Penyelidikan tersebut diperlukan untuk mengurai rangkaian kejadian, termasuk kondisi kendaraan dan situasi di sekitar lintasan ketika kecelakaan berlangsung.
Sementara itu, Tian Ngantung juga belum dapat diperiksa karena masih menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya.
Kasat Reskrim Polres Kotamobagu Iptu Ahmad Waafi mengatakan pemeriksaan terhadap peserta tersebut akan dilakukan setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.
“Saat ini belum bisa karena masih dirawat. Tapi pasti akan kami periksa,” ujar Ahmad Waafi.
Panitia Nyatakan Siap Bertanggung Jawab
Setelah kecelakaan terjadi, seluruh rangkaian perlombaan langsung dihentikan. Panitia kemudian ikut berada di rumah sakit untuk memantau kondisi para korban.
Ketua Panitia TDR Drag Race-Drag Bike Kotamobagu Championship 2026, Lucky Sugeha, menyampaikan bahwa pihak penyelenggara siap bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.
“Kami di rumah sakit, dan kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian ini,” kata Lucky.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika sejumlah korban masih menjalani penanganan medis.
Tragedi ini sekaligus menghentikan gelaran balap yang sebelumnya diharapkan menjadi hiburan bagi masyarakat.
Aparat masih melakukan pendataan korban dan pemeriksaan saksi, sementara kondisi peserta yang mengalami kecelakaan juga terus dipantau.
Hingga Senin pagi, fokus penanganan berada pada perawatan korban, proses identifikasi korban meninggal, serta penyelidikan untuk memastikan penyebab Honda Jazz keluar dari jalur dan menghantam area penonton.

