelah sempat tertinggal lebih dahulu melalui gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh.

Kemenangan tersebut sekaligus menyelamatkan Inggris dari salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah Piala Dunia di bawah asuhan Thomas Tuchel serta mengantarkan mereka menghadapi tuan rumah bersama, Meksiko, pada babak berikutnya.

Republik Demokratik Kongo tampil tanpa rasa gentar sejak awal pertandingan dan mengejutkan publik Atlanta melalui penyelesaian akurat Brian Cipenga yang memanfaatkan kesalahan koordinasi lini belakang Inggris.

Gol tersebut membuat Inggris kehilangan ritme permainan sehingga kesulitan membangun serangan yang efektif sepanjang babak pertama.

Sebagian besar dari hampir 70 ribu penonton yang didominasi pendukung Inggris bahkan melontarkan siulan sebagai bentuk kekecewaan terhadap performa pasukan Thomas Tuchel yang terlihat lamban dan tanpa kreativitas.

Penjaga gawang Kongo, Lionel Mpasi, menjadi tembok kokoh yang menggagalkan berbagai peluang emas Inggris melalui penyelamatan terhadap sundulan Jude Bellingham, tendangan Harry Kane, hingga beberapa peluang berbahaya lainnya.

BACA JUGA:  James Rodríguez Pimpin La Tricolor! Kolombia Resmi Umumkan Skuad Piala Dunia 2026

Di sisi lain, Kongo hampir menggandakan keunggulan ketika Yoane Wissa melepaskan tembakan dari jarak dekat yang hanya membentur sisi luar tiang gawang Jordan Pickford.

Harry Kane sempat terjatuh dalam duel dengan Lionel Mpasi di kotak penalti, namun wasit memutuskan tidak memberikan hadiah penalti meski para pemain Inggris melakukan protes keras.

Pergantian Tuchel Ubah Jalannya Pertandingan

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Bukayo Saka, Anthony Gordon, dan Eberechi Eze untuk meningkatkan intensitas serangan.

Keputusan tersebut menjadi titik balik pertandingan ketika Anthony Gordon langsung memberikan dampak besar melalui umpan silang presisi yang disambut sundulan keras Harry Kane pada menit ke-75 sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Gol penyama kedudukan itu membangkitkan kepercayaan diri Inggris yang sebelumnya terlihat kehilangan arah permainan.

Sebelas menit kemudian, Gordon kembali memainkan peran penting setelah merebut bola hasil tepisan Lionel Mpasi sebelum mengirimkan umpan tarik kepada Harry Kane.

Kapten Inggris itu melepaskan tendangan keras kaki kanan ke sudut atas gawang yang tak mampu dijangkau Mpasi sehingga memastikan kemenangan dramatis 2-1 bagi The Three Lions.

Dwigol tersebut menjadikan Harry Kane sebagai pemain Inggris pertama sejak Gary Lineker pada Piala Dunia 1990 yang mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan fase gugur Piala Dunia.

BACA JUGA:  Bayern Munich Pesta Gol! Hancurkan Borussia Monchengladbach 4-1 di Bundesliga 2026

Kane juga memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris di Piala Dunia dengan koleksi 13 gol serta mengukuhkan diri sebagai salah satu kandidat terdepan peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026 dengan lima gol sepanjang turnamen.

Kongo Pulang dengan Kepala Tegak

Meskipun tersingkir, Republik Demokratik Kongo meninggalkan kesan mendalam dalam penampilan pertamanya di Piala Dunia setelah absen selama 52 tahun.

Sebelum edisi 2026, Kongo belum pernah mencetak satu gol maupun meraih satu poin pun dalam sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia.

Perjalanan mereka menuju babak gugur menjadi salah satu kisah kejutan terbesar turnamen dan memperlihatkan peningkatan kualitas sepak bola Afrika yang semakin kompetitif di level dunia.

Lionel Mpasi juga mencuri perhatian berkat penampilan luar biasa di bawah mistar gawang meski sepanjang musim sebelumnya hanya memperoleh kesempatan bermain yang sangat terbatas bersama klubnya.

Pelatih Thomas Tuchel mengakui timnya harus terus mempertahankan mental pantang menyerah karena pertandingan fase gugur selalu menuntut kesabaran, keyakinan, dan kemampuan memanfaatkan peluang sekecil apa pun.

BACA JUGA:  Jonathan David Hattrick, Kanada Cetak Kemenangan Bersejarah atas Qatar di Piala Dunia 2026

Harry Kane menilai Republik Demokratik Kongo merupakan lawan yang sangat tangguh serta memberikan pujian khusus kepada Lionel Mpasi yang disebutnya tampil luar biasa sepanjang pertandingan.

Inggris Wajib Berbenah Hadapi Meksiko

Kemenangan ini memperpanjang langkah Inggris menuju fase yang lebih menentukan, namun performa mereka juga memunculkan sejumlah pekerjaan rumah menjelang duel menghadapi tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca.

Pengamat sepak bola menilai organisasi pertahanan Inggris, efektivitas transisi, serta kreativitas lini tengah masih perlu ditingkatkan apabila ingin mengakhiri penantian selama 60 tahun sejak menjuarai Piala Dunia 1966.

Sebaliknya, keberhasilan Kongo mencapai fase gugur menunjukkan semakin meratanya kualitas sepak bola dunia, di mana negara-negara yang dahulu dianggap nonunggulan kini mampu memberikan perlawanan sengit kepada kekuatan tradisional.

Fenomena tersebut menjadi bukti bahwa investasi pada pembinaan usia muda, peningkatan kompetisi domestik, dan pengembangan ilmu kepelatihan modern mampu memperkecil kesenjangan kualitas antarnegara dalam sepak bola internasional.

Piala Dunia 2026 pun kembali menegaskan bahwa dalam sepak bola modern, disiplin taktik, kesiapan mental, dan efektivitas penyelesaian akhir sering kali menjadi pembeda utama, bahkan ketika sebuah tim tampil di bawah tekanan besar sepanjang pertandingan. (Ali)

SulawesiPos.com – Tim nasional Inggris memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah membalikkan keadaan dan menundukkan Republik Demokratik Kongo 2-1 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026), berkat dua gol kapten Harry Kane pada menit ke-75 dan ke-86, setelah sempat tertinggal lebih dahulu melalui gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh.

Kemenangan tersebut sekaligus menyelamatkan Inggris dari salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah Piala Dunia di bawah asuhan Thomas Tuchel serta mengantarkan mereka menghadapi tuan rumah bersama, Meksiko, pada babak berikutnya.

Republik Demokratik Kongo tampil tanpa rasa gentar sejak awal pertandingan dan mengejutkan publik Atlanta melalui penyelesaian akurat Brian Cipenga yang memanfaatkan kesalahan koordinasi lini belakang Inggris.

Gol tersebut membuat Inggris kehilangan ritme permainan sehingga kesulitan membangun serangan yang efektif sepanjang babak pertama.

Sebagian besar dari hampir 70 ribu penonton yang didominasi pendukung Inggris bahkan melontarkan siulan sebagai bentuk kekecewaan terhadap performa pasukan Thomas Tuchel yang terlihat lamban dan tanpa kreativitas.

Penjaga gawang Kongo, Lionel Mpasi, menjadi tembok kokoh yang menggagalkan berbagai peluang emas Inggris melalui penyelamatan terhadap sundulan Jude Bellingham, tendangan Harry Kane, hingga beberapa peluang berbahaya lainnya.

BACA JUGA:  7 Update Terbaru Iran: Korban Konflik, Penangkapan Mata-mata, hingga Strategi Militer Baru

Di sisi lain, Kongo hampir menggandakan keunggulan ketika Yoane Wissa melepaskan tembakan dari jarak dekat yang hanya membentur sisi luar tiang gawang Jordan Pickford.

Harry Kane sempat terjatuh dalam duel dengan Lionel Mpasi di kotak penalti, namun wasit memutuskan tidak memberikan hadiah penalti meski para pemain Inggris melakukan protes keras.

Pergantian Tuchel Ubah Jalannya Pertandingan

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Bukayo Saka, Anthony Gordon, dan Eberechi Eze untuk meningkatkan intensitas serangan.

Keputusan tersebut menjadi titik balik pertandingan ketika Anthony Gordon langsung memberikan dampak besar melalui umpan silang presisi yang disambut sundulan keras Harry Kane pada menit ke-75 sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Gol penyama kedudukan itu membangkitkan kepercayaan diri Inggris yang sebelumnya terlihat kehilangan arah permainan.

Sebelas menit kemudian, Gordon kembali memainkan peran penting setelah merebut bola hasil tepisan Lionel Mpasi sebelum mengirimkan umpan tarik kepada Harry Kane.

Kapten Inggris itu melepaskan tendangan keras kaki kanan ke sudut atas gawang yang tak mampu dijangkau Mpasi sehingga memastikan kemenangan dramatis 2-1 bagi The Three Lions.

Dwigol tersebut menjadikan Harry Kane sebagai pemain Inggris pertama sejak Gary Lineker pada Piala Dunia 1990 yang mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan fase gugur Piala Dunia.

BACA JUGA:  Bayern Munich Pesta Gol! Hancurkan Borussia Monchengladbach 4-1 di Bundesliga 2026

Kane juga memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris di Piala Dunia dengan koleksi 13 gol serta mengukuhkan diri sebagai salah satu kandidat terdepan peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026 dengan lima gol sepanjang turnamen.

Kongo Pulang dengan Kepala Tegak

Meskipun tersingkir, Republik Demokratik Kongo meninggalkan kesan mendalam dalam penampilan pertamanya di Piala Dunia setelah absen selama 52 tahun.

Sebelum edisi 2026, Kongo belum pernah mencetak satu gol maupun meraih satu poin pun dalam sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia.

Perjalanan mereka menuju babak gugur menjadi salah satu kisah kejutan terbesar turnamen dan memperlihatkan peningkatan kualitas sepak bola Afrika yang semakin kompetitif di level dunia.

Lionel Mpasi juga mencuri perhatian berkat penampilan luar biasa di bawah mistar gawang meski sepanjang musim sebelumnya hanya memperoleh kesempatan bermain yang sangat terbatas bersama klubnya.

Pelatih Thomas Tuchel mengakui timnya harus terus mempertahankan mental pantang menyerah karena pertandingan fase gugur selalu menuntut kesabaran, keyakinan, dan kemampuan memanfaatkan peluang sekecil apa pun.

BACA JUGA:  Last Dance Sempurna: Luka Modrić Tembus 200 Caps Internasional di Piala Dunia 2026

Harry Kane menilai Republik Demokratik Kongo merupakan lawan yang sangat tangguh serta memberikan pujian khusus kepada Lionel Mpasi yang disebutnya tampil luar biasa sepanjang pertandingan.

Inggris Wajib Berbenah Hadapi Meksiko

Kemenangan ini memperpanjang langkah Inggris menuju fase yang lebih menentukan, namun performa mereka juga memunculkan sejumlah pekerjaan rumah menjelang duel menghadapi tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca.

Pengamat sepak bola menilai organisasi pertahanan Inggris, efektivitas transisi, serta kreativitas lini tengah masih perlu ditingkatkan apabila ingin mengakhiri penantian selama 60 tahun sejak menjuarai Piala Dunia 1966.

Sebaliknya, keberhasilan Kongo mencapai fase gugur menunjukkan semakin meratanya kualitas sepak bola dunia, di mana negara-negara yang dahulu dianggap nonunggulan kini mampu memberikan perlawanan sengit kepada kekuatan tradisional.

Fenomena tersebut menjadi bukti bahwa investasi pada pembinaan usia muda, peningkatan kompetisi domestik, dan pengembangan ilmu kepelatihan modern mampu memperkecil kesenjangan kualitas antarnegara dalam sepak bola internasional.

Piala Dunia 2026 pun kembali menegaskan bahwa dalam sepak bola modern, disiplin taktik, kesiapan mental, dan efektivitas penyelesaian akhir sering kali menjadi pembeda utama, bahkan ketika sebuah tim tampil di bawah tekanan besar sepanjang pertandingan. (Ali)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru