Lima Gunung Api Bergeliat Bersamaan, Status Sinabung Naik Siaga

PVMBG juga meminta masyarakat menjaga kondusivitas, tidak menyebarkan informasi palsu, serta mengikuti arahan pemerintah daerah.

Sinabung Naik ke Level Siaga

Perubahan status paling menonjol terjadi pada Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

PVMBG menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II menjadi Level III atau Siaga pada Minggu (6/9/2026) pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan pemantauan intensif, asap kawah terlihat berwarna putih dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 300-500 meter di atas puncak kawah.

Namun, pemantauan menggunakan pesawat nir-awak atau drone belum menunjukkan adanya pertumbuhan kubah lava baru dari pusat erupsi.

Tidak terekam pula kejadian gempa guguran yang menjadi salah satu indikator kondisi kubah lava lama masih stabil.

“Gempa yang berkaitan dengan suplai magma dan peningkatan tekanan di kedalaman dangkal [va dan vb] masih terekam namun jumlahnya tidak signifikan,” tulis PVMBG.

Meski belum terdapat indikasi pertumbuhan kubah lava baru, tingkat aktivitas Gunung Sinabung dinilai masih tinggi.

Seiring perubahan status tersebut, zona rekomendasi juga disesuaikan. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur.

“Terhitung hari ini, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat,
wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur gunung,” kata PVMBG.

Semeru Erupsi, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, juga mengalami erupsi pada Minggu pagi.

Letusan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian mengatakan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 102 detik,” katanya dilansir dari Antara.

Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat tidak disarankan melakukan aktivitas di wilayah sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Pembatasan juga berlaku hingga jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan lontaran batu pijar.

PVMBG juga meminta masyarakat menjaga kondusivitas, tidak menyebarkan informasi palsu, serta mengikuti arahan pemerintah daerah.

Sinabung Naik ke Level Siaga

Perubahan status paling menonjol terjadi pada Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

PVMBG menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II menjadi Level III atau Siaga pada Minggu (6/9/2026) pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan pemantauan intensif, asap kawah terlihat berwarna putih dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 300-500 meter di atas puncak kawah.

Namun, pemantauan menggunakan pesawat nir-awak atau drone belum menunjukkan adanya pertumbuhan kubah lava baru dari pusat erupsi.

Tidak terekam pula kejadian gempa guguran yang menjadi salah satu indikator kondisi kubah lava lama masih stabil.

“Gempa yang berkaitan dengan suplai magma dan peningkatan tekanan di kedalaman dangkal [va dan vb] masih terekam namun jumlahnya tidak signifikan,” tulis PVMBG.

Meski belum terdapat indikasi pertumbuhan kubah lava baru, tingkat aktivitas Gunung Sinabung dinilai masih tinggi.

Seiring perubahan status tersebut, zona rekomendasi juga disesuaikan. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur.

“Terhitung hari ini, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat,
wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur gunung,” kata PVMBG.

Semeru Erupsi, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, juga mengalami erupsi pada Minggu pagi.

Letusan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak Mahameru.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian mengatakan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur.

“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 102 detik,” katanya dilansir dari Antara.

Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat tidak disarankan melakukan aktivitas di wilayah sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Pembatasan juga berlaku hingga jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan lontaran batu pijar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru