Selain kondisi kendaraan, kesiapan fisik pengendara turut perlu diperhatikan, terutama karena jalur Trans-Sulawesi di Barru yang lebar tanpa median pemisah menuntut konsentrasi penuh untuk menghindari tabrakan frontal.
Potensi tanah longsor di lereng Poros Barru-Soppeng turut menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai pengendara yang melintasi jalur perbukitan tersebut.
Istirahat berkala pada perjalanan panjang, idealnya setiap dua hingga tiga jam, juga disarankan untuk menghindari kelelahan yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalur dengan tuntutan kewaspadaan tinggi seperti Barru.

