36 Helikopter Asing dari 8 Negara Dikerahkan Bantu Pemadaman Karhutla Indonesia

SulawesiPos.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia mendapat tambahan kekuatan dari luar negeri pada Senin, 31 Agustus 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memfasilitasi penggunaan 36 helikopter dari delapan negara untuk mendukung pemadaman dan penanganan dampak kebakaran di sejumlah wilayah.

Data Kemenhub menyebut sebanyak 35 izin penggunaan pesawat berregistrasi asing telah diterbitkan untuk 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC).

Armada tersebut berasal dari Australia, Rusia, Amerika Serikat, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa membenarkan keterlibatan delapan negara tersebut.

“Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika, Ukraina, New Zealand, Laos, Vietnam, dan Kanada,” kata Lukman saat dikonfirmasi di Jakarta.

Kemenhub juga memfasilitasi armada asing melalui percepatan perizinan, dukungan operasional, serta pengawasan keselamatan penerbangan.

Lukman mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang membutuhkan penguatan operasi udara.

BACA JUGA:  Final Dunia Dikepung Asap Kanada, FIFA Pastikan Spanyol–Argentina Tetap Digelar Sesuai Jadwal

“Termasuk melalui fasilitasi penggunaan pesawat udara registrasi asing untuk mendukung kegiatan pemadaman dan penanganan dampak bencana,” katanya.

Jepang Kirim JS Kunisaki dan Tiga Helikopter CH-47

Dukungan internasional juga datang dari Jepang.

Pemerintah Jepang mengerahkan kapal JS Kunisaki yang membawa tiga helikopter angkut berat CH-47 Chinook menuju Indonesia untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan.

Kapal tersebut bertolak dari Kure, Hiroshima, pada 30 Agustus 2026.

Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan pengerahan tersebut dilakukan setelah adanya permintaan dari Pemerintah Indonesia.

Misi itu merupakan bagian dari bantuan bencana internasional untuk merespons dampak serius kebakaran di Kalimantan.

“Dalam menanggapi kerusakan parah akibat kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia, atas permintaan Pemerintah Republik Indonesia, Jepang telah memutuskan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran dengan helikopter JSDF,” demikian keterangan Kementerian Pertahanan Jepang.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi juga menegaskan komitmen negaranya dalam membantu Indonesia menghadapi kebakaran tersebut.

“Tokyo akan melakukan segala upaya untuk membantu mencegah meluasnya dampak kerusakan,” kata Koizumi.

BACA JUGA:  112 Karhutla Terjadi di Sulsel Sepanjang 2026, Enrekang Catat Area Terbakar Terluas

JS Kunisaki membawa tiga CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force.

Sekitar 600 personel Jepang disebut terlibat dalam misi bantuan tersebut, sementara sekitar 350 personel akan menjalankan tugas di lapangan.

Water Bombing Direncanakan Mulai 10 September

Tiga helikopter CH-47 tersebut diproyeksikan memperkuat operasi pemadaman dari udara.

BNPB menyebut armada Jepang direncanakan digunakan untuk misi water bombing mulai sekitar 10 September 2026, dengan pelaksanaan tetap menyesuaikan kondisi dan kesiapan di lapangan.

Masuknya 36 helikopter dari delapan negara, ditambah tiga Chinook Jepang, memperlihatkan besarnya kebutuhan operasi udara dalam menghadapi karhutla.

Helikopter dapat membantu menjangkau titik api yang sulit ditangani dari darat serta mempercepat distribusi air ke kawasan terdampak.

Dukungan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi Indonesia dengan sejumlah negara dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan.

Operasi udara diharapkan dapat mempercepat pemadaman, membatasi penyebaran api, dan mengurangi dampak asap terhadap masyarakat maupun lingkungan.

BACA JUGA:  Kebakaran Gunung Bromo Meluas, Api Nyaris Capai Penanjakan 1 pada Sabtu Malam

SulawesiPos.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia mendapat tambahan kekuatan dari luar negeri pada Senin, 31 Agustus 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memfasilitasi penggunaan 36 helikopter dari delapan negara untuk mendukung pemadaman dan penanganan dampak kebakaran di sejumlah wilayah.

Data Kemenhub menyebut sebanyak 35 izin penggunaan pesawat berregistrasi asing telah diterbitkan untuk 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC).

Armada tersebut berasal dari Australia, Rusia, Amerika Serikat, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa membenarkan keterlibatan delapan negara tersebut.

“Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika, Ukraina, New Zealand, Laos, Vietnam, dan Kanada,” kata Lukman saat dikonfirmasi di Jakarta.

Kemenhub juga memfasilitasi armada asing melalui percepatan perizinan, dukungan operasional, serta pengawasan keselamatan penerbangan.

Lukman mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang membutuhkan penguatan operasi udara.

BACA JUGA:  Kebakaran Gunung Bromo Meluas, Api Nyaris Capai Penanjakan 1 pada Sabtu Malam

“Termasuk melalui fasilitasi penggunaan pesawat udara registrasi asing untuk mendukung kegiatan pemadaman dan penanganan dampak bencana,” katanya.

Jepang Kirim JS Kunisaki dan Tiga Helikopter CH-47

Dukungan internasional juga datang dari Jepang.

Pemerintah Jepang mengerahkan kapal JS Kunisaki yang membawa tiga helikopter angkut berat CH-47 Chinook menuju Indonesia untuk membantu penanganan karhutla di Kalimantan.

Kapal tersebut bertolak dari Kure, Hiroshima, pada 30 Agustus 2026.

Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan pengerahan tersebut dilakukan setelah adanya permintaan dari Pemerintah Indonesia.

Misi itu merupakan bagian dari bantuan bencana internasional untuk merespons dampak serius kebakaran di Kalimantan.

“Dalam menanggapi kerusakan parah akibat kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia, atas permintaan Pemerintah Republik Indonesia, Jepang telah memutuskan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran dengan helikopter JSDF,” demikian keterangan Kementerian Pertahanan Jepang.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi juga menegaskan komitmen negaranya dalam membantu Indonesia menghadapi kebakaran tersebut.

“Tokyo akan melakukan segala upaya untuk membantu mencegah meluasnya dampak kerusakan,” kata Koizumi.

BACA JUGA:  Final Dunia Dikepung Asap Kanada, FIFA Pastikan Spanyol–Argentina Tetap Digelar Sesuai Jadwal

JS Kunisaki membawa tiga CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force.

Sekitar 600 personel Jepang disebut terlibat dalam misi bantuan tersebut, sementara sekitar 350 personel akan menjalankan tugas di lapangan.

Water Bombing Direncanakan Mulai 10 September

Tiga helikopter CH-47 tersebut diproyeksikan memperkuat operasi pemadaman dari udara.

BNPB menyebut armada Jepang direncanakan digunakan untuk misi water bombing mulai sekitar 10 September 2026, dengan pelaksanaan tetap menyesuaikan kondisi dan kesiapan di lapangan.

Masuknya 36 helikopter dari delapan negara, ditambah tiga Chinook Jepang, memperlihatkan besarnya kebutuhan operasi udara dalam menghadapi karhutla.

Helikopter dapat membantu menjangkau titik api yang sulit ditangani dari darat serta mempercepat distribusi air ke kawasan terdampak.

Dukungan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi Indonesia dengan sejumlah negara dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan.

Operasi udara diharapkan dapat mempercepat pemadaman, membatasi penyebaran api, dan mengurangi dampak asap terhadap masyarakat maupun lingkungan.

BACA JUGA:  DFSK Catat 625 SPK di GIIAS 2026, E5 Plus Sumbang 380 Unit

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru