SulawesiPos.com – Antrean panjang kendaraan diesel di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, mulai menjadi perhatian pelaku usaha transportasi.
Kelangkaan solar dinilai bukan lagi sekadar persoalan pengisian bahan bakar, tetapi berpotensi mengganggu ritase truk, memperlambat distribusi barang, hingga menekan biaya logistik.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU 74.901.04 Jalan Tentara Pelajar dan SPBU 74.901.09 Jalan Andalas.
Antrean kendaraan angkutan juga terlihat di sejumlah SPBU sepanjang jalur poros Maros-Pangkep.
Bagi perusahaan angkutan, waktu yang habis untuk mengantre solar berarti hilangnya kesempatan kendaraan untuk melakukan perjalanan berikutnya.
Ketika satu truk tertahan berjam-jam di SPBU, kapasitas distribusi dalam sehari otomatis ikut berkurang.
Ketua Karateker APTRINDO Sulawesi Selatan, Salahuddin Kasim, S.E., M.M., mengatakan persoalan ketersediaan solar harus dilihat lebih luas karena berkaitan langsung dengan kelancaran rantai pasok dan perputaran ekonomi daerah.
“Ini bukan lagi sekadar soal sopir truk mengantri solar. Kalau kendaraan angkutan berhenti terlalu lama, barang ikut berhenti. Kalau distribusi barang terganggu, dampaknya bisa masuk ke banyak sektor dan pada akhirnya masyarakat juga yang menanggung,” ujar Salahuddin, dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, posisi Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, sangat strategis sebagai salah satu pusat perdagangan dan distribusi di kawasan Indonesia Timur.
Pergerakan barang dari pelabuhan, kawasan industri, gudang distributor hingga ke berbagai kabupaten sangat bergantung pada kelancaran transportasi darat.
Karena itu, gangguan operasional kendaraan angkutan dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pengusaha dan sopir truk, tetapi dapat merembet ke sektor distribusi dan konsumen.
“Yang paling langsung tentu sektor transportasi dan logistik. Waktu tunggu yang panjang meningkatkan biaya operasional karena kendaraan, sopir, dan aset perusahaan tidak dapat bekerja secara optimal,” katanya.
Ritase Berkurang, Biaya Operasional Membengkak
Antrean solar yang berlangsung berjam-jam membuat kendaraan kehilangan waktu produktif.
Dalam kondisi normal, satu kendaraan dapat menyelesaikan beberapa perjalanan dalam sehari. Namun, waktu tersebut bisa tergerus hanya untuk mendapatkan BBM.

