SulawesiPos.com – Jenazah Siti Fatimah (57), korban meninggal dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II rute Surabaya-Makassar, diserahkan kepada keluarga di Makassar pada Rabu, 5 Agustus 2026 dini hari.
Korban yang teridentifikasi sebagai warga Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dipulangkan setelah proses identifikasi dan administrasi selesai dilakukan.
Jenazah tiba di Makassar setelah diterbangkan dari Surabaya dan diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar bersama unsur Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Balai Kesehatan Pelabuhan (BKP) Makassar.
Dari bandara, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga, untuk segera dimakamkan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya menerima pemulangan satu korban meninggal asal Makassar dari tragedi kebakaran kapal tersebut.
“Malam ini kami menerima satu korban atas nama Siti Fatimah, asal Makassar. Korban merupakan penumpang KMP Mutiara Santosa II yang terbakar di perairan utara Madura,” kata Arif.
Ia menyebut proses penerimaan jenazah dilakukan bersama instansi terkait sebelum korban diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan.
“Malam ini kami didampingi KSOP dan Balai Kesehatan Pelabuhan Makassar. Kami bersama-sama menyerahkan korban tersebut kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Suasana duka menyelimuti rumah duka saat ambulans yang membawa jenazah tiba. Peti jenazah diangkat masuk ke rumah untuk disemayamkan, sementara keluarga dan kerabat yang telah menunggu tampak tak kuasa menahan tangis.
Siti Fatimah merupakan satu dari lima korban meninggal dalam kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Tim DVI Polda Jawa Timur menyatakan seluruh korban meninggal berhasil diidentifikasi melalui sidik jari serta data pendukung lain seperti rekam medis, data gigi, visual, dan barang kepemilikan.
Dari data identifikasi, Siti Fatimah tercatat sebagai warga Kecamatan Tallo, Makassar. Keterangan tim forensik juga menyebut korban-korban meninggal dalam insiden itu bukan akibat luka bakar, melainkan diduga tenggelam atau mengalami kelemasan setelah berada di laut.

