SulawesiPos.com — Penutupan sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau memicu kekacauan jadwal penerbangan dari berbagai daerah.
Di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, ratusan calon penumpang tujuan Jakarta terpaksa memutar otak dan mencari rute alternatif agar tetap bisa tiba di ibu kota.
Sejumlah kota di Pulau Jawa yang bebas dari sebaran abu vulkanik, seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang, kini menjadi incaran utama para penumpang untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan via jalur darat.
Salah seorang penumpang, Andi Nain, warga Jakarta yang baru saja menyelesaikan perjalanan dinas di Makassar, mengaku terpaksa mengubah total rencana kepulangannya. Penerbangan langsung miliknya yang semestinya lepas landas pada Minggu malam (6/9/2026) dibatalkan secara mendadak akibat penutupan bandara.
Demi mengejar kewajiban kerja, Andi bergegas membeli tiket penerbangan baru maskapai Lion Air menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Tingginya permintaan tiket rute alternatif tersebut membuat harga melonjak tajam hingga mencapai Rp2,5 juta, jauh melampaui harga normal rute Makassar–Surabaya yang biasanya berada di kisaran Rp1 jutaan.
“Tiket dibatalkan mendadak Minggu malam karena bandara Cengkareng tutup, padahal Senin ini saya sudah harus masuk kantor. Karena tidak ada opsi langsung ke Jakarta, saya terpaksa ambil tiket ke Surabaya seharga Rp2,5 juta dan lanjut naik kereta ke Jatinegara. Perjalanan jadi jauh lebih panjang dan yang penting bisa masuk kerja Selasa besok,” ujar Andi saat dihubungi SPos.
Dari Surabaya, perjalanan dilanjutkan lewat jalur darat menggunakan moda kereta api. Andi memilih KA Pandalungan dari Stasiun Surabaya Pasarturi menuju Stasiun Jatinegara, Jakarta dengan harga tiket Rp600 ribu.
KA Pandalungan dijadwalkan bertolak pada pukul 19.24 WIB dan tiba di Jakarta pada pukul 04.12 WIB dengan waktu tempuh sekitar 8 jam 48 menit.
Tingginya perebutan kursi menuju kota-kota di Jawa juga mendorong sebagian penumpang melirik opsi lain. Beberapa penumpang memilih mengambil penerbangan Makassar–Bali, lalu melanjutkan perjalanan darat menuju Jakarta menggunakan bus antarkota dengan estimasi durasi perjalanan mencapai 30 jam.

