Tanah Airku Menggema di Fukuoka, Anak-anak Diaspora Kibarkan Merah Putih

SulawesiPos.com — Lagu “Tanah Airku” menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam Pesta Indonesia Fukuoka 2026. Lagu tersebut dinyanyikan bersama anak-anak diaspora Indonesia dan membuat sejumlah warga Jepang yang pernah memiliki pengalaman di Indonesia ikut larut dalam suasana.

Roberto Tasrief, mahasiswa doktoral Kitakyushu University sekaligus anggota ICMI Orwil Jepang, mengatakan penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang paling menyentuh selama kegiatan.

“Ketika lagu Tanah Airku berkumandang, rasanya mata ini tidak mampu menahan air mata. Ada rasa rindu yang sulit dijelaskan ketika kita berada jauh dari tanah air. Tetapi kita harus tetap kuat dan terus berjuang di negeri matahari ini,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Pesta Indonesia Fukuoka 2026 digelar pada 3–4 Oktober 2026 di Tenjin Chuo Park (天神中央公園), Fukuoka, Jepang, dengan tema “Batik & Warisan Dunia”.

Kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat Indonesia, mahasiswa, akademisi, keluarga diaspora, serta masyarakat Jepang dalam rangkaian pertunjukan seni dan budaya Indonesia.

Pesta Indonesia Fukuoka 2026 diselenggarakan oleh NPO Teman Hati Fukuoka (NPO法人トゥマンハティふくおか) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dan partisipasi dari berbagai organisasi dan komunitas masyarakat Indonesia di Jepang, termasuk Asosiasi Indonesia Kyushu (AIK), DOPANG, dan PPI FUKUOKA.

Lagu Tanah Airku Bikin Haru

Lagu Tanah Airku mengharukan diaspora Indonesia dan warga Jepang di Pesta Indonesia Fukuoka 2026. Anak-anak diaspora juga mengibarkan Merah Putih.
Lagu Tanah Airku mengharukan diaspora Indonesia dan warga Jepang di Pesta Indonesia Fukuoka 2026. Anak-anak diaspora juga mengibarkan Merah Putih.

Gagasan menghadirkan lagu “Tanah Airku” dalam rangkaian acara diinisiasi oleh Kania Suci Utami, istri Wakil Ketua ICMI Orwil Jepang, Dr.Eng. Dinda Pramanta.

Kania menginisiasi penampilan tersebut sebagai bentuk persembahan dan ungkapan kerinduan masyarakat Indonesia yang berada jauh dari tanah air.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui kolaborasi musik yang melibatkan anak-anak dan anggota diaspora Indonesia di Fukuoka.

Lagu “Tanah Airku” menjadi semakin bermakna karena dinyanyikan dan dipersembahkan bersama oleh generasi muda Indonesia yang tumbuh dan menjalani kehidupan di Jepang.

Suara anak-anak diaspora yang menyanyikan lagu tentang kerinduan kepada tanah air tersebut menciptakan suasana haru di tengah acara yang berlangsung di Tenjin Chuo Park.

Kolaborasi musik tersebut menampilkan permainan gitar dari Farida Mirnawati, piano oleh Sakura Hafizah dan Abiriza Saiful, serta gesekan biola oleh Aisyah Azhari.

BACA JUGA:  Prediksi Skor Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil vs Jepang, Selecao Waspadai Kejutan Samurai Biru

Penampilan musik tersebut kemudian dipadukan dengan lantunan puisi dan vokal dari Nadzirah Ikasari Syamsul, Kania Suci Utami, dan Resa Saiful.

Suasana semakin haru ketika anak-anak diaspora melangkah ke panggung sambil membawa dan mengibarkan bendera Merah Putih. Mereka dipandu oleh Nur Eva Astuti dan Maulidya Ahdah.

Bagi sebagian penonton Indonesia, momen tersebut mengingatkan kembali pada kampung halaman dan keluarga yang berada jauh di tanah air.

Namun, rasa haru ternyata tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

Sejumlah warga Jepang yang pernah tinggal, belajar, bekerja, atau memiliki pengalaman panjang di Indonesia turut larut dalam suasana ketika lagu “Tanah Airku” dinyanyikan.

Beberapa di antara mereka tampak ikut menyanyikan lagu tersebut dan menunjukkan rasa emosional ketika mendengar lagu yang menggambarkan kerinduan terhadap Indonesia.

Momen tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa hubungan antara Indonesia dan Jepang tidak hanya terbangun melalui hubungan formal, tetapi juga melalui pengalaman hidup, persahabatan, keluarga, serta kenangan pribadi masyarakat Jepang yang pernah tinggal di Indonesia.

Setelah penampilan selesai, sejumlah pengunjung Jepang bahkan meminta bendera Merah Putih yang sebelumnya digunakan oleh anak-anak dalam penampilan tersebut.

Permintaan tersebut menjadi momen yang menarik dan mengharukan, karena menunjukkan bahwa simbol sederhana berupa bendera Merah Putih dapat memiliki makna emosional bagi mereka yang memiliki kedekatan dengan Indonesia.

Menurut Roberto, keterlibatan anak-anak diaspora dalam penampilan tersebut memberikan makna tersendiri karena mereka menjadi bagian dari generasi yang meneruskan kecintaan terhadap Indonesia meskipun tumbuh jauh dari tanah air.

Jauh dari Indonesia, Identitas Tetap Dijaga

Nadzirah Ikasari Syamsul, mahasiswa doktoral Kyushu University sekaligus perwakilan ICMI Orwil Jepang dan salah satu kontributor penampilan, menilai kehidupan diaspora di luar negeri tidak membuat identitas Indonesia semakin jauh.

“Jauh dari Indonesia bukan berarti kita semakin jauh dari identitas kita sebagai orang Indonesia. Justru ketika berada di luar negeri, kita semakin merasakan betapa berharganya budaya, seni, bahasa, dan kebersamaan yang kita miliki,” kara dia.

BACA JUGA:  Indonesia Day 2026 di Hiroshima Satukan Ratusan WNI, Jepang, dan Komunitas Internasional dalam Semangat Kemerdekaan

Menurut Nadziran dosen Teknik Universitas Hasanuddin ini, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan budaya seperti ini juga penting agar generasi muda diaspora memiliki kesempatan untuk mengenal budaya Indonesia secara langsung dan merasakan kebersamaan dengan sesama masyarakat Indonesia di Jepang.

Keterlibatan anak-anak diaspora menjadi salah satu bagian penting dalam Pesta Indonesia Fukuoka 2026.

Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam pertunjukan dan membawa simbol kebanggaan Indonesia di atas panggung.

Dengan membawa dan mengibarkan bendera Merah Putih, anak-anak tersebut menunjukkan bahwa identitas dan kecintaan terhadap Indonesia tetap dapat tumbuh meskipun mereka menjalani kehidupan sehari-hari di Jepang.

Momen ketika mereka berjalan dan mengibarkan bendera Merah Putih setelah rangkaian lagu “Tanah Airku” juga mendapat perhatian dari pengunjung.

Bahkan, beberapa masyarakat Jepang yang memiliki pengalaman tinggal lama di Indonesia meminta bendera Merah Putih yang dibawa oleh anak-anak tersebut sebagai kenang-kenangan.

Keterlibatan generasi muda tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan bahasa, budaya, dan identitas Indonesia kepada anak-anak yang tumbuh serta menjalani pendidikan di Jepang.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya diaspora bukan hanya tentang mengenang Indonesia pada masa lalu, tetapi juga tentang memperkenalkan Indonesia kepada generasi berikutnya.

Tari Paduppa hingga Batik Diperkenalkan

Tari Paduppa di Pesta Indonesia Fukuoka 2026. Anak-anak diaspora juga mengibarkan Merah Putih.

Selain penampilan “Tanah Airku”, Pesta Indonesia Fukuoka 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya Indonesia.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian pengunjung adalah Tari Paduppa, tarian tradisional dari Sulawesi Selatan yang dibawakan oleh perwakilan ICMI Orwil Jepang, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), dan komunitas diaspora Indonesia lainnya.

Tari Paduppa dibawakan oleh Nadzirah Ikasari Syamsul, Kania Suci Utami, Kima Astari, dan Senza Rinjani.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat Indonesia di Jepang untuk menjaga sekaligus memperkenalkan seni tradisional Indonesia kepada masyarakat setempat.

Rangkaian acara juga diisi dengan fashion show batik yang melibatkan masyarakat diaspora Indonesia.

Tidak hanya memperagakan berbagai busana batik, para peserta juga menjelaskan sejarah, filosofi, motif, serta nilai budaya batik kepada masyarakat Jepang menggunakan bahasa Jepang.

BACA JUGA:  Gol Akhir Daichi Kamada Buyarkan Kemenangan Belanda, Jepang Tahan Imbang 2-2

Pendekatan tersebut menjadi salah satu daya tarik kegiatan.

Masyarakat Jepang tidak hanya melihat batik sebagai kain bermotif, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai sejarah dan nilai budaya yang melekat pada batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Bagi diaspora Indonesia, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia secara langsung kepada masyarakat Jepang melalui pendekatan seni dan budaya.

Jadi Ruang Berkumpul Diaspora Indonesia

Pesta Indonesia Fukuoka 2026 memperlihatkan keberagaman masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang, mulai dari mahasiswa, akademisi, pekerja, profesional, hingga keluarga diaspora.

Keterlibatan berbagai organisasi dan komunitas turut memperkuat semangat kolaborasi masyarakat Indonesia di wilayah Kyushu dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang.

Kania Suci Utami, diaspora Indonesia yang tinggal di Fukuoka sekaligus penggagas persembahan lagu “Tanah Airku”, menilai pertemuan semacam ini memiliki arti penting bagi masyarakat Indonesia yang hidup jauh dari tanah air.

“Kita mungkin hidup di Jepang, bekerja di Jepang, belajar di Jepang, dan membangun masa depan di Jepang. Tetapi ketika berkumpul seperti ini, kita kembali merasakan Indonesia. Kita kembali menjadi satu keluarga besar yang saling menguatkan,” ucapnya.

Dengan memadukan pertunjukan seni, keterlibatan generasi muda, musik, puisi, serta pengenalan batik kepada masyarakat Jepang, Pesta Indonesia Fukuoka 2026 menjadi ruang bagi masyarakat Indonesia di Fukuoka untuk menjaga kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat setempat.

Lebih dari sekadar pertunjukan budaya, lantunan, “Tanah Airku” yang digagas sebagai lagu persembahan dan dinyanyikan bersama anak-anak diaspora, kemudian diikuti oleh sejumlah masyarakat Jepang yang pernah lama tinggal di Indonesia, menjadi salah satu gambaran bahwa rasa memiliki terhadap Indonesia dapat tumbuh melampaui batas negara.

Selama dua hari penyelenggaraan, kegiatan tersebut mendapat perhatian dari masyarakat.

Pada puncak acara, area taman dipenuhi pengunjung yang hadir untuk menyaksikan berbagai pertunjukan dan kegiatan budaya Indonesia.

Meski tidak terdapat catatan resmi mengenai jumlah pengunjung, kepadatan pengunjung terlihat memenuhi sebagian area taman selama berlangsungnya acara.

SulawesiPos.com — Lagu “Tanah Airku” menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam Pesta Indonesia Fukuoka 2026. Lagu tersebut dinyanyikan bersama anak-anak diaspora Indonesia dan membuat sejumlah warga Jepang yang pernah memiliki pengalaman di Indonesia ikut larut dalam suasana.

Roberto Tasrief, mahasiswa doktoral Kitakyushu University sekaligus anggota ICMI Orwil Jepang, mengatakan penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang paling menyentuh selama kegiatan.

“Ketika lagu Tanah Airku berkumandang, rasanya mata ini tidak mampu menahan air mata. Ada rasa rindu yang sulit dijelaskan ketika kita berada jauh dari tanah air. Tetapi kita harus tetap kuat dan terus berjuang di negeri matahari ini,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Pesta Indonesia Fukuoka 2026 digelar pada 3–4 Oktober 2026 di Tenjin Chuo Park (天神中央公園), Fukuoka, Jepang, dengan tema “Batik & Warisan Dunia”.

Kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat Indonesia, mahasiswa, akademisi, keluarga diaspora, serta masyarakat Jepang dalam rangkaian pertunjukan seni dan budaya Indonesia.

Pesta Indonesia Fukuoka 2026 diselenggarakan oleh NPO Teman Hati Fukuoka (NPO法人トゥマンハティふくおか) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dan partisipasi dari berbagai organisasi dan komunitas masyarakat Indonesia di Jepang, termasuk Asosiasi Indonesia Kyushu (AIK), DOPANG, dan PPI FUKUOKA.

Lagu Tanah Airku Bikin Haru

Lagu Tanah Airku mengharukan diaspora Indonesia dan warga Jepang di Pesta Indonesia Fukuoka 2026. Anak-anak diaspora juga mengibarkan Merah Putih.
Lagu Tanah Airku mengharukan diaspora Indonesia dan warga Jepang di Pesta Indonesia Fukuoka 2026. Anak-anak diaspora juga mengibarkan Merah Putih.

Gagasan menghadirkan lagu “Tanah Airku” dalam rangkaian acara diinisiasi oleh Kania Suci Utami, istri Wakil Ketua ICMI Orwil Jepang, Dr.Eng. Dinda Pramanta.

Kania menginisiasi penampilan tersebut sebagai bentuk persembahan dan ungkapan kerinduan masyarakat Indonesia yang berada jauh dari tanah air.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui kolaborasi musik yang melibatkan anak-anak dan anggota diaspora Indonesia di Fukuoka.

Lagu “Tanah Airku” menjadi semakin bermakna karena dinyanyikan dan dipersembahkan bersama oleh generasi muda Indonesia yang tumbuh dan menjalani kehidupan di Jepang.

Suara anak-anak diaspora yang menyanyikan lagu tentang kerinduan kepada tanah air tersebut menciptakan suasana haru di tengah acara yang berlangsung di Tenjin Chuo Park.

Kolaborasi musik tersebut menampilkan permainan gitar dari Farida Mirnawati, piano oleh Sakura Hafizah dan Abiriza Saiful, serta gesekan biola oleh Aisyah Azhari.

BACA JUGA:  Makassar Ribut Pemilahan Sampah, Ini Sistem di Jepang dan Australia: Ketat dari Rumah, Tetapi Jalurnya Berbeda

Penampilan musik tersebut kemudian dipadukan dengan lantunan puisi dan vokal dari Nadzirah Ikasari Syamsul, Kania Suci Utami, dan Resa Saiful.

Suasana semakin haru ketika anak-anak diaspora melangkah ke panggung sambil membawa dan mengibarkan bendera Merah Putih. Mereka dipandu oleh Nur Eva Astuti dan Maulidya Ahdah.

Bagi sebagian penonton Indonesia, momen tersebut mengingatkan kembali pada kampung halaman dan keluarga yang berada jauh di tanah air.

Namun, rasa haru ternyata tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

Sejumlah warga Jepang yang pernah tinggal, belajar, bekerja, atau memiliki pengalaman panjang di Indonesia turut larut dalam suasana ketika lagu “Tanah Airku” dinyanyikan.

Beberapa di antara mereka tampak ikut menyanyikan lagu tersebut dan menunjukkan rasa emosional ketika mendengar lagu yang menggambarkan kerinduan terhadap Indonesia.

Momen tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa hubungan antara Indonesia dan Jepang tidak hanya terbangun melalui hubungan formal, tetapi juga melalui pengalaman hidup, persahabatan, keluarga, serta kenangan pribadi masyarakat Jepang yang pernah tinggal di Indonesia.

Setelah penampilan selesai, sejumlah pengunjung Jepang bahkan meminta bendera Merah Putih yang sebelumnya digunakan oleh anak-anak dalam penampilan tersebut.

Permintaan tersebut menjadi momen yang menarik dan mengharukan, karena menunjukkan bahwa simbol sederhana berupa bendera Merah Putih dapat memiliki makna emosional bagi mereka yang memiliki kedekatan dengan Indonesia.

Menurut Roberto, keterlibatan anak-anak diaspora dalam penampilan tersebut memberikan makna tersendiri karena mereka menjadi bagian dari generasi yang meneruskan kecintaan terhadap Indonesia meskipun tumbuh jauh dari tanah air.

Jauh dari Indonesia, Identitas Tetap Dijaga

Nadzirah Ikasari Syamsul, mahasiswa doktoral Kyushu University sekaligus perwakilan ICMI Orwil Jepang dan salah satu kontributor penampilan, menilai kehidupan diaspora di luar negeri tidak membuat identitas Indonesia semakin jauh.

“Jauh dari Indonesia bukan berarti kita semakin jauh dari identitas kita sebagai orang Indonesia. Justru ketika berada di luar negeri, kita semakin merasakan betapa berharganya budaya, seni, bahasa, dan kebersamaan yang kita miliki,” kara dia.

BACA JUGA:  Jepang Ciptakan “Kulkas Manusia”, Terobosan Pendingin Pekerja di Tengah Ancaman Panas Ekstrem

Menurut Nadziran dosen Teknik Universitas Hasanuddin ini, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan budaya seperti ini juga penting agar generasi muda diaspora memiliki kesempatan untuk mengenal budaya Indonesia secara langsung dan merasakan kebersamaan dengan sesama masyarakat Indonesia di Jepang.

Keterlibatan anak-anak diaspora menjadi salah satu bagian penting dalam Pesta Indonesia Fukuoka 2026.

Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam pertunjukan dan membawa simbol kebanggaan Indonesia di atas panggung.

Dengan membawa dan mengibarkan bendera Merah Putih, anak-anak tersebut menunjukkan bahwa identitas dan kecintaan terhadap Indonesia tetap dapat tumbuh meskipun mereka menjalani kehidupan sehari-hari di Jepang.

Momen ketika mereka berjalan dan mengibarkan bendera Merah Putih setelah rangkaian lagu “Tanah Airku” juga mendapat perhatian dari pengunjung.

Bahkan, beberapa masyarakat Jepang yang memiliki pengalaman tinggal lama di Indonesia meminta bendera Merah Putih yang dibawa oleh anak-anak tersebut sebagai kenang-kenangan.

Keterlibatan generasi muda tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan bahasa, budaya, dan identitas Indonesia kepada anak-anak yang tumbuh serta menjalani pendidikan di Jepang.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya diaspora bukan hanya tentang mengenang Indonesia pada masa lalu, tetapi juga tentang memperkenalkan Indonesia kepada generasi berikutnya.

Tari Paduppa hingga Batik Diperkenalkan

Tari Paduppa di Pesta Indonesia Fukuoka 2026. Anak-anak diaspora juga mengibarkan Merah Putih.

Selain penampilan “Tanah Airku”, Pesta Indonesia Fukuoka 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya Indonesia.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian pengunjung adalah Tari Paduppa, tarian tradisional dari Sulawesi Selatan yang dibawakan oleh perwakilan ICMI Orwil Jepang, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), dan komunitas diaspora Indonesia lainnya.

Tari Paduppa dibawakan oleh Nadzirah Ikasari Syamsul, Kania Suci Utami, Kima Astari, dan Senza Rinjani.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat Indonesia di Jepang untuk menjaga sekaligus memperkenalkan seni tradisional Indonesia kepada masyarakat setempat.

Rangkaian acara juga diisi dengan fashion show batik yang melibatkan masyarakat diaspora Indonesia.

Tidak hanya memperagakan berbagai busana batik, para peserta juga menjelaskan sejarah, filosofi, motif, serta nilai budaya batik kepada masyarakat Jepang menggunakan bahasa Jepang.

BACA JUGA:  Gol Akhir Daichi Kamada Buyarkan Kemenangan Belanda, Jepang Tahan Imbang 2-2

Pendekatan tersebut menjadi salah satu daya tarik kegiatan.

Masyarakat Jepang tidak hanya melihat batik sebagai kain bermotif, tetapi juga memperoleh penjelasan mengenai sejarah dan nilai budaya yang melekat pada batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Bagi diaspora Indonesia, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia secara langsung kepada masyarakat Jepang melalui pendekatan seni dan budaya.

Jadi Ruang Berkumpul Diaspora Indonesia

Pesta Indonesia Fukuoka 2026 memperlihatkan keberagaman masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang, mulai dari mahasiswa, akademisi, pekerja, profesional, hingga keluarga diaspora.

Keterlibatan berbagai organisasi dan komunitas turut memperkuat semangat kolaborasi masyarakat Indonesia di wilayah Kyushu dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang.

Kania Suci Utami, diaspora Indonesia yang tinggal di Fukuoka sekaligus penggagas persembahan lagu “Tanah Airku”, menilai pertemuan semacam ini memiliki arti penting bagi masyarakat Indonesia yang hidup jauh dari tanah air.

“Kita mungkin hidup di Jepang, bekerja di Jepang, belajar di Jepang, dan membangun masa depan di Jepang. Tetapi ketika berkumpul seperti ini, kita kembali merasakan Indonesia. Kita kembali menjadi satu keluarga besar yang saling menguatkan,” ucapnya.

Dengan memadukan pertunjukan seni, keterlibatan generasi muda, musik, puisi, serta pengenalan batik kepada masyarakat Jepang, Pesta Indonesia Fukuoka 2026 menjadi ruang bagi masyarakat Indonesia di Fukuoka untuk menjaga kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat setempat.

Lebih dari sekadar pertunjukan budaya, lantunan, “Tanah Airku” yang digagas sebagai lagu persembahan dan dinyanyikan bersama anak-anak diaspora, kemudian diikuti oleh sejumlah masyarakat Jepang yang pernah lama tinggal di Indonesia, menjadi salah satu gambaran bahwa rasa memiliki terhadap Indonesia dapat tumbuh melampaui batas negara.

Selama dua hari penyelenggaraan, kegiatan tersebut mendapat perhatian dari masyarakat.

Pada puncak acara, area taman dipenuhi pengunjung yang hadir untuk menyaksikan berbagai pertunjukan dan kegiatan budaya Indonesia.

Meski tidak terdapat catatan resmi mengenai jumlah pengunjung, kepadatan pengunjung terlihat memenuhi sebagian area taman selama berlangsungnya acara.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru