Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat juga menekankan pentingnya semangat inklusivitas dalam penyelenggaraan HPN ke depan.
Munir menyambut pandangan itu dan menegaskan HPN bukan kegiatan eksklusif milik PWI.
“HPN adalah milik seluruh insan pers Indonesia. PWI tidak pernah mengklaim HPN sebagai milik eksklusif PWI. Justru kami menyambut baik apabila seluruh konstituen Dewan Pers dapat terlibat secara aktif sehingga HPN benar-benar menjadi rumah bersama masyarakat pers Indonesia,” katanya.
PWI menyatakan siap membuka ruang keterlibatan yang lebih luas bagi seluruh konstituen Dewan Pers, baik dalam kepanitiaan, penyusunan agenda, maupun rangkaian kegiatan HPN 2027.
Anggota Dewan Pers Abdul Manan dalam forum itu juga meminta PWI memperhatikan nuansa psikologis organisasi-organisasi konstituen lain apabila tetap menjadi penanggung jawab HPN.
PWI menyatakan terbuka terhadap pembaruan regulasi, tetapi menilai setiap perubahan harus ditempuh lewat mekanisme hukum yang tepat dan melibatkan para pemangku kepentingan pers, termasuk PWI.
“HPN milik seluruh insan pers nasional. Kami menyambut baik keterlibatan aktif seluruh konstituen Dewan Pers. Namun sejarah dan kedudukan kelembagaan PWI tidak dapat dialihkan begitu saja tanpa dasar hukum yang sah. Selama belum terdapat regulasi baru, PWI akan melanjutkan tanggung jawabnya dan bersiap menyelenggarakan HPN 2027 bersama seluruh elemen pers nasional,” tegas Akhmad Munir.*

