Karena itu, dalam konteks ucapan Sudaryono, istilah tersebut lebih tepat dibaca sebagai sebutan untuk praktik kongkalikong, titip-menitip kepentingan, permainan proyek, atau akal-akalan yang menyimpang dari prosedur resmi.
Makna ini juga sejalan dengan penggunaan istilah yang pernah muncul di ruang publik sebelumnya, termasuk saat dipakai untuk menggambarkan persekongkolan jahat dalam urusan lelang dan proyek.
Penekanan Sudaryono pada istilah itu menjadi penting karena pencopotan 137 kepala dapur bukan hanya soal rotasi personel, melainkan sinyal bahwa BGN sedang mengubah standar pengawasan MBG dari sekadar berbasis kepercayaan menjadi berbasis kontrol sistem.
Ia mengatakan pengelolaan dapur tidak bisa lagi sepenuhnya diserahkan pada individu tanpa mekanisme pengawasan yang ketat.
Langkah itu juga muncul di tengah upaya BGN menata ulang program MBG setelah sebelumnya menelusuri ratusan dapur dan menemukan anomali pada ribuan rekening virtual account.
Dalam fase pembenahan ini, istilah hengky pengky dipakai Sudaryono sebagai bahasa populer untuk menyebut semua celah permainan yang menurutnya harus diputus, baik yang terkait makanan, anggaran, maupun kedekatan informal di sekitar proyek.

