Iran Usulkan Aliansi Keamanan Islam, Ajak Negara Muslim Bangun Blok Pertahanan Baru Tanpa Amerika

Sejumlah pengamat hubungan internasional menilai gagasan arsitektur keamanan regional semakin mendapat perhatian setelah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Soroti Israel dan Kebijakan Amerika Serikat

Majid Ebn-e-Reza mengecam operasi militer Israel di Gaza, Lebanon, Suriah, dan Iran.

Ia menilai dukungan Amerika Serikat telah memperpanjang keberlangsungan kekuatan militer Israel sekaligus mendorong meningkatnya eskalasi kawasan.

Ia juga memperingatkan bahwa pernyataan sejumlah pejabat Amerika Serikat mengenai kemungkinan pembukaan front baru terhadap Hizbullah berpotensi menyeret kawasan ke krisis keamanan yang lebih luas.

Menurutnya, rencana Israel membentuk apa yang disebut sebagai zona keamanan di Suriah dan Lebanon dapat menjadi awal dari konflik regional yang lebih besar.

Iran menyerukan negara-negara Islam memperkuat persatuan dan kerja sama praktis untuk menghadapi berbagai ancaman terhadap stabilitas kawasan.

Turki Dukung Diplomasi dan Kerja Sama Regional

Menteri Pertahanan Turki Yasar Guler menyampaikan belasungkawa atas korban perang terakhir di Iran, termasuk para komandan militer, warga sipil, serta para pelajar yang tewas di Minab.

BACA JUGA:  Drone Israel Jatuhkan Bom Pembakar di Lebanon Selatan, Kebakaran Hutan Meluas di Tengah Pelanggaran Gencatan Senjata

Guler menegaskan dukungan Ankara terhadap pelaksanaan penuh memorandum gencatan senjata dan kelanjutan jalur diplomasi.

Ia juga menyatakan Turki tetap mendukung keutuhan wilayah seluruh negara tetangga.

Ankara menyatakan kesiapan memperluas kerja sama dengan Teheran di bidang pemberantasan terorisme, keamanan perbatasan, serta berbagai isu strategis kawasan.

Menurut Guler, dialog, kerja sama, dan konvergensi regional merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Arah Baru Arsitektur Keamanan Asia Barat

Usulan Iran mencerminkan semakin kuatnya dorongan sebagian negara kawasan untuk membangun sistem keamanan regional yang lebih mandiri di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan global di Asia Barat.

Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan dinamika geopolitik setelah berbagai konflik bersenjata, termasuk perang Gaza, ketegangan Iran–Israel, serta meningkatnya kompetisi pengaruh antara Amerika Serikat, Rusia, dan China di Asia Barat.

Sejumlah pengamat hubungan internasional menilai gagasan arsitektur keamanan regional semakin mendapat perhatian setelah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Soroti Israel dan Kebijakan Amerika Serikat

Majid Ebn-e-Reza mengecam operasi militer Israel di Gaza, Lebanon, Suriah, dan Iran.

Ia menilai dukungan Amerika Serikat telah memperpanjang keberlangsungan kekuatan militer Israel sekaligus mendorong meningkatnya eskalasi kawasan.

Ia juga memperingatkan bahwa pernyataan sejumlah pejabat Amerika Serikat mengenai kemungkinan pembukaan front baru terhadap Hizbullah berpotensi menyeret kawasan ke krisis keamanan yang lebih luas.

Menurutnya, rencana Israel membentuk apa yang disebut sebagai zona keamanan di Suriah dan Lebanon dapat menjadi awal dari konflik regional yang lebih besar.

Iran menyerukan negara-negara Islam memperkuat persatuan dan kerja sama praktis untuk menghadapi berbagai ancaman terhadap stabilitas kawasan.

Turki Dukung Diplomasi dan Kerja Sama Regional

Menteri Pertahanan Turki Yasar Guler menyampaikan belasungkawa atas korban perang terakhir di Iran, termasuk para komandan militer, warga sipil, serta para pelajar yang tewas di Minab.

BACA JUGA:  Kedubes AS di Riyadh Arab Saudi Diserang Drone, Timur Tengah Kian Memanas

Guler menegaskan dukungan Ankara terhadap pelaksanaan penuh memorandum gencatan senjata dan kelanjutan jalur diplomasi.

Ia juga menyatakan Turki tetap mendukung keutuhan wilayah seluruh negara tetangga.

Ankara menyatakan kesiapan memperluas kerja sama dengan Teheran di bidang pemberantasan terorisme, keamanan perbatasan, serta berbagai isu strategis kawasan.

Menurut Guler, dialog, kerja sama, dan konvergensi regional merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.

Arah Baru Arsitektur Keamanan Asia Barat

Usulan Iran mencerminkan semakin kuatnya dorongan sebagian negara kawasan untuk membangun sistem keamanan regional yang lebih mandiri di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan global di Asia Barat.

Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan dinamika geopolitik setelah berbagai konflik bersenjata, termasuk perang Gaza, ketegangan Iran–Israel, serta meningkatnya kompetisi pengaruh antara Amerika Serikat, Rusia, dan China di Asia Barat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru