Roti Beras Fortifikasi Ikan Gabus Bawa Mahasiswa Vokasi Unhas Raih Medali Perunggu di Malaysia

SulawesiPos.com – Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin meraih medali perunggu pada International Agrofood and Biotechnology Festival & Special Education Needs 2026 di Malaysia melalui ProBRice, inovasi roti beras khas Sulawesi yang difortifikasi ikan gabus sebagai pangan fungsional tinggi protein.

Inovasi itu lahir dari upaya meningkatkan nilai gizi roti beras yang selama ini lebih dikenal sebagai sumber karbohidrat. Tim mahasiswa mencoba memadukan pangan tradisional Sulawesi dengan sumber protein lokal agar produk tersebut memiliki nilai fungsional dan ekonomi yang lebih tinggi.

Ketua tim A. Muh. Nurfadil mengatakan roti beras dipilih karena memiliki akar budaya di Sulawesi sekaligus memanfaatkan beras sebagai salah satu komoditas utama daerah.

“Roti beras umumnya dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat. Kami mencoba menambahkan ikan gabus sebagai bahan substitusi untuk memberikan kandungan protein dan nilai tambah yang lebih baik,” jelas Fadil.

Produk tersebut dikembangkan lewat judul inovasi “ProBRice: Inovasi Roti Beras Khas Sulawesi yang Difortifikasi Ikan Gabus sebagai Pangan Fungsional Tinggi Protein”. Tim memilih ikan gabus karena dinilai memiliki kandungan protein, albumin, asam amino esensial, dan mineral yang dapat memperkaya komposisi roti beras.

BACA JUGA:  Thailand Vs Malaysia 2-0 di Piala AFF 2026: Penalti Burapha Buka Jalan, War Elephants Rebut Puncak Grup B

Dalam proses pengembangannya, tim menghadapi tantangan pada formulasi bahan. Mereka harus menyesuaikan penggunaan tepung beras lokal sebagai pengganti tepung terigu, sambil menjaga tekstur dan cita rasa produk tetap diterima.

Tahapan pengembangan ProBRice mencakup pembersihan dan penggilingan bahan, pencampuran, fermentasi, pencetakan, hingga pemasakan.

Di luar aspek produksi, tim juga menyiapkan konsep inovasi, desain stan pameran, rancangan kemasan, dan pengujian hasil laboratorium untuk kebutuhan kompetisi.

“Seluruh tahapan tersebut adalah bagian dari proses menerjemahkan potensi pangan lokal menjadi inovasi yang dapat diperkenalkan dalam forum internasional,” kata Fadil.

Kesempatan mengikuti kompetisi itu diperoleh saat tim menjalani program student exchange di Malaysia melalui kerja sama Unhas dengan Politeknik Sultan Haji Ahmad Shah.

SulawesiPos.com – Mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin meraih medali perunggu pada International Agrofood and Biotechnology Festival & Special Education Needs 2026 di Malaysia melalui ProBRice, inovasi roti beras khas Sulawesi yang difortifikasi ikan gabus sebagai pangan fungsional tinggi protein.

Inovasi itu lahir dari upaya meningkatkan nilai gizi roti beras yang selama ini lebih dikenal sebagai sumber karbohidrat. Tim mahasiswa mencoba memadukan pangan tradisional Sulawesi dengan sumber protein lokal agar produk tersebut memiliki nilai fungsional dan ekonomi yang lebih tinggi.

Ketua tim A. Muh. Nurfadil mengatakan roti beras dipilih karena memiliki akar budaya di Sulawesi sekaligus memanfaatkan beras sebagai salah satu komoditas utama daerah.

“Roti beras umumnya dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat. Kami mencoba menambahkan ikan gabus sebagai bahan substitusi untuk memberikan kandungan protein dan nilai tambah yang lebih baik,” jelas Fadil.

Produk tersebut dikembangkan lewat judul inovasi “ProBRice: Inovasi Roti Beras Khas Sulawesi yang Difortifikasi Ikan Gabus sebagai Pangan Fungsional Tinggi Protein”. Tim memilih ikan gabus karena dinilai memiliki kandungan protein, albumin, asam amino esensial, dan mineral yang dapat memperkaya komposisi roti beras.

BACA JUGA:  Thailand Vs Malaysia 2-0 di Piala AFF 2026: Penalti Burapha Buka Jalan, War Elephants Rebut Puncak Grup B

Dalam proses pengembangannya, tim menghadapi tantangan pada formulasi bahan. Mereka harus menyesuaikan penggunaan tepung beras lokal sebagai pengganti tepung terigu, sambil menjaga tekstur dan cita rasa produk tetap diterima.

Tahapan pengembangan ProBRice mencakup pembersihan dan penggilingan bahan, pencampuran, fermentasi, pencetakan, hingga pemasakan.

Di luar aspek produksi, tim juga menyiapkan konsep inovasi, desain stan pameran, rancangan kemasan, dan pengujian hasil laboratorium untuk kebutuhan kompetisi.

“Seluruh tahapan tersebut adalah bagian dari proses menerjemahkan potensi pangan lokal menjadi inovasi yang dapat diperkenalkan dalam forum internasional,” kata Fadil.

Kesempatan mengikuti kompetisi itu diperoleh saat tim menjalani program student exchange di Malaysia melalui kerja sama Unhas dengan Politeknik Sultan Haji Ahmad Shah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru