Salvage KM Virgo Ditargetkan Oktober, 55 Korban Masih Dicari

SulawesiPos.com – Rencana pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 memasuki tahap percepatan setelah Basarnas menghentikan operasi penyelaman pada hari ke-21 pencarian.

Hingga Minggu (4/10/2026) pukul 00.00 Wita, sebanyak 188 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia, sementara 55 korban lainnya masih dicari dari total 243 orang dalam manifes kapal.

PT Virgo Karya Shipping memastikan operasi salvage atau pengangkatan kapal yang tenggelam di Laut Jawa ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.

Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping Simson Fransiscus Rihi mengatakan perusahaan telah berkomunikasi dengan penanggung jawab asuransi internasional Protection and Indemnity (P&I), serta mendapat dukungan Kementerian Perhubungan, KSOP, dan Basarnas.

“Memang itu kewajiban kami. Dan itu juga kami didukung oleh surat-surat yang sudah diberikan oleh Kementerian Perhubungan, KSOP, bahkan dari bantuan Pak Basarnas sendiri untuk kami melakukan penekanan kepada P&I,” kata Simson dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR di Banjarmasin, Sabtu malam.

BACA JUGA:  Dua Jenazah Korban KM Nurul Salsa Tiba di Makassar, Diidentifikasi Tim DVI Polda Sulsel

Simson mengatakan pilihan pelaksana salvage telah mengerucut pada satu mitra internasional.

Namun, nama perusahaan belum diumumkan karena penandatanganan belum dilakukan dan masih ada data yang harus dilengkapi.

“Insya Allah dalam beberapa hari ke depan penandatanganan. Karena ada beberapa hal yang mesti dilengkapi lagi, data yang harus kami support kepada para pengambil keputusan di P&I,” ujarnya.

Ia menyebut penyelesaian administrasi dan penandatanganan terus dipercepat agar pelaksana salvage dapat datang pada bulan ini.

Dengan demikian, pelaksanaan pengangkatan kapal masih bergantung pada penyelesaian dokumen dan keputusan pihak asuransi.

Basarnas Hentikan Penyelaman

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan operasi bawah air dihentikan karena kondisi jasad korban dan struktur kapal telah berubah.

Basarnas menilai penyelaman tidak lagi efektif serta berisiko bagi tim.

“Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang,” ujar Syafii.

BACA JUGA:  Update Tragedi Bekasi Timur! 81 Luka, Tiga Penumpang Masih Terjepit di Bangkai Kereta

Basarnas mencatat kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan dan selama tiga hari terakhir tidak ada korban yang ditemukan.

Sejumlah bagian kapal, termasuk lambung kiri, belum tersentuh penyelam, tetapi kondisi badan kapal dinilai sangat labil dan membahayakan.

Meski penyelaman dihentikan, operasi SAR tetap dilanjutkan dengan fokus pencarian di wilayah yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut terbawa arus, yakni perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

KSOP: Kecepatan Bergantung pada Asuransi

Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan Menteri Perhubungan telah memberikan teguran keras kepada PT Virgo agar segera mengangkat kapal karena masih banyak korban yang diduga terjebak di dalamnya.

“Kementerian Perhubungan hanya bisa sebatas menegur dan memerintahkan segera. Tapi semuanya itu tergantung dari pihak asuransi, seberapa cepat pelaksanaan salvage ini,” ujar Heri.

Proses salvage menjadi tahap penting untuk memastikan kondisi bagian dalam kapal dan melanjutkan evakuasi korban yang belum ditemukan.

BACA JUGA:  Tim SAR Evakuasi 31 Pendaki yang Merayakan HUT RI di Gunung Bawakaraeng

Namun, hingga konferensi pers tersebut, operator belum mengumumkan nama pelaksana salvage maupun tanggal pasti pengangkatan.

SulawesiPos.com – Rencana pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 memasuki tahap percepatan setelah Basarnas menghentikan operasi penyelaman pada hari ke-21 pencarian.

Hingga Minggu (4/10/2026) pukul 00.00 Wita, sebanyak 188 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia, sementara 55 korban lainnya masih dicari dari total 243 orang dalam manifes kapal.

PT Virgo Karya Shipping memastikan operasi salvage atau pengangkatan kapal yang tenggelam di Laut Jawa ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.

Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping Simson Fransiscus Rihi mengatakan perusahaan telah berkomunikasi dengan penanggung jawab asuransi internasional Protection and Indemnity (P&I), serta mendapat dukungan Kementerian Perhubungan, KSOP, dan Basarnas.

“Memang itu kewajiban kami. Dan itu juga kami didukung oleh surat-surat yang sudah diberikan oleh Kementerian Perhubungan, KSOP, bahkan dari bantuan Pak Basarnas sendiri untuk kami melakukan penekanan kepada P&I,” kata Simson dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR di Banjarmasin, Sabtu malam.

BACA JUGA:  Bayi Lahir di Ambulans Saat Gempa Flores, Diberi Nama Agustin Gempita Aurora

Simson mengatakan pilihan pelaksana salvage telah mengerucut pada satu mitra internasional.

Namun, nama perusahaan belum diumumkan karena penandatanganan belum dilakukan dan masih ada data yang harus dilengkapi.

“Insya Allah dalam beberapa hari ke depan penandatanganan. Karena ada beberapa hal yang mesti dilengkapi lagi, data yang harus kami support kepada para pengambil keputusan di P&I,” ujarnya.

Ia menyebut penyelesaian administrasi dan penandatanganan terus dipercepat agar pelaksana salvage dapat datang pada bulan ini.

Dengan demikian, pelaksanaan pengangkatan kapal masih bergantung pada penyelesaian dokumen dan keputusan pihak asuransi.

Basarnas Hentikan Penyelaman

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan operasi bawah air dihentikan karena kondisi jasad korban dan struktur kapal telah berubah.

Basarnas menilai penyelaman tidak lagi efektif serta berisiko bagi tim.

“Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang,” ujar Syafii.

BACA JUGA:  Update Tragedi Bekasi Timur! 81 Luka, Tiga Penumpang Masih Terjepit di Bangkai Kereta

Basarnas mencatat kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan dan selama tiga hari terakhir tidak ada korban yang ditemukan.

Sejumlah bagian kapal, termasuk lambung kiri, belum tersentuh penyelam, tetapi kondisi badan kapal dinilai sangat labil dan membahayakan.

Meski penyelaman dihentikan, operasi SAR tetap dilanjutkan dengan fokus pencarian di wilayah yang berpotensi menjadi lokasi korban hanyut terbawa arus, yakni perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

KSOP: Kecepatan Bergantung pada Asuransi

Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan Menteri Perhubungan telah memberikan teguran keras kepada PT Virgo agar segera mengangkat kapal karena masih banyak korban yang diduga terjebak di dalamnya.

“Kementerian Perhubungan hanya bisa sebatas menegur dan memerintahkan segera. Tapi semuanya itu tergantung dari pihak asuransi, seberapa cepat pelaksanaan salvage ini,” ujar Heri.

Proses salvage menjadi tahap penting untuk memastikan kondisi bagian dalam kapal dan melanjutkan evakuasi korban yang belum ditemukan.

BACA JUGA:  Kapal Pengangkut Bahan Kimia Terbakar di Bombana, 2 ABK Tewas

Namun, hingga konferensi pers tersebut, operator belum mengumumkan nama pelaksana salvage maupun tanggal pasti pengangkatan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru