Dahlan Iskan Puji Mentan Amran: Cekatan Cari Solusi Masalah Pangan

“Produk dia produk unggulan yang membuat dia kaya itu di Sulawesi Selatan sana. Jadi memang waktu itu rakyat atau petani itu mengeluh luar biasa mengenai hama tikus dan dia langsung cari jalan keluar sebagai orang swasta dan itu menjadi bisnisnya dia,” ungkap Dahlan.

Menurut Dahlan, pengalaman tersebut membuat Amran terbiasa memberikan solusi yang dapat membantu masyarakat sekaligus mengembangkan usahanya.

“Jadi di satu pihak membantu petani sangat solusi membantu petani di lain pihak menjadi bisnisnya dia,” katanya.

Solusi Gudang Beras di Alor

Persoalan distribusi menjadi salah satu pembahasan utama dalam kasus harga beras di Alor.

Ketika jalur laut terganggu akibat kondisi cuaca, pasokan beras ke wilayah tersebut dapat terhambat dan berdampak pada harga.

Dahlan menilai pembangunan gudang beras di Alor yang diusulkan Mentan menjadi salah satu solusi yang dapat menjaga ketersediaan stok, terutama untuk menghadapi periode gelombang tinggi.

“Nah, tentu cara yang disampaikan Pak Menteri Pertanian tadi ya solutif misalnya bangun gudang di sana. Jadi ketika lagi laut tenang arus kapal ke sana banyak, transportasi kapal ke sana banyak angkut beras ke sana. Sehingga nanti pada musim gelombang biasanya itu 2 bulan atau 1 bulan setengah itu sudah ada persediaan,” papar Dahlan.

BACA JUGA:  Mentan Amran Penuhi Aspirasi Ratusan Petani Papua, Tambah Cetak Sawah dan Benih Komoditas Unggulan

Menurutnya, pembangunan gudang tersebut dapat menjadi langkah antisipasi agar masyarakat tetap memiliki persediaan beras ketika distribusi melalui laut mengalami kendala.

Dahlan juga menilai pembangunan gudang dengan skala yang sesuai kebutuhan dapat dilakukan lebih cepat apabila mendapat dukungan pemerintah.

“Tahun depannya lagi diproses. Tahun depannya berarti 4 tahun baru terbangun. Tapi untuk sekelas gudang yang tidak besar di alor orang seperti Pak Amran bisa bangun. Bangun nanti kita carikan dana,” ujarnya.

Terbiasa Menghadapi Persoalan

Dahlan kembali menyoroti pengalaman Amran sebagai pengusaha yang dinilai membentuk kebiasaannya dalam menghadapi persoalan secara langsung.

“Dia memang bidangnya itu jadi dia sudah tahu. Yang kedua rasanya dia sebagai pengusaha sukses yang sejak kecil perusahaan sejak kecil itu tiap hari dia dihadapkan kepada masalah dan tiap hari dihadapkan kepada jalan keluarnya,” kata Dahlan.

Menurut Dahlan, kebiasaan tersebut membuat Amran terbiasa mengambil langkah cepat ketika menemukan persoalan yang membutuhkan penyelesaian.

BACA JUGA:  Pengamat: Ilustrasi Mentan soal Kekuatan CPO Indonesia Bukan Perbandingan dengan Selat Hormuz

“Jadi sudah terbiasa, sudah terbiasa berada dalam persoalan dan menyelesaikan persoalan dan dalam waktu yang singkat,” tutupnya.

Respons Amran terhadap persoalan beras di Alor tersebut dinilai menunjukkan pentingnya penyelesaian masalah berbasis kondisi nyata di lapangan. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa dengan membawa persoalan daerahnya kemudian mendapat perhatian dan diarahkan pada solusi berupa penguatan ketersediaan beras melalui pembangunan gudang.

“Produk dia produk unggulan yang membuat dia kaya itu di Sulawesi Selatan sana. Jadi memang waktu itu rakyat atau petani itu mengeluh luar biasa mengenai hama tikus dan dia langsung cari jalan keluar sebagai orang swasta dan itu menjadi bisnisnya dia,” ungkap Dahlan.

Menurut Dahlan, pengalaman tersebut membuat Amran terbiasa memberikan solusi yang dapat membantu masyarakat sekaligus mengembangkan usahanya.

“Jadi di satu pihak membantu petani sangat solusi membantu petani di lain pihak menjadi bisnisnya dia,” katanya.

Solusi Gudang Beras di Alor

Persoalan distribusi menjadi salah satu pembahasan utama dalam kasus harga beras di Alor.

Ketika jalur laut terganggu akibat kondisi cuaca, pasokan beras ke wilayah tersebut dapat terhambat dan berdampak pada harga.

Dahlan menilai pembangunan gudang beras di Alor yang diusulkan Mentan menjadi salah satu solusi yang dapat menjaga ketersediaan stok, terutama untuk menghadapi periode gelombang tinggi.

“Nah, tentu cara yang disampaikan Pak Menteri Pertanian tadi ya solutif misalnya bangun gudang di sana. Jadi ketika lagi laut tenang arus kapal ke sana banyak, transportasi kapal ke sana banyak angkut beras ke sana. Sehingga nanti pada musim gelombang biasanya itu 2 bulan atau 1 bulan setengah itu sudah ada persediaan,” papar Dahlan.

BACA JUGA:  Apa Itu PM-AAS, Teknologi Baru Pertanian Bisa Menghasilkan 12,4 Ton per Hektare yang Dipuji Revolusioner oleh Presiden Prabowo

Menurutnya, pembangunan gudang tersebut dapat menjadi langkah antisipasi agar masyarakat tetap memiliki persediaan beras ketika distribusi melalui laut mengalami kendala.

Dahlan juga menilai pembangunan gudang dengan skala yang sesuai kebutuhan dapat dilakukan lebih cepat apabila mendapat dukungan pemerintah.

“Tahun depannya lagi diproses. Tahun depannya berarti 4 tahun baru terbangun. Tapi untuk sekelas gudang yang tidak besar di alor orang seperti Pak Amran bisa bangun. Bangun nanti kita carikan dana,” ujarnya.

Terbiasa Menghadapi Persoalan

Dahlan kembali menyoroti pengalaman Amran sebagai pengusaha yang dinilai membentuk kebiasaannya dalam menghadapi persoalan secara langsung.

“Dia memang bidangnya itu jadi dia sudah tahu. Yang kedua rasanya dia sebagai pengusaha sukses yang sejak kecil perusahaan sejak kecil itu tiap hari dia dihadapkan kepada masalah dan tiap hari dihadapkan kepada jalan keluarnya,” kata Dahlan.

Menurut Dahlan, kebiasaan tersebut membuat Amran terbiasa mengambil langkah cepat ketika menemukan persoalan yang membutuhkan penyelesaian.

BACA JUGA:  Mahasiswa Sampaikan Keluhan Petani, Mentan Amran Langsung Turun Tangan

“Jadi sudah terbiasa, sudah terbiasa berada dalam persoalan dan menyelesaikan persoalan dan dalam waktu yang singkat,” tutupnya.

Respons Amran terhadap persoalan beras di Alor tersebut dinilai menunjukkan pentingnya penyelesaian masalah berbasis kondisi nyata di lapangan. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa dengan membawa persoalan daerahnya kemudian mendapat perhatian dan diarahkan pada solusi berupa penguatan ketersediaan beras melalui pembangunan gudang.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru