Viral Dokter Cibir Pasien BPJS yang Curhat di Medsos, RS Buka Suara usai Pasien Meninggal

Komentar dokter PPDS Elda dalam unggahan yang viral. Foto: Tangkapan layar Threads.

Elda kemudian menyampaikan permintaan maaf dan mengakui komentarnya tidak pantas.

RSUP Dr Sardjito: Yang Bersangkutan Berstatus PPDS

Menanggapi polemik tersebut, Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, mengatakan pihak rumah sakit telah melakukan penelusuran.

Ia menjelaskan bahwa Elda merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), bukan pegawai RSUP Dr Sardjito.

“Artinya Sardjito mengetahui adanya unggahan itu, yang itu memang dilakukan oleh salah satu peserta didik ya. Jadi bukan pegawai RSUP Dr Sardjito. Dia adalah murni peserta didik ya,” kata Banu saat dihubungi, Selasa (4/8).

RS dan UGM Bentuk Tim Klarifikasi

Banu mengaku pihak rumah sakit cukup terkejut dengan adanya komentar tersebut. Meski demikian, proses penanganan akan dilakukan bersama FKKMK UGM agar berjalan secara objektif melalui Tim Pendidikan Bermartabat.

“Karena ini peserta didik, kami akan lakukan kolaborasi dalam penanganan permasalahan ini. Jadi supaya ini lebih proporsional begitu ya. Kita tidak melihat potong-potongan, tapi kita akan melihat seperti apa sih sesungguhnya unggahan atau upload-an dari yang bersangkutan di media massa (sosial) tersebut,” ucapnya.

BACA JUGA:  Kronologi Kasus Yurizal: Curhat Menunggu Kamar 8 Jam, Wafat, Respons Tenaga Kesehatan Jadi Sorotan

“Tim Pendidikan Bermartabat inilah yang nanti akan memanggil, meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan,” sambungnya.

Dokter dan Nakes yang Mencibir Minta Maaf

Sejumlah tenaga kesehatan menyampaikan permintaan maaf setelah komentar mereka terhadap Yurizal Tri Chaerawan menuai kecaman publik.

Unggahan permintaan maaf tersebut disampaikan setelah Yurizal, yang sebelumnya mengeluhkan lamanya mendapat kamar rawat inap, meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026).

Komentar negatif nakes terhadap unggahan pasien BPJS yang curhat menunggu antrean 8 jam hingga akhirnya meninggal. Foto: Tangkapan layar Threads.

Dokter Benny Christian Sihombing, perawat Widhiyarini Pangestika, petugas perekam medis Hilda Clarissa Theopilus, petugas nakes Norma Zahara dan Dokter Elda Putri Rahardini, mengakui komentar mereka tidak mencerminkan empati maupun etika profesi.

Sementara itu, puluhan nakes lain yang turut melontarkan komentar serupa hingga kini belum menyampaikan permintaan maaf.

Komentar dokter PPDS Elda dalam unggahan yang viral. Foto: Tangkapan layar Threads.

Elda kemudian menyampaikan permintaan maaf dan mengakui komentarnya tidak pantas.

RSUP Dr Sardjito: Yang Bersangkutan Berstatus PPDS

Menanggapi polemik tersebut, Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, mengatakan pihak rumah sakit telah melakukan penelusuran.

Ia menjelaskan bahwa Elda merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), bukan pegawai RSUP Dr Sardjito.

“Artinya Sardjito mengetahui adanya unggahan itu, yang itu memang dilakukan oleh salah satu peserta didik ya. Jadi bukan pegawai RSUP Dr Sardjito. Dia adalah murni peserta didik ya,” kata Banu saat dihubungi, Selasa (4/8).

RS dan UGM Bentuk Tim Klarifikasi

Banu mengaku pihak rumah sakit cukup terkejut dengan adanya komentar tersebut. Meski demikian, proses penanganan akan dilakukan bersama FKKMK UGM agar berjalan secara objektif melalui Tim Pendidikan Bermartabat.

“Karena ini peserta didik, kami akan lakukan kolaborasi dalam penanganan permasalahan ini. Jadi supaya ini lebih proporsional begitu ya. Kita tidak melihat potong-potongan, tapi kita akan melihat seperti apa sih sesungguhnya unggahan atau upload-an dari yang bersangkutan di media massa (sosial) tersebut,” ucapnya.

BACA JUGA:  Kronologi Kasus Yurizal: Curhat Menunggu Kamar 8 Jam, Wafat, Respons Tenaga Kesehatan Jadi Sorotan

“Tim Pendidikan Bermartabat inilah yang nanti akan memanggil, meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan,” sambungnya.

Dokter dan Nakes yang Mencibir Minta Maaf

Sejumlah tenaga kesehatan menyampaikan permintaan maaf setelah komentar mereka terhadap Yurizal Tri Chaerawan menuai kecaman publik.

Unggahan permintaan maaf tersebut disampaikan setelah Yurizal, yang sebelumnya mengeluhkan lamanya mendapat kamar rawat inap, meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026).

Komentar negatif nakes terhadap unggahan pasien BPJS yang curhat menunggu antrean 8 jam hingga akhirnya meninggal. Foto: Tangkapan layar Threads.

Dokter Benny Christian Sihombing, perawat Widhiyarini Pangestika, petugas perekam medis Hilda Clarissa Theopilus, petugas nakes Norma Zahara dan Dokter Elda Putri Rahardini, mengakui komentar mereka tidak mencerminkan empati maupun etika profesi.

Sementara itu, puluhan nakes lain yang turut melontarkan komentar serupa hingga kini belum menyampaikan permintaan maaf.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru